Pernikahanku ( Pilih Aku Atau Dia)

Pernikahanku ( Pilih Aku Atau Dia)
Salah paham Daniel


__ADS_3

Elsa pergi dengan Johan meninggalkan Andreas yang masih tidak percaya dengan kenyataan, jika Elsa akan bertunangan dengan Johan.


"Mana mungkin Elsa, dengan mudah melupakanku, aku adalah kenangan terindah untuk Elsa," ucap Andreas penuh keyakinan.


****


Johan membukakan pintu untuk Elsa untuk masuk ke dalam mobil. Elsa masuk ke dalam mobil dengan menundukkan kepalanya. Elsa enggan menatap Johan yang kemungkinan marah besar dengan kejadian baru saja terjadi.


"Els," panggil Johan.


"Hem."


Johan langsung menepikan mobilnya ke pinggir jalan. "Ada masalah apa?"


"Nggak ada, Kak."


"Lalu kenapa kamu menundukkan kepalamu dari tadi?"


Dengan perlahan Elsa menatap Johan yang tersenyum kepadanya. "Kak Johan nggak marah?"


"Marah kenapa." Johan pura-pura bodoh.


"Soal tadi, itu?"


"Memangnya tadi kenapa?" Johan memancing Elsa.


"Ish, Kak Johan mah, gitu," rengek Elsa.


"Memangnya tadi siapa? Pria yang nggak seberapa itu, berani-beraninya menggoda calon istriku ini," ucap Johan sedikit kesal sambil menggoda Elsa.


"Dia ..."


"Dia siapa Elsa?"


"Mantan aku, Kak Johan."


"Mantan kamu jelek sekali," cibir Johan.


"Iya, aku tahu itu. Jika tampan pasti aku masih bersamanya sekarang, bukan sama Kakak." Elsa mencoba menyenangkan Johan.


"Jadi kamu masih berharap dengan dia," cecar Johan.


"Tidaklah, itu hanya masa lalu." Elsa mencebikkan bibirnya.


"Bagus," ucap Johan sambil mengacak pucuk Elsa.


Johan menjalankan mobilnya dengan cepat, mereka berdua akhirnya mampir ke sebuah restoran mewah. Tanpa sengaja mereka berdua bertemu Arsen dan Velicia sedang makan di mejanya. Velicia mengetahui ada Elsa hanya membuang mukanya berpura-pura tidak saling mengenal.


"Ya Tuhan, kenapa kita harus makan di sini, Kak? Kaya udah nggak ada restoran lain aja," protes Elsa.


"Mereka telah berpura-pura tidak mengenal kita, bagus dong."


"Iya, juga si, jijik lihatnya," cibir Elsa.


Waktu terus berputar dengan cepat, hanya butuh waktu tiga puluh menit Elsa dan Johan menghabiskan makanannya. Velicia menghampiri Johan dan Elsa yang sedang sibuk dengan dessert-nya. Saat Velicia berdiri disampingnya, Elsa acuh tak mempedulikan Velicia.


"Jo, di mana Daniel?"


"Kamu kan istrinya, kenapa tidak tahu suamimu, berada," timpal Elsa sambil mengelap bibir mungilnya dengan tissue.


"Aku tidak tanya denganmu!" seru Velicia.


"Oh, my God, tapi, anda telah berbicara dengan calon suami saya," ucap Elsa dengan formal yang kesal dengan tingkah Velicia.


"Apa? Kamu yakin, Jo? Mau menikah dengan gadis ingusan ini," cibir Velicia.


"Apa salahnya, aku mencintai dia. Kamu tahu, Elsa itu lebih baik dari pada dirimu."

__ADS_1


"Vel, kamu di sini? Aku mencari mu dari tadi," ucap Arsen panik.


"Lebay sekali, anda. Cuma kehilangan wanita murahan seperti dia, banyak jika mau cari diluar sana." Elsa tertawa sinis.


"Apa katamu!" Velicia meraih gelas di atas meja, yang berisi air minum lalu menyiram Elsa.


Elsa tidak terima dengan sikap Velicia yang menyiramnya dengan air minum sisanya minum tadi. Elsa langsung menampar pipi mulus Velicia. Plak... terdengar keras tamparan itu. Hampir semua orang di sana melihat ke arah Velicia dan Elsa.


"Jangan pernah main-main denganku, Velicia. Jika hidupmu mau merasa aman dan tenang. Kamu hanya istri sirih, Kakakku! Jangan harap kamu bisa bersanding dengannya selamanya." Elsa memperingatkan Velicia.


"Kamu ..." Velicia memegangi pipinya yang terasa panas.


