Pernikahanku ( Pilih Aku Atau Dia)

Pernikahanku ( Pilih Aku Atau Dia)
Mencari Solusi


__ADS_3

Terlihat sekali Alya merasa kesakitan, tapi ia tahan rasa sakit itu. Alya mencoba melawan apa daya tenaganya tidak cukup untuk melawan Victor. Akhirnya Alya mengalah lalu ia duduk di tepi ranjang. Victor pergi dari kamar Alya, karena tiba-tiba emosinya tidak stabil ia takut menyakiti Alya.


Mas Daniel, bantu aku. Aku takut, Mas, gumam Alya di dalam hatinya sambil menangis setelah kepergian Victor.


Alya mencoba mencari tasnya, tapi tidak ada disekitarnya membuat ia sangat sedih. Alya melihat ke luar jendela, banyak sekali pria bertubuh besar memakai kemeja hitam. Bahkan, bukan satu orang di sana. Melainkan puluhan orang menunggu tempat itu, Alya semakin frustasi dengan semua ini.


Tiba-tiba pintu terbuka seorang wanita paruh baya membawa nampan berisi makanan. Alya bergeming saat melihat wanita itu. Wanita itu menaruh makanan di atas nakas. Sebelum wanita itu pergi Alya mencoba bertanya, siapa tahu bisa sedikit membantunya untuk keluar dari sana.


"Bik," panggil Alya sendu.


"Iya, Nona," jawabnya dengan lembut.


"Saya di mana?"


"Maaf, Non. Tuan Victor telah melarang saya untuk bercerita. Yang jelas kita di atas gunung," terang Wanita Paruh Baya itu.


Alya menghembuskan nafasnya dengan kasar, ia berpikir pasti sekarang sedang berada di villa. "Bandung," gumamnya.


*****


Chika dan Larisa berlari ke dalam rumah Oma Sintia. Semua orang sedang makan malam di sana. Terlihat dari raut wajah Daniel yang sedang kesal. Membuat nyali Chika dan Larisa menciut, sampai di sana Chika dan Larisa saling dorong mendorong tubuh mereka satu sama lain secara bergantian.


"Cepetan kamu cerita," bisik Larisa.


"Kamu aja," ucap Chika sambil berpindah posisi ke belakang Larisa.


"Kalian berdua kenapa sih?" tanya Elsa sambil mengunyah makanannya.


Chika dan Larisa tetap diam saja, dengan posisi ketakutan. "Alya mana?" tanya Daniel dengan suara dinginnya.

__ADS_1


Chika serasa ingin pingsan, sedangkan Larisa sudah bergetar tubuhnya. "A-alya, di-diculik," jawab mereka berdua dengan tergagap.


"Apa!" Daniel membanting gelas jusnya ke lantai.


Elsa langsung mendekati Chika dan Larisa, " Kenapa bisa begitu? Bagaimana ceritanya," ucap Elsa panik.


Ya Tuhan, masalah Velicia saja belum selesai malah kau tambah lagi, gerutu Daniel di dalam hatinya sambil meremas sendok dan garpunya.


"Sudah, kasih mereka tempat duduk Els, buat dia rileks dulu, ambilkan mereka minum," titah Oma Sintia dengan bijaksana.


Elsa pun menuruti kemauan Oma Sinta, setelah itu Chika menceritakan awal kejadian sampai di culik oleh Victor. Daniel marah mencoba menghubungi Alya tidak ada jawaban. Daniel sedikit berpikir apa yang harus ia lakukan. Daniel mencoba mengingat-mengingat saat Daniel melihat jam tangan di pakai oleh Chika dan Larisa. Ia baru ingat jika jam itu dia yang memberikannya.


Daniel mencoba menelpon Johan, "Halo, Jo."


"Apa, Dan?" tanya Johan dengan santai karena ini bukan jam kerjanya lagi.


"Tolong, hubungi team IT kita," titah Daniel sambil berjalan menjauh dari meja makan agar semua orang tidak mengetahui jika jam tangan di pakai mereka didalamnya ada GPS, karena Daniel sengaja memberikan kepada Elsa dan Alya. Akan tetapi Alya telah salah paham dengan kebaikan Daniel. Ia malah meminta lebih sisanya untuk kedua sahabatnya.


"Alya diculik oleh Victor."


"Siapa lagi dia?" Johan binggung.


"Sudahlah, nanti akan aku ceritakan, jika kamu sudah sampai di sini."


"Baiklah, aku akan hubungi team IT kita. Jangan khawatir aku sampai di sana pasti posisi Alya sudah ditemukan," ucap Johan menenangkan Daniel.


*****


"Sudah kalian berdua, jangan takut, Oma akan melindungi kalian, jika Daniel marah," ucap Oma Sintia sambil tersenyum. Mereka tidak tahu jika hati Oma Sintia juga sedang panik untuk menghadapi semua ini.

__ADS_1


"Kalian berdua, ceritakan siapa Victor?" tanya Daniel dengan matanya yang tajam seperti akan memangsa.


"Di-dia, Kakak sepupuku, Tuan," jawab Larisa sampai tergagap karena takut.


"Kenapa dia bisa menculik Alya? Apa Alya mempunyai kesalahan, sampai dia berbuat fatal seperti ini?" Daniel duduk kembali.


"Dia telah menyukai Alya dari dulu, waktu jaman SMA dia pernah menyatakan perasaannya, tapi ditolak olehnya," terang Larisa dengan hati-hati.


"Cari mati dia denganku." Suara Daniel meninggi.


"Apa mungkin dia tidak terima dengan pernikahan Kak Alya? Sampai dia berani berbuat seperti itu," timpal Elsa.


"Dia kaya orang gila, beberapa hari ini, apa lagi tadi dia mengetahui jika Alya hamil. Bisa-bisanya dia bilang akan memiliki Alya seutuhnya bersama calon anaknya." Pengakuan Larisa membuat Daniel panas anaknya akan direbut oleh pria lain.


Tiba-tiba Johan datang dengan wajah yang panik membuat Daniel semakin tak karuan.


Bersambung....


Happy reading guys,


Jagan lupa memberi like, komentar, vote & gift.


Stay tune terus ya guys, jangan lupa tekan tanda favorit agar kalian tidak ketinggalan.


Terimakasih atas dukungan kalian.


1 like pun sangat berarti untukku ❤❤❤


karya Ria Aisyah

__ADS_1



__ADS_2