Pernikahanku ( Pilih Aku Atau Dia)

Pernikahanku ( Pilih Aku Atau Dia)
Pebinor


__ADS_3

"Jangan buat aku penasaran, Elsa." Terdengar suara Aldi sedikit meninggi.


Elsa sedikit tercengang saat melihat tingkah Aldi begitu panik mendengar Alya sakit. Elsa lalu tertawa melihatnya, Aldi menyergitkan dahinya. "Ada yang lucu?" tanya Aldi.


"Kakak sih, orang belum apa-apa udah panik. Orang Alya loh, hamil."


"Hah, serius?" tanyanya tidak percaya.


Kamu benar hamil, Al? Apa benar kamu mencintai Daniel dengan tulus, atau kamu hanya terpaksa, batin Aldi.


"Kak," panggil Elsa sambil menggoyangkan tangannya, tak ada reaksi dari Aldi. " Kak Aldi!" teriak Elsa kesal.


"Emb, Maaf, Els," ucap Aldi sedikit melamun.


"Kakak kenapa? Setelah mendengar Alya hamil kok ngelamun gitu." Elsa penasaran.


"Nggak pa-pa kok, Els," elak Aldi.


Elsa sedikit menaruh kecurigaan kepada Aldi, tapi, dengan pintanya Aldi mencari alasan lain. Cukup lama Elsa bercengkrama dengan Aldi di ruangan Aldi. Sampai ketika pintu terbuka secara tiba-tiba.


"Elsa," panggilnya dengan suara ngos-ngosan.


"Kak Johan," lirihnya sambil tersenyum.


"Kamu, tidak apa-apa?" tanya sedikit panik.


"Cuma lecet dikit," ucap Elsa tanpa dosa.


"Kamu ya," ketus Johan.


"Maaf," ucap Elsa sambil memeluk Johan.


"Ya sudah, hati-hati lagi mulai besok."


"Ngomong-ngomong kamu tadi di sini ngapain?" tanya Johan.


"Jenguk Velicia, orang Kak Alya maksa ke sini."


"Kenapa kamu tidak bercerita denganku, malah pergi sendirian. Aku bisa antar kalian berdua tadi, tidak sampai kamu jatuh gini, buat aku panik." Johan membalas pelukan Elsa sambil mengusap kepalanya.


"Ehem." Aldi berdehem.


"Maaf, Kak Aldi." Elsa cengengesan.


"Kaya obat nyamuk tahu," sindir Aldi.


"Iya-iya, maaf," ulang Elsa.

__ADS_1


"Velicia itu siapa? Temen kampus kalian berdua." tanya Aldi.


"Bukan istri kedua, Kak Daniel," ceplos Elsa.


"What?" Suara Aldi meninggi bercampur syok.


"Tapi, udah mau di ceraikan kok."


"Alya, tahu semuanya?" Aldi merasa kasian dengan Alya.


Seharusnya kamu, menikah denganku aja, Al. Nggak bakal gaya gini nasib kamu, diduakan seperti ini, batin Aldi tanpa sadar tangannya meremas ujung jas Dokternya.


"Kak Aldi, aku pamit pulang ya," pamit Elsa sambil melambaikan tangannya.


"Kamu bisa jalan?" tanya Johan.


"Bisa, Kak."


*****


"Mas, aku masuk ke kampus dulu, hati-hati ya ke kantornya. I Love you," pamit Alya sambil menyambar pipi sang suami.


Daniel hanya bisa tersenyum melihat tingkah istrinya mulai bisa menerimanya. Alya berjalan memasuki halaman kampus. Kedua sahabatnya Larisa dan Chika sedang duduk di pinggiran kampus.


"Kalian berdua kok nggak masuk kelas?" tanya Alya.


"Nggak, aku sibuk dari tadi, Sa."


"Sibuk, ngapain si bumil ini," timpal Chika.


"Hah? Hamil." Victor baru saja datang syok mendengar kabar Alya hamil.


"Iya, aku hamil, Kak," ucap Alya tersenyum.


Ya Tuhan, memang aku sudah tidak ada harapan lagi, buat merebut istri orang, gerutu Victor dalam hatinya.


"Selamat ya, Els." Victor mengulurkan tangannya memberi selamat.


"Terima kasih, Kak." Alya dengan senang hati menerima uluran Victor.


"Kita jalan yuk," ajak Larisa.


"Ke mana?" tanya Alya enggan ikut.


"Nonton film, di bioskop," seru Larisa dan Chika bersamaan.


"Duh, gimana ya? Aku minta izin dulu, ya. Biar Mas Daniel nggak cari aku nanti, kalo nggak ada kabar."

__ADS_1


"Ya ampun, istri solehah." Victor menimpali.


"Eleh, kamu," cibir Larisa.


"Apa?" ketus Victor.


Larisa mendekati Victor lalu membisikkan sesuatu, "Kamu nggak usah ikut."


Victor lalu menyergitkan dahinya mendengar bisikan Larisa. "Kenapa?" jawabnya.


"Nanti, kamu curi-curi kesempatan sama istri orang," bisik Larisa kembali.


Victor hanya mengeratkan giginya, ia mencoba sabar dengan ucapan Larisa. Memang benar itu niat dia, ingin mendekati Alya. Larisa melihat reaksi Victor seperti kesal kepadanya, ia langsung memukul kepala Victor.


"Kamu seriusan," ucapnya dengan lantang.


"Apa si, Sa?" tanya Chika terkejut dengan ucapan Larisa.


"Bukan apa-apa," kilah Larisa sambil menatap sinis Victor.


"Yuk, jadi nggak? Aku di izinin nih, jalan bareng sama kalian berdua," ucap Alya sambil tidak sabaran.


"Aku ikut," timpal Victor.


"Nggak usah, kita-kita aja."


"Kenapa si, nggak boleh ikut. Kak Victor ikut aja," ajak Alya.


Ya ampun, Al. Kenapa kamu jadi orang terlalu baik sih! Pengan nangis nih, liat kamu lemot gini, gerutu Larisa dalam hatinya.


"Kamu kok diem saja, Sa?" tanya Chika.


"Nggak pa-pa," jawab Larisa sedikit dingin.


Chika curiga dengan gelagat Larisa tiba-tiba dingin. Membuatnya penasaran apa yang terjadi, Chika menarik tangan Larisa agar ikut dengannya.


"Aku mau ke toilet bentar, tunggu ya," pamit Chika.


Bersambung....


Happy reading guys,


Jagan lupa memberi like, komentar, vote & gift.


Stay tune terus ya guys, jangan lupa tekan tanda favorit agar kalian tidak ketinggalan.


Terimakasih atas dukungan kalian.

__ADS_1


1 like pun sangat berarti untukku ❤❤❤


__ADS_2