"Sudah, Kak. Ayo, kita pergi, muak aku di sini," terang Elsa sambil memegang tangan Johan.


Velicia hanya bisa menerima kekalahan dari pertengkaran ini. Ia melihat bayangan Elsa dan Johan sudah menghilang tak terlihat. Arsen meraih tangan Velicia mengajaknya pulang ke apartemen.


****


Alya yang sedang mondar-mandir dengan tingkahnya menyebalkan. Sedari tadi hanya bisa mengomel tentang suaminya tidak pulang-pulang. Pikirannya tengah berkelana, berpikir negatif tentang suaminya.


"Jangan-jangan, Mas Dan. Ah..."


"Kenapa, Non?" tanya Mbak Ani.


"Mas Daniel, Mbak. Jam segini belum pulang," omelnya.


Mbak Ani langsung melihat ke jarum jam yang menunjukkan pukul 15.30. Mbak Ani hanya ingin tertawa melihat sang Nyonya mudanya tengah cemburu buta. Akhirnya Mbak Ani mencoba menenangkan Alya.


"Non, maaf ya. Tuan biasa pulang pukul 17.00."


"Apa iya, Mbak?" tanya Alya tiba-tiba lupa.


"Iya, Non."


"Memangnya sekarang belum boleh pulang, ya?"


"Tuh, kan, pasti nih. Mas Dan pasti ke tempat wanita murahan itu."


"Maksud Nona apa?"


"Mbak Ani belum tahu, ya? Kalo Mas Daniel itu nikah lagi."


"Hah! se-serius, Non." Mbak Ani terkejut bukan main.


"Ceritanya panjang Mbak, Nanti aku ceritakan. Sekarang Mbak Ani temenin aku karaokean di sini ya," ajak Alya.


"Aduh, Non. Nggak bisa nyanyi Mbak Ani itu."


"Udah nggak apa-apa, Mbak Ani duduk di sini lihatin saya nyanyi aja."


Alya pun menghidupkan televisinya yang sudah tersambung dengan jaringan internet. Ia hidupkan musiknya, suara ia keraskan lalu Alya bernyanyi.


Semua yang ku mau, hanya sedikit waktumu, untukku


Hanya satu pesan singkat, Sedang apa dirimu?


Awal pertemuan kau sangat peka padaku, dan itu dulu


Rasa yang terlanjur dalam, kau buatku semakin bodoh


Oh mengapa harus kulihat kau dengan dirinya


Terluka tapi tak berdarah


Ajarkan aku cara tuk melupakanmu


Bila membencimu tak pernah cukup 'tuk hilangkan kamu

__ADS_1


Ajarkan aku, sebelum merusak kedalam-dalamnya


Sebelum aku trauma mencintai sosok yang baru lagi


Awal pertemuan kau sangat peka padaku, dan itu dulu


Rasa yang terlanjur dalam, kau buatku semakin bodoh


Oh mengapa harus kulihat kau dengan dirinya


Terluka tapi tak berdarah


Ajarkan aku cara tuk melupakanmu


Bila membencimu tak pernah cukup 'tuk hilangkan kamu


Ajarkan aku, sebelum merusak kedalam-dalamnya


Sebelum aku trauma mencintai sosok yang baru lagi


Tak tahu bagaimanakah caranya


Agar diriku bisa lupakanmu


Ajarkan aku cara tuk melupakanmu


Bila membencimu tak pernah cukup 'tuk hilangkan kamu


Ajarkan aku, sebelum merusak kedalam-dalamnya


Sebelum aku trauma


Mencintai (Mencintai)


Mencintai


Mencintai sosok yang baru lagi


Tiba-tiba suara musik mati yang dimatikan oleh Daniel, yang muak dengan nyanyian sang istri.


"Mas, Dan."


"Kamu, bisa nggak, nyanyi yang benar?"


"Suaraku tuh bangus, apa yang salah coba, aneh ih. Bener kan Mbak Ani." Alya mencari pembenaran.


"Iya, Non," jawab Mbak Ani Pasrah.


"Aku tidak suka dengan lirik lagunya, apa kamu mau berselingkuh dariku?"


"Apa sih, Mas. Aneh deh."


"Kamu ngerti kan, arti lirik lagu ini." Daniel mencoba memperjelas.


"Iya, tahu." Alya berpikir sesuatu tiba-tiba.


Bersambung.....


Happy reading guys,


Jagan lupa memberi like, komentar, vote & hadiah.


Stay tune terus ya guys, jangan lupa tekan tanda favorit agar kalian tidak ketinggalan.


Terimakasih atas dukungan kalian.


1 like pun sangat berarti untukku ❤❤❤

__ADS_1


__ADS_2