PERNIKAHAN YaNg TiDaK Di Inginkan

PERNIKAHAN YaNg TiDaK Di Inginkan
S2 - Raina kena batunya.....


__ADS_3

Setelah raina pergi, yoga langsung memilih untuk kembali ke ruangan fasha dan melaporkan semuanya.


''Bagaiman yoga, perempuan ular itu sudah pergi kan?? ''


ucap fasha saat yoga masuk kedalam ruangannya.


''Sudah bos tapi dia mengancam akan membuat bos menyesal kaena menolak kerjasama. ''


jawab yoga dan fasha menghembuskan nafasnya.


''Kamu lebih hati hati yoga karena itu sebuah ancaman juga walaupun ancaman kecil tapi kita harus waspada juga kan. ''


ucap fasha dan yoga mengangguk.


Yoga langsung pamit keluar dari ruangan fasha dan fasha memilih melanjutkan kembali pekerjaannya karena memang sedang menumpuk.


Di perjalanan raina saat ini....


''Raina.... sepertinya kita harus mencari perusahaan lain dan jangan terus mengejar perusahaan itu. ''


ucap kekasih raina dan raina langsung terdiam.


''Iya nanti aku fikirkan dan sekarang aku mau pulang ajah dan urus perusahaan sama kamu. ''


ucap raina dan kekasihnya mengangguk.


Raina langsung teringat kalau bulan ini dia beum datang bulan dan membuat raina terdiam.


''Aku belum datang bulan loh doni, bagaimana kalau aku hamil?? ''


ucap raina dan membuat kekasihnya terdiam.


''Gak mungkin laah coba kamu ingat ingat lagi sebelum bicara ngawur, aku gak mau punya anak dulu raina dan aku belum siap. ''


ucap kekasihnya raina dan membuat raina terdiam.


''Kamu seenaknya kalau bicara, kamu hanya menikmatinya dan gak mau tanggung jawab kalau aku hamil, sungguh enak sekali hidup kamu. ''


''Aku dari awal kan udah bilang kalau aku gak mau kamu hamil dan meinta kamu menggunakan kontrasepsi tapi kamu selalu beralasan aman dan gak akan hamil, mana buktinya sekarang kalau kamu gak akan hamil, aku juga meragukan kalau anak itu bukan anak aku, aku mendapatkan kamu juga sudah bekas orang lain. ''


''Jangan sembarangan kamu bicara doni, selama ini aku berhubungan hanya dengan kamu yah dan gak sama laki laki lain. ''


''Terserah lah, ayo turun sana kan udah sampai di rumah kamu sekarang. ''


Raina langsung turun dan tidak berdebat lagi karena saat ini dia sedang memikirkan kemungkinan dia hamil saat ini dan membuat raina tiba tiba terdiam sambil terduduk di sofa di rumahnya.


''Kalau aku hamil bagaimana coba, doni gak mau ngakuin anak ini. ''


gumam raina dalam hatinya sambil terdiam dan mengelus perutnya.


Di kediaman Fasha saat ini.....


Eka sedang memakan salad buah buatan ayah renaldi yang terasa begitu enak dan lain dengan buatan koki di rumahnya.

__ADS_1


''Hai sayang.... kamu lagi makan apa?? ''


ucap fasha saat masuk kedalam rumah menghampiri eka di meja makan.


''Salad buah buatan ayah enak mas, melebihi buatan koki loh dan mas fasha mau coba?? ''


jawab eka dengan riangnya dan fasha menggelengkan kepalanya.


''Ayo habiskan sajah dan mas mau bersih bersih dulu badan nya. ''


ucap fasha dan eka mengangguk.


Fasha memutuskan untuk ke kamar membersihkan tubuhnya dan eka melanjutkan kembali makan salad buahnya.


''Barusan mama dengar suara fasha, kemana lagi orangnya?? ''


ucap mamanya eka yang menghampiri eka.


''Lagi bersih bersih dulu mama suami aku nya, mama mau coba saladnya gak?? ''


jawab eka dan mama meli menggelengkan kepalanya.


''Habiskan kamu ajah dan mama gak terlalu suka juga sama salad buah. ''


tolak mamanya eka sambil menuju dapur untuk menanyakan menu makan malam.


