Pernikahanku ( Pilih Aku Atau Dia)

Pernikahanku ( Pilih Aku Atau Dia)
Pulang Dari Rumah Sakit


__ADS_3

Elsa menelan ludahnya dengan kasar, ia gugup saat Johan membisikkan sesuatu di telinganya. Lidahnya kelu sulit sekali ingin membalas perkataan Johan. Saat dia di pelukan Johan, ia merasa nyaman sekali.


"Udah, ya pelukannya, nanti Oma bangun Elsa, nggak enak. Nanti aku di pecat lagi, di kira ngapa-ngapain kamu," celotehnya.


Elsa tetap setia dengan bergeming, ia hanya memejamkan matanya lalu mendapatkan bibirnya ke wajah Johan. Belum sampai di wajah Johan, ia sudah menutup mulut Elsa.


"Kamu sudah gila, Elsa? Berani sekali kamu menggodaku."


Elsa tak peduli lalu menghempaskan tangan Johan. Elsa tetap mengecup bibir Johan sekilas, lalu ia berdiri pergi ke kamar mandi. Johan terkejut bukan main dengan tingkah Elsa sulit di tebak. Terkadang ia menolaknya, saat ini ia telah merenggut kesucian bibir Johan. Selama ini ia selalu menjaga jarak dengan wanita lain. Elsa yang berada di kamar mandi langsung mencuci wajahnya. Ia juga masih syok dengan tingkahnya sendiri berani mencium Johan.


Bodoh sekali aku ini, kenapa ku lakukan itu, sih. Elsa meruntuki dirinya sendiri di dalam hatinya. Rasanya ia ingin berteriak begitu keras. Sudah begitu lama di kamar mandi. Rasa gugupnya sudah menghilang ia buka pintu kamar mandi lalu keluar. Tidak singka Johan sudah berdiri di depan kamar mandi telah menghadangnya.


"Mau apa lagi," ketus Elsa.


Bukan menjawab Johan menarik tangan Elsa membawanya ke dalam kamar mandi. Johan mendudukkan Elsa di wastafel.


Wastafel VVIP udah kaya hotel ya, Kak. Tolong bayangkan seperti itu. (otor)


Mereka saling bertatapan karena sejajar tingginya. Johan meraih tengkuk Elsa. Ia ***** bibir mungil itu sampai Elsa kehabisan napas. Elsa di awal sedikit berontak, tapi lama-kelamaan ia menikmati permainan Johan. Elsa semakin panas ingin meminta lebih. Ia buka kancing kemeja Johan ia raba perut sixpack Johan. Johan merasa jika Elsa sudah berlebihan hampir saja menyentuh miliknya yang sudah menegang. Johan langsung melepaskan ciuman itu.


"Kamu nakal, ya. Berani sekali..." Johan memukul kepala Elsa dengan lembut lalu pergi meninggalkannya.


Elsa hanya mengerucutkan bibirnya, melihat Johan pergi meninggalkannya. "Playing victim sekali dia, udah dia duluan memulai, pakai acara menyalahkan ku, merasa tersakiti," gumam Elsa.


Saat Elsa keluar kamar mandi, dia telah melihat Alya sudah di sana bersama sang kakak. "Kak Alya, sudah boleh pulang?"


"Sudah, Els."


"Doakan, Oma segera pulang. Nanti kita akan merayakan pesta pertunangan Alya dan pernikahanmu, Dan. Oma ingin relasi-relasi kita di perusahaan mengetahui kamu sudah menikah."


"Semua klien diundang, Oma?" tanya tak percaya.


"Kenapa? Kamu tidak ingin melakukannya, atau jangan-jangan Mas Daniel, masih menjaga perasaan wanita itu." Sorotan mata Alya seperti akan lepas.


"Widih, Nyonya Danuarta galak banget, yah" timpal Johan yang menggoda Alya.


"Biarin," sungutnya.


"Tidak, Sayang. Aku akan menuruti semua ke keinginan, Oma."


" Bener, ya, janji." Alya menjulurkan jari kelingkingnya.


Daniel pun mengeluarkan jari kelingkingnya tanda ia akan menepati janjinya. Membuat Alya bahagia lalu tersenyum sepanjang di rumah sakit. Elsa hanya mencebik melihat keromantisan pasangan tersebut.


"Kenapa iri, ya?" bisik Johan ditelinga Elsa.


"Apa sih, ngikut aja," sungutnya langsung berpindah tempat di samping Alya.

