
Tak ada jawaban dari mulut Elsa, Johan langsung memeluk Elsa. Tak disangka Elsa pun menyambut pelukan Johan, ia balas dengan erat. Elsa mampu mendengar jantung Johan berdegup kencang.
"Aku hanya butuh, sandaran," terangnya.
"Kamu, ada masalah apa?"
"Oma," jawabnya sambil menangis.
"Kenapa dengan, Oma?" Johan sedikit khawatir.
"Oma mau menjodohkanku. Aku nggak mau," ucap Elsa sambil menangis sesenggukan.
"Udah, semuanya pasti ada jalan keluarnya. Nggak usah nangis." Johan mengelus punggung Elsa di dalam pelukannya.
Entah kenapa Johan malah tersenyum mendengar Elsa akan dijodohkan seperti bahagia sekali. Johan melepaskan pelukannya lalu menangkup wajah Elsa. Johan mencium kening Elsa.
"Semua akan baik-baik saja, Sayang. Jangan khawatir."
Elsa mendorong tubuh Johan, "Mesum," serunya.
Johan mengacak-acak pucuk rambut Elsa dengan gemas. "Mau pulang ke mana?" tanyanya.
"Ke apartemen aja, males ke rumah Oma," jawab Elsa sedikit dingin.
"Kamu punya apartemen? Kok aku baru tau," cecar Johan.
"Ya elah, apa harus aku itu laporan sama, Kakak?"
"Harus, aku kan..." Johan menghentikan ucapannya.
Kakak apa? Hah, yang jelas dong jangan ngantung gitu,"
"Ah, lupain aja, El. Nggak penting," kilah Johan.
__ADS_1
Johan lupa menanyakan di mana apartemen Elsa. Sekarang Elsa sudah tertidur pulas di dalam mobilnya. Johan tidak enak hati untuk membangunkan Elsa. Akhirnya Johan membawa pulang ke rumahnya. Beberapa menit kemudian sampai di rumah Johan. Sebenarnya, Johan itu adalah anak orang kaya seperti Daniel. Tetapi dia belum siap menjalankan perusahaan keluarga.
"Aduh berat banget si, El," gerutu Johan sambil menggendongnya.
Elsa tetap bergeming saat di Johan. Sampai di dalam rumah Johan masuk ke dalam kamarnya. Dia baringkan Elsa di atas ranjang lalu diselimuti.
"Sayang, aku mandi dulu," pamit Johan lalu mencium keningnya.
*****
"Kamu mau kemana, Vel?" tanya Arsen.
"Aku mau cari tau Daniel, apa bener dia punya istri selain aku. Setahu aku, dia hanya mencintai ku saja. Mana mungkin, dia berani berselingkuh," jawab Velicia frustasi.
"Kandungan kamu lemah, Velicia," suara Arsen meninggi.
Velicia tidak menghiraukan Arsen, ia tetap bersiap-siap untuk pergi. Velicia hanya terobsesi dengan Daniel. Menurutnya Daniel segalanya baginya.
Terus kenapa selingkuh, Vel? kesel nih si otor😂
"Nggak perlu, aku bisa sendiri," tolaknya.
"Jangan gegabah, Vel!" Arsen memegang tangan Velicia.
"Terserah, kamulah! buruan kalo mau ikut," ketus Velicia.
Mereka berdua akhirnya menuju ke rumah Oma Sintia tidak ada pergerakan. Mereka berpindah ke perusahaan tidak ada pergerakan Daniel, sudah satu jam lebih menunggu. Velicia berpikir keras untuk mencari keberadaan Daniel.
"Kita, sudah mencari keberadaan Daniel, dari tadi. Sama sekali tidak menemukannya!" Teriak Arsen.
"Aku sudah bilang, aku bisa sendirian. Kenapa kamu masih ikut juga," balas Velicia ketus.
Arsen bergeming lalu menatap Velicia dengan kesal. Dia sedikit mengalah karena Velicia masih tidak stabil hormonnya. Velicia ingin keluar dari mobil Arsen, tetapi di cegah oleh Arsen.
__ADS_1
"Oke, kita mau ke mana lagi?" Arsen mencekal tangan Velicia.
"Kita ke kampus xxxx, yang di kelola oleh keluarga Danuarta. Mungkin dia ada di sana, jika tidak ada berarti di apartemennya. Tetapi, kalo jam segini mana mungkin di apartemen. Ini waktunya makan siang," terangnya.
"Iya, Sayang. Duduk ya, kita ke sana," jawab Arsen sabar.
Velicia Duduk kembali di kursinya, Arsen mengemudikan mobilnya dengan pelan. Beberapa menit kemudian, mereka berdua sudah sampai di pelataran kampus. Arsen memarkirkan mobilnya dekat gedung yayasan. Yang sekarang Daniel menjabat menjadi direktur utama. Menggantikan Oma Sintia sudah mulai menua.
"Kita tunggu lima belas menit, jika tidak ada kita pulang," lugas Arsen.
"Iya," jawab Velicia dingin.
"Kenapa kamu tidak telepon saja," titah Arsen.
"Daniel tidak mengangkat teleponnya, Ar. Dari kita pulang dari rumah sakit," jawab Velicia sendu.
Tiba-tiba Velicia melihat Daniel berjalan dengan Alya begitu mesra. Dengan mengandeng tangan Alya, mereka berdua merasa seperti mempunyai dunia sendiri. Velicia melihat mereka berdua merasakan panas dalam hatinya. Dia keluar dari mobil lalu membantingnya. Daniel sampai menghentikan langkahnya dan Alya menatap Velicia acuh. Pikir Alya dia adalah istri Daniel seorang, dan ternyata itu tidak.
Otor🧕 Siap-siap perang dunia guys, Jambak-jambakan nggak nih?
Reader 👩🦰 Jangan cuma dijambak tor, lempar aja itu Velicia, biar keguguran sekalian.
Otor 🧕 Nggak boleh nyuruh otor jahat dong, nggak tega nih 🤭
Reader 👩🦰 Isi sendiri guys
Bersambung.....
Happy reading guys,
Jagan lupa memberi like, komentar, vote & hadiah.
Stay tune terus ya guys, jangan lupa tekan tanda favorit agar kalian tidak ketinggalan.
__ADS_1
Terimakasih atas dukungan kalian.
1 like pun sangat berarti untukku ❤❤❤