Pernikahanku ( Pilih Aku Atau Dia)

Pernikahanku ( Pilih Aku Atau Dia)
Sesi Curhat


__ADS_3

mereka berdua pun duduk di hadapan Dokter angel yang sudah siap mendengarkan cerita Velicia dan Arsen. Mereka berdua saling menatap, Velicia enggan berbicara dengan Dokter Angel. Menurutnya semua itu hanyalah akan membuang waktunya. Akhirnya Arsen membuka pembicaraan dengan Dokter Angel.


"Ada yang bisa saya bantu, Tuan dan Nona?" tanya Dokter Angel.


"Sebenarnya..." ucap Arsen terhenti.


"Sudah aku mau pulang, aku tidak mau di sini," ketus Velicia tiba-tiba.


Arsen bukannya menjawab malah menatap Velicia dengan tajam. Seolah-olah Arsen berkata diam dan duduklah dengan baik. Baru kali ini Velicia melihat Arsen begitu garang dengannya. Velicia duduk kembali ke tempat duduknya.


"Jadi seperti ini Dok, pacar saya punya masalah dalam hidupnya, saya ingin Dokter membantu untuk menyelesaikannya. Terkadang dia terlalu obsesi kepada seseorang pria yang membuatnya depresi ingin bunuh diri, jika tidak diperhatikan oleh pria tersebut," terang Arsen.


"Kalau boleh tau, siapa laki-laki tersebut, Tuan?" tanya Dokter Angel.


"Dia..." Arsen berhenti enggan menjawab pertanyaan Dokter Angel.


"Dia suami saya, Dok." Velicia menimpali.


What, masalah mereka berdua apa sih sebenarnya? Selingkuhan membantu pacar untuk melupakan suaminya? Benar-benar mereka berdua, gerutu Dokter Angel di dalam hatinya.


"Baik, Tuan. Super sekali masalah ini, semoga saya bisa membantu Nona Velicia, untuk melupakan suaminya."


"Terima kasih, Dok," ucap Arsen.


"Saya akan bertanya, apa alasan Tuan Arsen menyuruh Nona Velicia untuk melupakan suaminya? Apa ada alasan khusus, mengenai ini."


Dokter Angel mencoba mencari tau apa masalah mereka berdua. Dokter Angel sempat berpikir apa dia tidak salah membantu seseorang berselingkuh. Sampai-sampai menyuruh melupakan sang suami.


"Karena suami dia telah mempunyai istri, Dok."


Astaga, rumit sekali cinta mereka ini, batin Dokter Angel.


"Baik, Tuan. Akan saya bantu Nona Velicia untuk menghilangkan rasa obsesinya kepada suaminya. Yang pertama sekarang saya ingin tahu, apa yang sedang Nona rasakan saat ini, kepada suami anda sekarang."


"Saya sangat mencintainya, Dok."


"Ada hal lain?"


"Ada rasa ingin melindungi pasangan, di pikiran saya hanya dia dan dia, Dok. Rasa cemburu saya sangat besar, Dok. Terkadang saya insecure, dengan diri saya sendiri. Saya sering kali bertanya-tanya pada diri saya sendiri. Kenapa suami saya mencintai wanita baru ia kenal dan menikah. Apa kurangnya saya, Dok?"


Dokter Angel memulai mendiagnosa Velicia. "Nona Velicia mengalami Obsessive love disorder (OLD) bersinggungan dengan bentuk-bentuk lain dari gangguan kesehatan mental, karena gangguan tersebut tidak diklasifikasikan pada Manual Diagnostik dan Statistik Gangguan Mental (DSM), jadi cara pengobatan bisa di bantu dengan obat dan psikoterapi. Akan saya jelaskan tanda-tanda kenapa itu bisa terjadi," terang Dokter Angel.


"Dalam beberapa kasus, gejalanya bisa memburuk di akhir hubungan atau jika orang yang dicintai menolak. Ada tanda-tanda lain dari gangguan tersebut, seperti: teks berulang, email, dan panggilan telepon ke orang yang mereka cintai. Kesulitan menjalin pertemanan atau mempertahankan hubungan dengan anggota keluarga karena obsesi terhadap satu orang memantau tindakan orang lain. Mengontrol ke mana orang lain pergi dan kegiatan yang mereka lakukan. Itu sangat berbahaya untuk orang lain dan Anda Nona. Jadi, saya sarankan anda kembali lagi menemui saya, minggu depan. Untuk melakukan terapi. Sementara saya akan berikan obat untuk, anda."


"Tapi, saya sedang hamil Dok."