Eka kembali melanjutkan memakan makanannya dan tidak menghiraukan mamanya yang sedang sibuk di dapir dengan koki dan beberapa pelayan.


Makan malam tiba.....


''Mama sama ayah bukannya makan, kenapa malah menonton aku sama mas fasha makan?? ''


ucap eka dan mamanya eka mendelik sebal.


Makan malam pun di lanjut dengan penuh suasana hening karena sang onar sedang sibuk memakan makanan kesukaannya.


Setelah makan malam selesai semua keluarga langsung menuju ruang keluarga untuk mengobrol ringan karena ayahnya eka akan mengatakan sesuatu kepada fasha.


''Fasha makasih untuk semua dukungan kamu kepada ayah dan mama, semoga kebahagiaan selalu menyertai rumah tangga kamu dan eka. ''


ucap ayah renaldi dan membuat fasha mengerutkan keningnya.


''Ayah ini bicara apa coba, ayah dan mama itu seperti orang tua fasha juga dan sudah kewajiban fasha melakukan semua itu. ''


jawab fasha dan ayah renaldi mengangguk.


''Mama bahagia karena memiliki menantu seperti kamu fasha, jaga eka yah dan sayangi dia juga, kalau kamu bosan ke eka mama harap jangan duakan eka, pulangkan ke rumah mama. ''


ucap mamanya eka dan membuat eka memanyunkan bibirnya.


''Makasih mama, fasha janji akan menyayangi dan menjaga eka selamanya, mama jangan khawatir. ''


ucap fasha dan mama meli tersenyum.

__ADS_1


''Eka curiga kalau mama dan ayah punya niat terselubung atau menutupi kehamilan mama dengan berbicara melow, eka gak setuju mama hamil yah. ''


ucap eka dan mama meli langsung mendelik sebal.


''Punya fikiran jelek ajah kamu ini, mama gak mungkin hamil lagi, kamu sudah bukan masanya untuk memiliki anak tapi memiliki cucu. ''


protes mamanya eka dan eka memanyunkan bibirnya.


''Mama sama ayah jangan hiraukan ucapan eka, dia nanti fasha yang urus. ''


ucap fasha saat eka pamit ke kamar.


''Anak itu takut kesaingan kalau mama hamil lagi, dasar aneh itu anak. ''


ucap mama meli dan fasha tersenyum.


''Besok ayah sama mama akan pulang ke rumah mama dan jaga eka yah fasha. ''


''Loh.... mama sama aya tinggal di rumah ini ajah dengan kami yah. ''


''Gak fasha, mama juga mau menikmati pernikahan mama sama ayah, kalian sering sering berkunjung ke rumah mama yah. ''


''mama ini, padahal fasha senang kalau kalian tetap tinggal di rumah ini. ''


''Udah gpp, mama mau menikmati peran sebagai istei saat ini. ''


''Yasudah fasha dukung ajah, kalau membutuhkan bantuan fasha jangan sungkan. ''


ucap serius fasha dan mama meli juga ayah renaldi mengangguk.


Keesokan harinya.....


Selepas sarapan mama meli dan ayah renaldi pamit kembali pulang ke rumah lama mama meli, eka dan fasha pun menyetujuinya karena gak mungkin memaksa juga.


Setelah kepergian kedua orang tua eka dan fasha, eka memilih ke taman belakang melihat bunga bunga nya yang sedang berbunga.


''Mamang udah dapat info dimana bibit pohon cangkokan yang bagus?? ''


ucap eka saat tukang kebun menghampirinya.


''Sudah nyonya dan tuan sudah setuju setelah saya bicara. ''


jawab tukang kebun dan eka mengangguk.


''Yaudah nanti aku minta uangnya buat beli bibit pohonnya, mamang siapkan lahan nya ajah. ''


ucap eka dan tukang kebun mengiyakannya.


Di tempat raina saat ini, raina baru selesai tes kehamilan dan hasilnya garis dua, membuat raina langsung terdiam karena ini balasan setimpal atas pergaulan bebasnya.


''Gimana ini?? doni gak mau tanggung jawab dan masa aku menanggungnya sendiri kehamilan ini. ''


ucap raina dengan nada takutnya sambil memegang benda hasil tes kehamilannya.

__ADS_1


..............


tbc....


__ADS_2