
Eka mengerjapkan matanya saat mendengar obrolan yang terdengar jelas di telinganya.
''Mas fashaaa..... ''
ucap eka dan seketika fasha langsung mendekati.
''Kenapa sayang... ?? ''
jawab fasha sambil menghampiri eka dan membantu eka untuk duduk.
''Yoga.... kamu kerjakan di ruangan kamu ajah, istriku bangun soalnya takutnya gak fokus. ''
ucap fasha dan yoga mengangguk lalu pamit menuju ruangannya.
''Mas belum selesai kerjaannya?? ''
ucap eka sambil menerima minum dari fasha.
''Udah selesai, mau bangunin tapi kamu nya nyenyak sekali, makanya mas lanjutkan ajah kerjaan sama yoga, kenapa emangnya?? ''
ucap polos fasha yang belum menyadari janjinya pada eka dan seketika membuat eka cemberut.
''Kamu ini amnesia atau pikun?? ''
ucap kesal eka dan membuat fasha terdiam.
''Ya ampun.... mas lupa sayang. ''
ucap fasha sambil menepuk jidatnya.
''jahat... aku masih mau martabak terang bulannya. ''
''Yasudah cuci muka nya dan mas akan bersiap terus kita ke toko kamu yah. ''
ucap fasha sambil mengelus kepala eka dan eka langsung menuju kamar mandi.
Fasha langsung merapihkan berkas berkasnya dan fasha pun akan pulang tanpa ke kantor lagi setelah mengantar eka ke tokonya, karena mood nya sedang anjlok saat ini.
''Mas.... kamu sedang ada masalah apa sih?? raut wajahnya kok gak nyaman di lihat. ''
ucap eka saat keluar dari kamar pribadi fasha dan fasha mengerutkan keningnya.
''Kamu kaya dukun ajah deh menerawang seseorang, mas gak ada masalah apapun sayang. ''
jawab fasha dan eka mengangguk.
''Udah selesai kan mas kerjaannya dan kita bisa berangkat juga kan?? ''
''Udah dong, ayo kita ke toko dan membuat martabak terik matahari. ''
''Ihh.... mas merusak nama, mana ada martabak terik matahari, adanya martabak terang bulan tau. ''
''Kamu ini menggemaskan sekali kalau cemberut, jadi makin cinta. ''
ucap fasha sambil mengecup pipi eka yang sedang merajuk dan eka langsung mengajak fasha menuju keluar kantornya karena akan bahaya kalau tetap berada di ruangan nya saat ini.
Sepanjang jalan menuju mobilnya eka terus di gandeng pinggangnya oleh fasha, setiap karyawan yang papasan hanya mengangguk saat berpapasan dengan pemilik perusahaannya.
Fasha langsung membuka pintu mobil saat sampai di area parkir lobinya untuk eka dan eka langsung duduk manis sambil menunggu fasha memutari mobil menuju kemudinya.
__ADS_1
''Aku senang banget kalau mas fasha mengemudikan mobil, terlihat tampan. ''
ucap eka tiba tiba saat fasha mulai mengemudikan mobilnya dan fasha hanya mengacak rambut eka sambil tersenyum.
''Jangan gombal terus mas jadi baper loh sekarang. ''
ucap fasha sambil tersenyum dan eka memanyunkan bibirnya kesal.
Mobil sampai di area parkir toko milik eka dan ternyata parkiran begitu ramai karena saat ini menunjukan jam makan siang, eka langsung keluar dari mobil saat fasha berhasil memparkirkan mobilnya.
Tak menunggu lama, eka dan fasha langsung masuk kedalam toko menuju dapur utama, semua karyawan mengangguk saat eka memasuki dapur.
Fasha hanya memperhatikan eka yang cekatan membuat adonan martabaknya dan hanya tiga puluh menit martabak selesai dan membuat eka bahagia.
Di sebuah perusahaan lumayan maju, sedang terjadi goncangan karena perusahaan fasha tiba tiba menarik semua sahamnya.
''Kenapa tuan fasha sampai menarik sahamnya, emangnya kita salah apa?? ''
ucap tuan renaldi dengan nada marahnya kepada asistennya.
''Saya sudah menghubungi pihak perusahaan dan mereka memberikan waktu pertemuan besok untuk tuan datang ke perusahaan tuan fasha. ''
ucap asistennya dan tuan renaldi mengangguk.
''Kamu urus sajah dan besok kita bicara dengan tuan fasha. ''
ucap tuan renaldi dan asistennya langsung pamit keluar ruangan tuan renaldi.
