
Fasha saat ini sedang di ruangan kerjanya dan kepala pelayan memberitahukan makanan sudah siap, fasha hanya mengangguk dan kepala pelayan langsung meninggalkan ruangan kerja fasha.
''Sayang kita makan dulu yu. ''
ucap fasha saat menghampiri eka di ruang keluarga.
''Makan apa mas?? baru jam enam sore. ''
ucap eka saat menatap jam di dinding.
''Mas belum makan dari siang makanya nyuruh bibi masak awal, ayo sayang kita makan dulu. ''
ucap fasha dan eka langsung mengangguk.
Eka dengan telaten menyiapkan makanan untuk fasha dan fasha tersenyum lalu berterimakasih sebelum memakan makanannya.
Makan malam seperti biasa tanpa obrolan dan fasha begitu lahap memakan makanannya dan membuat eka menggelengkan kepalanya.
Setelah makan selesai eka memilih menuju ruangan keluarga untuk menonton televisi dan fasha menemaninya tumbenan.
''Tumben kamu mau nemenin nonton, biasanya suka di ruang kerja sampe malam. ''
ucap eka dan membuat fasha mengerutkan keningnya.
''Kamu ini bikin mas jadi sedih deh, kan mulai sekarang mas mau menemani kamu biar gak bosan. ''
ucap fasha dengan senyum cerahnya dan membuat eka curiga.
''Kamu mau baikin aku yah mas, karena aku marah sama kamu gara gara telphone?? ayo ngaku jangan berbuat manis gitu terus. ''
''Kamu ini fikirannya jelek ajah ke suami kamu, mas emang ingin menyempatkan waktu untuk kamu sayang, mulai sekarang, oh iya hampir lupa loh mas mau menanyakan sesuatu. ''
''Kalau pertanyaan nya sulit aku gak mau jawab dan jangan maksa kalau aku gak bisa jawab. ''
''Kamu ini buruk sangka ajah sayang, mas cuma mau tanya kenapa kamu hamil nya sangat enjoy loh dan gak ada derama mual muntah terus makanan juga kamu enjoy gak ada yang di benci. ''
''Aku malah bersyukur mas karena dede bayi nya sangat mengerti mamanya, mual sih suka ada tapi gak parah dan bisa di netralisir juga. ''
''Bulan depan usia kandungan kamu empat bulan, ngadain syukuran dimana maunya?? ''
''Kita ikut mama ajjah yah maunya dimana mas, karena saat ini hanya mama orang tua kita berdua yang ada dan memperhatikan kita, terutama kamu. ''
''Hahahahaaaaa........ kamu cemburu yah karena mama mertuaku lebih sayang mantu dari pada anaknya. ''
__ADS_1
''Isshhh.... iissshhh.... gak laah dan lagian aku sama mama selalu berantem kalau bertemu dan gak pernah akur juga, aku senang karena setelah kehadiran kamu, mama jadi terlihat bahagia mas. ''
''Iya sayang, mas udah yatim piatu dari bayi makanya mas anggap mama kamu seperti mama kandung mas sendiri. ''
Obrolan fasha dan eka terus berlanjut hingga fasha mengajak eka untuk istirahat karena sudah masuk malam hari dan tubuh fashapun sedikit letih.
Pagi hari menjelang....
Rutinitas eka dan fasha berjalan lancar pagi ini hingga fasha berangkat kantor dan eka sibuk di taman bunganya yang memiliki sebuat tempat khusus saat ini.
Fasha tiba di perusahaannya dan langsung kesal seketika karena dengan tidak tau malunya raina menghampiri dan meminta waktu kepada fasha.
Akhirnya fasha menyerah dan langsung membawa raina menuju ruangan meeting karena dia enggan membawa raina menuju ruangan kerjanya.
''Langsung ke intinya, kamu gak punya urat malu yah sebagai wanita, saya sudah bicara berapa kali kalau saya gak mau menerima tawaran apapun dari perusahaan keluarga kamu, kerjasama kita selesai. ''
ucap fasha saat sampai di ruangan meeting dan membuat raina langsung kesal.
''Tuan fasha saya datang bukan untuk membicarakan perusahaan, saya datang cuma ingin mengenal anda secara pribadi, so.... bolehkan saya mengenal lebih dekat mulai saai ini?? ''
ucap raina dengan nada yang merayu dan membuat yoga ingin muntah mendengarnya apalagi fasha ingin sekali menjambaknya.
