
Satu bulan berlalu......
Kehamilan eka saat ini memasuki bulan ketiga, namun perutnya masih rata dan tidak terlihat seperti sedang hamil, bahkan fasha sampai meminta eka terus dan terus memeriksakan kehamilannya.
Mamanya eka sudah melupakan kejadian pertemuannya dengan mantan tersakit untuknya dan sejak pertemuan terakhir itu, mereka tidak pernah saling bertemu.
Saat ini fasha dan eka baru selesai mengecek kandungan eka dan mereka berdua sedang berjalan menyusuri lorong rumah sakit untuk menuju lobi utama dimana mobil sudah menunggu.
''Mas percaya kan sekarang kalau aku emang sedang hamil?? ''
ucap eka saat sudah duduk manis di dalam mobil.
''Iya percaya, tapi yang bikin bingung itu adalah kenapa perut kamu masih rata loh, bikin mas gak yakin ajah. ''
ucap fasha dan eka hanya menghembuskan nafasnya.
''Tapi tadi kan udah USG dan ada janin kan di dalam perut akunya, kata dokter paling di bulan ke enam baru akan nonjol. ''
ucap eka kembali menjelaskan semua ketidak percayaan suaminya.
''Iya... mas percaya sekarang. ''
jawab fasha dan membuat eka hanya terdiam lalu memainkan handphone nya.
''Ke kantor yah dan kamu tunggu mas kerja. ''
''Boleh gak kalau aku pulang ajah mas dan gak usah ikut kamu ke kantor, boleh?? ''
''Gak bisa sayang, kamu harus ikut dan nanti kamu tinggal diam dan duduk manis ajah, kalau kesal bisa tidur di ruang pribadi milik mas. ''
''Iya deh aku mau dan ikut ke kantor menemani kamu kerja. ''
''Nah....ini baru istri yang hebat dan mau menuruti semua ucapan suaminya. ''
Eka hanya fokus dengan handphone di tangannya sambil sesekali melirik fasha yang sibuk dengan iped di tangannya.
Beberapa menit kemudian mobil sampai di lobi depan perusahaan, fasha turun terlebih dahulu dan tangannya di ulurkan untuk membantu eka turun.
''Makasih suamiku..... ''
ucap eka dengan senyum merekahnya dan fasha langsung mencium kening eka membalasnya.
Eka menggandeng lengan fasha hingga masuk ke lantai teratas gedung perusahaan.
Eka langsung duduk manis saat sampai di ruangan kerja fasha dan tak lama dari itu yoga masuk kedalam ruangan fasha setelah fasha mengijinkannya.
Yoga mengangguk tersenyum pada eka dan langsung di balas senyum oleh eka.
''Bos... sepertinya kita harus hati hati dengan perusahaan tuan renaldi anggara. ''
__ADS_1
ucap yoga saat memberikan setumpuk berkas untuk di tanda tangani fasha.
''Maksud kamu Taruna Grup?? ''
jawab fasha dan yoga mengiyakannya.
''Saya masih meminta tuan kalandra untuk menyelidikinya, ada satu perusahaan yang kerjasama dengan taruna grup dan itu perusahaan yang pernah membajak produk kita bos. ''
ucap yoga dan fasha langsung tersentak.
''Kalau gitu kamu hentikan kerjasama kita sekarang juga yoga dan urus semuanya. ''
ucap kesal fasha dan yoga mengiyakannya sambil pamit keluar dari ruangan fasha.
''Mas fasha.... ada masalah apa?? ''
ucap eka yang mendengar obrolan nya barusan.
''Biasa dunia bisnis kan emang gak semudah membalikkan telapak tangan, kamu fokus dengan kehamilan kamu ajah yah, urusan perusahaan ini urusan suami kamu. ''
jawab fasha dan eka pun mengangguk.
Fasha langsung fokus dengan pekerjaannya sedangkan eka fokus dengan vidio di handphone nya, hingga satu jam berlalu eka merasa sedikit bosan dan langsung menghampiri fasha yang sedang sibuk dengan berkas berkas di tangannya.
Eka mendekat dan menusuk nusuk lengan fasha, fasha melirik dan tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.