__ADS_1


"Oma, Alya pulang dulu, ya. Cepat sehat ya, Oma," pamit Alya lalu mencium pipi Oma Sintia dan ikuti oleh Daniel.


*****


"Arsen, aku lapar."


"Mau makan apa, Sayang?" tanya dengan lembut.


"Apa aja boleh," jawabnya langsung bangun dari tempat tidurnya.


"Kamu, mau kemana?"


"Mau mandi gerah rasanya."


"Temani aku sebentar, Vel. Pengen di peluk," rengek Arsen.


"Manja sekali kamu," acuh Velicia tetap pergi ke kamar mandi.


Kapan sih, Vel. Kamu mau nerima aku, apa adanya, batin Arsen menjerit.


Arsen hanya bisa melihat kedinginan Velicia, mood-nya yang selalu berubah-ubah membuatnya lelah. Arsen mencoba menuruti kemauan Velicia yang katanya lapar, ia memesan makanan lewat delivery, tinggal menunggu ojek online datang membawa makanan. Arsen mengecek isi ebanking-nya ternyata uangnya mulai menipis tinggal beberapa juta lagi habis. Arsen sempat berpikir akan bekerja saja seperti biasanya open BO. Selalu melayani tante-tante kesepian, dia sudah beberapa minggu tidak bekerja membuat kantongnya menipis.


Udahlah, Velicia sama Arsen itu cocok, sama-sama busuk. (otor)


****


"Di belakang, ada Mbak Ani."


"Terus di rumah Oma, siapa yang beresin, Mas."


"Sayang, di rumah Oma banyak asisten rumah tangga, jangan khawatir, ya," ucap Daniel sambil memegang kedua lengan Alya.


"Wah, Nona sudah pulang, ternyata." Mbak Ani menemui sang majikan.


"Mbak, tolong bawa masuk barang-barang, Alya. Yang berada di luar," titah Daniel.


"Baik, Tuan."


Alya berjalan menaiki anak tangga dengan antusias merindukan kamar mereka berdua. Alya masuk dengan wajah sumringah karena beberapa hari di rumah sakit membuatnya jenuh. Daniel masuk ke kamar, ia melihat sang istri sedang duduk di meja riasnya lalu mendekatinya. Daniel belai rambut panjang sang istri dengan jari-jarinya.


"Mas," panggil Alya.


"Hem."


"Mas, beneran kan? Mau cerai wanita murahan itu." Mata Alya fokus memandang Daniel lewat kaca yang berada dihadapannya.


"Iya, Sayang. Nanti aku talak jika sudah melahirkan."

__ADS_1


"Jika itu anakmu juga, bagaimana?" Alya khawatir.


"Sudahlah, jangan dipikirkan, nanti kalo kamu stres, kasian anak kita," ucapnya lembut.


"Baiklah." Alya menurutinya.


"Sudah malam, ayo, kita istirahat."


Alya berjalan menuju ranjang empuknya, ia bersandar sambil melihat Daniel melepaskan pakaiannya. Mata Alya tak berkedip sedikit pun, saat menatap sang suami hanya mengenakan ****** ******** dan telanjang dada dengan bulu-bulu halus yang menghiasinya.


Ya Tuhan, nikmat mana yang kau dusta kan, Aku sudah tidak tahan lagi, batin Alya sudah menahan hasratnya.


Daniel tidak tahu jika sang istri sudah siap menerkamnya. Ia hanya berjalan menuju ranjang dengan santai masuk ke dalam selimut. Daniel rebahkan tubuhnya Alya dengan cepat menaiki Daniel sambil menggodanya.


"Mas." Terdengar suara Alya begitu sensasional.


"Kamu mau ngapain, Al?"


Alya mencondongkan tubuhnya, mendekati wajah Daniel lalu membisikkan sesuatu di telinganya. "Aku pengen," rengekannya.


"Pengen apa?" Daniel pura-pura bodoh.


"Itu," cicitnya.


"Itu apa?" tanya Daniel sambil menyergitkan dahinya.


"Mas, mah gitu." Alya mencebik.


"Kamu baru pulang dari rumah sakit, Sayang," tolak halus Daniel.


"Nggak mau," ngototnya. Alya tetap memaksa.


Bersambung.....


Happy reading guys,


Jagan lupa memberi like, komentar, vote & hadiah.


Stay tune terus ya guys, jangan lupa tekan tanda favorit agar kalian tidak ketinggalan.


Terimakasih atas dukungan kalian.


1 like pun sangat berarti untukku ❤❤❤



Tahanan cinta CEO karya Irma Kirana, coba ngena banget di hati.

__ADS_1


__ADS_2