''Maaf nona raina, saya gak berminat untuk membuang waktu berharga saya, permisi dan saya peringatkan jangan sampai anda datang ke perusahaan ini lagi karena saya akan blacklist nama anda di perusahaan ini. ''
Fasha langsung keluar dari ruangan meeting diikuti yoga namun raina langsung mengejarnya dan menggandeng lengan fasha, fasha reflek menghempaskan raina dan membuat raina terjatuh.
''Jaga batasan anda nona raina, jangan sampai saya bersikap kasar kepada anda. ''
ucap fasha dengan nada yang marah dan menggelegar di lobi utama.
''Tuan fasha, mengapa anda memperlakukan putri saya kasar seperti itu?? ''
ucap tuan renaldi dan membuat fasha semakin kesal.
''Saya tidak bertindak kasar kalau putri anda jaga batasannya, saya peringatkan kepada anda tuan renaldi, didik putri anda dengan benar dan jangan pernah menggoda laki laki lain seperti menggoda saya barusan, saya bukan simpati tapi jijik mendengarnya. ''
jawab fasha dengan tatapan tajamnya dan seketita tuan renaldi terdiam.
Dari arah pintu utama eka dan mamanya masuk kedalam lobi utama, mamanya eka mematung saat melihat laki laki masa lalunya ada di hadapannya, sedangkan eka terus menatap perdebatan suami dan lawannya yang entah siapa karena eka tidak mengenalnya.
Yoga tersentak saat menatap pandangannya ke arah pintu utama, dimana ada eka dan mamanya.
''Bos, di pintu utama ada istri dan mama mertua anda sekarang sedang memperhatikan kita saat ini. ''
__ADS_1
bisik yoga kepada fasha dan membuat fasha langsung melirik ke arah pintu utama dan membuat fasha menghembuskan nafasnya.
''Salah faham lagi ini jadinya yoga..... ''
gumam fasha dalam hatinya sambil berjalan mendekat ke arah istri dan mertuanya.
Tuan Renaldi dan raina terdiam menatap fasha yang berjalan ke arah dua wanita di pintu utama, raina yang sudah hafal siapa mamanya eka langsung menatap papanya yang sedang menatap mamanya eka.
''Oh.... raina tau sekarang kenapa papa menyusul kesini, untuk bertemu wanita penggoda itu?? ''
ucap raina dan membuat tuan renaldi menghembuskan nafasnya kesal dengan tuduhan putrinya.
''Jaga ucapan kamu raina dan jaga kelakuan kamu yang murahan itu, ayo kita pulang sekarang juga dan jangan mempermalukan papa kamu di perusahaan orang lain seperti saat ini. ''
ucap tegas tuan renaldi dan menarik tangan raina untuk keluar dari perusahaan.
''Sayang.... kenapa gak bilang kalau mau kesini, padahal tadi bisa barengan mas kesini nya dan kok bisa sama mama kesininya?? ''
ucap fasha sambil mencium tangan mama mertuanya dan beralih mencium kening eka.
''Anda tidak berniat memperkenalkan mereka kepada saya tuan fasha. ''
ucap raina tiba tiba menghampiri fasha dan membuat fasha langsung menatap tajam.
Eka langsung mengerutkan keningnya sedangkan mamanya semakin mengencangkan pegangannya kepada eka seolah takut terjadi sesuatu kepada eka.
''Ayo raina kita pulang sekarang sebelum keamanan mengusir kita dari perusahaan ini. ''
ucap tuan renaldi dan raina langsung menatap tajam ke arah mamanya eka.
''Hey wanita penggoda, saya gak sangka bisa bertemu dengan anda disini, apa wanita itu adalah anak haram anda hasil perselingkuhan dengan papa saya?? ''
ucap raina dan membuat eka melototkan matanya.
Satu tamparan mendarat di pipi mulus raina dan papanya lah yang melakukannya karena kesal dengan ucapan raina.
Raina langsung meninggalkan perusahaan dan membuat papanya langsung terdiam dan menatap telapak tangannya yang di pakai untuk menampar raina.
''Maafkan putriku meli dan maafkan aku. ''
ucap tuan renaldi sebelum meninggalkan perusahaan dan melirik eka sekilas.
TBC......
__ADS_1