''Ada apa sayang?? ''
''Aku bosan loh mas, pengen pulang ajah yah dan disini malah jadi patung selamat datang. ''
keluh eka dan sejenak fasha menyimpan kerjaannya lalu menarik eka untuk duduk di pangkuannya.
''Patung selamat datang apa maksud kamu ini, kamu kan duduk manis sambil main handphone. ''
ucap fasha sambil mencium pipinya eka yang ada di pangkuannya.
''Ishhh.... aku di cuekin dan kamu sibuk dengan berkas berkasnya, ya aku merasa jadi patung selamat datang yang gak di hiraukan. ''
protes eka dan membuat fasha langsung tersenyum sambil mengeratkan pelukannya karena eka bersandar di dadanya saat ini.
''Sebentar lagi kerjaan mas selesai dan nanti mas antar kamu pulang yah, sabar menunggu dulu dan cuma dua jam lagi semua selesai. ''
''Ahhh.... gak seru, dua jam lama tau. ''
''Trus kamu mau apa, heummm..... ??? ''
''Mau makanan enak deh mas, bisa belikan?? ''
''Boleh sekali, mau apa emangnya?? ''
__ADS_1
''Pengen martabak terang bulan rasa kismis susu ajah topingnya. ''
''Jam segini mana ada martabak terang bulan sayang, kamu ini ngaco. ''
''Ngaco apanya coba, ini kemauan dede di perut aku loh dan sama seperti ngidam mas. ''
''Ngidam kamu aneh, nanti malam ajah kita belinya kan namanya martabak terang bulan dan pasti adanya malam lah bukan siang bolong gini. ''
''Pokoknya aku mau sekarang mas. ''
''Kalau sekarang berarti martabak terik matahari dong bukan terang bulan. ''
''Ihh.... menyebalkan kamu itu, awas aku mau duduk di sofa ajah. ''
Eka langsung beranjak dari pangkuan fasha dan langsung duduk di sofa kembali, fasha menghela nafasnya dan menghampiri eka yang merajuk.
''Siang siang gini dimana ada yang jual martabak terang bulan sayang, gak akan ada. ''
ucap fasha sambil duduk di samping eka dan menggenggam tangan eka.
''No... pokonya mau sekarang martabaknya. ''
ucap eka dengan nada kesal dan melepas genggaman tangannya.
Fasha sejenak terdiam dan memikirkan cara agar mendapatkan martabaknya.
''Oh iya.... kenapa mas lupa yah, kamu kan punya toko makanan dan mau gak mas minta buatkan martabak terang bulan ke koki nya?? ''
ucap fasha dan eka langsung mengerutkan keningnya.
''Kalau gitu kita ke toko ajah dan aku yang akan membuatnya, kalau di rumah kan gak ada cetakannya juga. ''
ucap eka dengan nada senangnya namun fasha menggelengkan kepalanya.
''Kita tetap di sini dan nanti koki di toko kamu ajah yang akan membuatkan martabaknya. ''
''Yaudah aku gak mau makan martabak lagi, biarin dede bayinya ngences nanti saat lahir. ''
''Loh kok doain nya jelek sih, yaudah oke kita ke toko kamu dan mas akan antar tapi....nunggu kerjaan mas selesai dulu, bisa kamu bersabar menunggu?? ''
''Oke aku mau nunggu kok, asalkan aku yang buatnya di toko milik aku. ''
Fasha langsung menuju meja kerjanya kembali dan mengerjakan pekerajaannya, sedangkan eka langsung menghubungi asistennya untuk menyiapkan bahan bahan nya.
Eka yang bosan menunggu pun akhirnya tertidur di sofa dengan memeluk bantal yang ada di sofa, fasha langsung mendekat dan merapihkan tidurnya eka agar lebih nyaman.
''Istriku sayang, kalau udah mau sesuatu harus di turuti dan kamu benar benar keras kepala sayang, nyenyak yah bobonya karena kerjaan mas masih banyak. ''
ucap fasha sambil mencium kening eka dan kembali ke meja nya lagi untuk melanjutkan pekerjaannya.
__ADS_1
TBC......