Pernikahanku ( Pilih Aku Atau Dia)

Pernikahanku ( Pilih Aku Atau Dia)
Selalu Salah


__ADS_3

Matilah beneran dipecat ini, gumam Dimas di dalam hatinya.


"Cepetan!" teriak Johan.


Tomi dan Dimas langsung menghampirinya. "Ia, Tuan. Ada apa?" tanya Dimas dengan hati-hati.


"Ini kunci mobil, saya. Bawa pulang ke alamat rumah saya, jalan xxxxx nomor xxxx," titah Johan, sambil memberikan beberapa lembar uang.


"Siap, Tuan," jawab mereka berdua dengan bersamaan.


"Di mana kamu parkir mobilnya, Els?" tanya Johan dengan tidak sabar.


"Di sana," jawab Elsa, sambil menunjuk.


"Mana kuncinya?" tanya Johan lagi.


"Ini." Elsa memberikan kunci mobilnya kepada Johan.


Terlihat sekali wajah Elsa tidak suka dengan apa yang dilakukan oleh Johan. Dengan sangat terpaksa Elsa mengikuti Johan dari belakang. Sampai tiba-tiba Johan menghentikan langkahnya, Elsa menabrak tubuh Johan yang berhenti di hadapannya.


"Kenapa berhenti sih," gerutu Elsa.


Johan menatap Elsa dengan lembut, ia meraih tangan Elsa. "Aku ingin menghiburmu, jangan marah-marah dong."

__ADS_1


"Oke," jawab Elsa pergi terlebih dahulu menuju mobilnya. Johan menggelengkan kepalanya, ia sempat berpikir apa bisa terus bersabar melihat tingkah calon istrinya yang chaldish.


"Buruan di buka pintunya!" teriak Elsa. Johan dari kejauhan menekan tombol kunci mobil otomatis, agar pintu terbuka. Elsa langsung masuk ke dalam mobil. Kesabaran Johan telah tergoyahkan, di dalam mobil Johan hanya diam saja.


Sampai di tujuan mereka berdua pun turun. Elsa melihat apartemen mewah menjulang tinggi. Elsa binggung kenapa mereka berdua di sana, karena Elsa telah gengsi dengan Johan. Ia enggan bertanya kepada Johan, hanya mengikuti Johan dari belakang. Saat memasuki lift lalu pintu terbuka, Elsa dan Johan sedikit terkejut. Ternyata, ada Elita sedang asik dengan ponselnya. Elita pun keluar dari lift, ia pun langsung bertanya kepada mereka berdua dengan tidak sabar.


"Johan, kalian berdua ngapain ke sini?" tanya Elita.


Elsa langsung menatap Johan sinis. "Pulang ke apartemen, Ta. Kamu ngapain di sini?"


"Aku juga tinggal di sini, tapi, baru beberapa hari ini saja," jawab Elita dengan antusias.


"Di lantai berapa, Kak?" timpal Elsa.


"Di lantai sepuluh, nomor xxxx, kamu nomor berapa, Jo?" tanya Elita.


"Mungkin, Tuhan telah menjodohkan kita, cuma kita saja yang nggak sadar," ucap Elita tanpa dosa.


"Oh, ya," ucap Elsa sedikit mengejek.


"Kita kenal sudah lama loh, kurang lebih sepuluh tahun," jawab Elita.


"Mengenal lebih lama, bukan berarti jodoh," balas Elsa dingin.

__ADS_1


Ini perempuan kenapa sih? Punya masalah apa di dalam hidupnya. Elita jengah melihat tingkah Elsa.


"Yuk, Kak. Ke apartemen," ajak Elsa sambil menarik tangan Johan.


Johan menuruti kemauan Elsa, mereka berdua masuk ke dalam lift. Elsa langsung melepaskan tangan Johan. Elsa berubah menjadi dingin, ia kesal dengan Elita. Elsa melampiaskannya kepada Johan yang tidak mengerti apa-apa.


"Els, jangan marah dong," rayu Johan.


"Kamu kenapa si, Kak. Nggak ngomong kalo kita mau bertunangan," ketus Elsa.


"Gimana mau ngomong, kalo aku tadi langsung di ajak pergi," jawab Johan dengan tenang.


Iya juga ya, kenapa aku bodoh sekali. Elsa rasanya malu sendiri dengan tingkahnya tadi, yang cemburu .


Happy reading guys,


Jagan lupa memberi like, komentar, vote & gift.


Stay tune terus ya guys, jangan lupa tekan tanda favorit agar kalian tidak ketinggalan.


Terimakasih atas dukungan kalian.


1 like pun sangat berarti untukku ❤❤❤

__ADS_1


Yuk, mampir punya kakak Yayuk triadmaja ♥️



__ADS_2