''Ada apa dengan perusahaan itu, tiba tiba menarik saham nya. ''
gumam tuan renaldi sambil terdiam dan memikirkan sesuatu.
''Papa...... ''
''Mau apa kamu menyusul ke kantor papa?? ''
''Papa kok gitu ke anak sendiri, aku cuma mau nanyain kenapa kartu sakti aku gak bisa di gunakan?? ''
''Kamu ini kartu kartu sajah yang di fikirkan, kamu sudah dewasa raina, sudah sepantasnya kamu bisa mencari uang sendiri dan bukan hanya menghamburkan uang sajah kelakuan kamu. ''
''Ko papa jadi nyolot dan marah sih, aku adukan ke mama baru tau rasa. ''
''Terserah kamu dan papa gak perduli, sana pulang jangan mengganggu konsentrasi papa. ''
Setelah kepergian putrinya, tuan renaldi langsung kesal dan ingin sekali berteriak karena kelakuan anaknya.
''Anak itu terlalu di manja jadinya melunjak. ''
ucap kesal tuan renaldi sambil memijat keningnya yang terasa berdenyut.
Kekacauan sedang terjadi di perusahaan tuan renaldi, namun kebahagiaan sedang terjadi di kediaman rumah mamanya eka karena eka membawa martabaknya ke rumah mama nya.
''Berhenti untuk membela menantu mama yah, eka ini anaknya mama kan dan kenapa mama membela suaminya eka?? ''
ucap kesal eka karena mamanya terus menyalahkan eka karena martabak.
''Kamu emang salah, menganggu kerjaan menantu tampan mama cuma ingin martabak, bisa kan bikin sendiri?? ''
ucap mama nya eka sambil memakan martabaknya.
__ADS_1
''Ishh... mama ini, eka juga mau buat sendiri tapi mas fasha gak ngebolehin eka pergi, udah ahh.... mama selalu menyalahkan eka. ''
ucap kesal eka dan mama nya hanya mendelik sebal ke arah eka.
Sedangkan tersangka utamanya saat ini sedang di panti seperti biasa mengirimkan makanan dan uang untuk anak anak panti.
''Fasha..... kamu ko bisa bawa makanan sebanyak ini, apa gak rugi tokonya istri kamu?? ''
ucap ibu panti saat anak anak panti sedang memakan makanan yang fasha bawa.
''Fasha membayarnya dan gak sembarangan ngambil bu, lagian eka juga sudah biasa kan memberikan makanan di tokonya. ''
ucap fasha sambil meminum teh hangat yang di sediakan ibu panti.
''Iya juga sih, istri kamu emang baik sedari dulu dan pasti selalu memberikan makanan setiap hari, oh iya.... ibu mertua kamu cerita ke ibu, katanya istri kamu sedang hamil yah?? ''
ucap ibu panti dan fasha tersenyum sambil mengangguk.
''Benar bu, eka sekarang hamil memasuki bulan ketiga tapi belum terlihat hamil dan perutnya sangat rata. ''
ucap fasha dengan senyum bahagianya.
''Eka kan bertumbuh tinggi dan langsing, pasti gak akan dulu terlihat lah, palingan nanti usia enam bulan menuju tujuh baru tuh menonjol. ''
ucap ibu panti dan fasha mengangguk.
''Mas fasha..... ''
panggil eka saat masuk kedalam panti.
''Sini sayang, mas lagi di halaman belakang. ''
jawab fasha dan eka langsung menghampiri.
''Ibu... makanannya cukup kan buat anak anak?? ''
ucap eka saat duduk di samping fasha.
''Cukup sekali dan malahan kelebihan loh, selamat yah untuk kehamilan kamu eka, semoga lancar sampai nanti kamu melahirkan. ''
ucap ibu panti dan diaminkan oleh eka juga fasha.
''Makasih doanya ibu. ''
ucap haru eka dan fasa langsung mengelus kepala eka.
''Kenapa wajah kamu kesal gitu, heummm....?? ''
ucap fasha yang melihat raut wajah eka yang berbeda.
''Itu mama mertua kamu marah marah, nyalahin aku terus kalau udah berurusan dengan menantunya. ''
ucap kesal eka dan membuat fasha juga ibu panti tersenyum.
''Kamu harus ngalah sama mama kamu dan jangan membantah, biar gak panjang urusannya dan kamu cukup senyum lalu mengangguk. ''
ucap fasha dan eka hanya memanyunkan bibirnya.
TBC......
__ADS_1