Tambah tercengang Dokter Angel mendengar pernyataan Velicia. "Saya akan carikan obat yang aman untuk ibu hamil, Nona."

__ADS_1


Akhirnya Arsen dan Velicia pulang dari rumah sakit, dalam perjalanan Velicia hanya berdiam diri. Arsen binggung karena Velicia tak mau berbicara yang biasanya ceria. Arsen menyentuh tangan Velicia, dengan lembut. Velicia bergeming wajahnya tetap fokus keluar jendela.


"Vel," panggil Arsen.


"Hem." Velicia enggan menatap Arsen.


"Kamu marah denganku?"


"Aku hanya kesal, kenapa kamu menyuruhku meninggalkan Daniel sampai melupakan Daniel. Kamu tahu aku tidak bisa hidup tanpanya."


"Apa dia peduli denganmu?"


"Entahlah," elaknya.


"Sampai sekarang Daniel tidak ada kabar kan?"


"Jadi apa yang kamu inginkan dari dia? Mencintaimu? Atau kamu butuh uangnya saja?"


Arsen menghujani banyak pertanyaan kepada Velicia, tapi ia enggan menjawab karena menurutnya Daniel adalah segalanya.


*****


Sampailah di kampus Elsa membanting pintu dengan keras. Brak... sampai Mang Ujang di dalam mobil terkejut bukan main. Elsa mengingat kejadian di lampu merah membuatnya kesal.


"Sialan banget Andreas," gerutunya.


"Eh, kalian berdua, nggak pa-pa kok, mana Kak Alya?"


"Kan nggak berangkat, Kak Elsa."


"Loh, kok nggak ngomong sama aku, dia itu," omel Elsa.


"Lupa kali," timpal Larisa.


"Mungkin, iya." Lalu mereka bertiga tertawa bersama.


"Yaudah, Kak. Kita pergi dulu ya," pamit Larisa dan Chika.


Elsa masuk ke dalam kelasnya, ia duduk dipojokan sambil fokus dengan ponselnya. Sebelum dosen masuk memberi pelajaran untuk hari ini. Elsa mencoba menghubungi Johan lagi. Tetap saja tidak ada balasan dari Johan membuat Elsa sedikit kesal.


"Hei, cantik," goda Andreas.


"Don't touch me!" Elsa penuh penekanan.


"Sombong banget si, Els. Dulu aja nempel-nempel terus."


"Itu dulu, Andreas Fansury." Elsa berdiri meninggalkan Andreas pindah tempat duduk.

__ADS_1


Jam kelas telah selesai, Elsa tepat di halaman kampus mencari Mang Ujang. Elsa mencari ke sana kemari pun tak menemukan batang hidungnya. Akhirnya Elsa mengambil ponselnya menelepon Mang Ujang. Tiba-tiba Andreas menghentikan motornya tepat dihadapan Elsa. Elsa memundurkan langkahnya ia enggan dekat-dekat dengan Andreas.


"Pulang bareng yuk," tawar Andreas sambil menarik tangan Elsa.


"Apaan sih!" Elsa menghempaskan tangan Andreas.


"Sana pergi," usir Elsa.


"Kenapa sih, Els. Kamu jual mahal banget sama aku."


"Sudahlah pergilah bersama Tiara, aku sudah ikhlas, An."


"Kamu salah paham, Els."


Andreas mencoba meraih tangan Elsa. Belum sampai Andreas meraih tangan Elsa. Tangan Elsa sudah di tarik oleh Johan.


"Jangan sentuh dia," gertak Johan.


"Kamu siapa?"


"Aku calon suami Elsa Danuarta," ucap Johan sambil tersenyum smirk. Johan sedikit mengejek Andreas.


"Jangan ngaco kamu!"


"Kamu, di kasih tahu malah keras kepala."


"Udah, Kak tinggalin dia aja, orang nggak penting," ajak Elsa pergi.


"Els, ini bohongan kan? Dia bukan calon suamimu," cecar Andreas.


"Bentar lagi ku bagikan undangannya. Akan ku kirim ke rumahmu, jika kamu tidak percaya denganku."


Elsa pergi dengan Johan meninggalkan Andreas yang masih tidak percaya dengan kenyataan, jika Elsa akan bertunangan dengan Johan.


Bersambung.....


Happy reading guys,


Jagan lupa memberi like, komentar, vote & hadiah.


Stay tune terus ya guys, jangan lupa tekan tanda favorit agar kalian tidak ketinggalan.


Terimakasih atas dukungan kalian.


1 like pun sangat berarti untukku ❤❤❤


__ADS_1


__ADS_2