Pernikahanku ( Pilih Aku Atau Dia)

Pernikahanku ( Pilih Aku Atau Dia)
Remon


__ADS_3

Elsa hanya diam saja, karena kelamaan menjawab Chika menyenggol lengan Elsa. Chika memberi kode agar Elsa menjawab pertanyaan Remon. "Maaf, aku nggak bisa," jawab Elsa, sambil berdiri akan meninggalkan semuanya.


"Mau ke mana, Kak Elsa?" tanya Chika.


"Pulang," jawab Elsa dingin, terlihat dari wajah Elsa sudah muak dengan tingkah Remon.


"Sok jual mahal banget si," ucap Remon.


"Suka-suka, masalah? Buat kamu?" tanya Elsa dengan nada mengejek.


"Sok cantik," sarkas Remon.


Elsa langsung mengambil air minum lalu menyiram ke wajah Remon. "Jaga mulut kamu," ucap Elsa penuh penekanan.


Remon sudah terbawa emosi dengan kelakuan Elsa yang keterlaluan menurutnya. Remon menampar pipi Elsa, belum sampai menyentuh pipi Elsa. Tangannya sudah di tangkis oleh Johan, hingga tubuh Remon hampir terhuyung ke belakang.


"Berani sekali kamu!" teriak Johan.


Dimas dan Tomi langsung menundukkan kepalanya, tanda menghormati Johan. "Tuan," panggil Remon.


"Jangan pernah kasar dengan wanita," tegur Johan.


"Maaf, Tuan. Dia dulu sih, jual mahal, sok cantik," adu Remon.


Johan langsung menampar pipi Remon, lalu ia tertawa sinis. "Jangan pernah hina wanitaku, kamu tahu, dia adalah Elsa Danuarta, kamu tahu dia siapa?" tanya Johan.


Remon langsung mematung, lidahnya terasa kelu berat sekali ingin berbicara. "Kenapa diam?" tanya Johan lagi.


"M-maaf, Nona," ucap Remon sambil membungkukkan tubuhnya.


"Saya peca ...." Belum selesai berbicara, ucapan Johan di pangkas oleh Elsa.


"Sudah pergi sana!" teriak Elsa kesal.

__ADS_1


"Els," panggil Johan syok dengan ucapan Elsa.


"Biarkan dia pergi, Kak." Elsa pergi meninggalkan tempat.


"Sayang," panggil Johan mencoba mengejar Elsa.


"Gila kamu, Re. Pacar si Bos, mana Adik dari Bos besar," ucap Tomi langsung duduk kembali.


"Aduh, kalo kita di pecat, matilah kita." Dimas panik.


"Kenapa kalian berdua tidak bicara," timpal Remon.


"Kan tadi, aku mau bicara, tapi di larang sama, Kak Elsa," jawab Chika.


"Ayo, kita pulang, udah nggak penting kita di sini," ajak Larisa ikut kesal dengan tingkah Remon.


Larisa dan Chika pergi tanpa berpamitan dengan ketiga pria tersebut. Ketiga pria tersebut langsung kesal dengan Larisa dan Chika, pergi tanpa berpamitan. "Dasar gadis-gadis itu," gerutu Remon.


"Kamu si, Re. Terlalu arrogant, sama semua gadis tadi," gerutu Dimas langsung pergi. "Tom, tunggu!" teriaknya.


"Sialan kenapa pada nyalahin aku sih!" Remon bermonolog.


***


"Els, Sayang," panggil Johan sambil meraih tangan Elsa, untuk menahannya tidak pergi.


Elsa langsung menghadap ke arah Johan, Elsa mencoba melepaskan tangannya. "Apa?" Johan tidak mau melepaskan tangannya.


"Aku mau pulang, Kak."


"Ikut aku," titah Johan.


"Mau ke mana, Kak?"

__ADS_1


Johan tidak menjawab, ia langsung membawa Elsa ke parkiran mobil. "Masuk," ucap Johan sambil membuka pintu.


"Aku bawa mobil sendiri," jawab Elsa.


"Jangan menolakku, Els."


Tomi dan Dimas yang berjalan ke arah parkiran mobil. Johan tiba-tiba terbersit ide, untuk memanggil mereka berdua. "Hei, kalian berdua!" teriak Johan.


"Mati kita, mau dipecat kayanya," gumam Dimas was-was.


"Ayo, kita ke sana," jawab Tomi santai.


Mereka berdua berjalan dengan rasa takut untuk menghampiri Johan dan Elsa. Nasib mereka seperti sudah di ujung tanduk. "Iya, Tuan." Tomi mendekat.


"Jangan pecat kami, Tuan," mohon Dimas.


"Kalian!" bentak Johan kesal.


Matilah beneran dipecat ini, gumam Dimas di dalam hatinya.


Kira-kira dipecat nggak ya guys?


Bersambung ...


Happy reading guys,


Jagan lupa memberi like, komentar, vote & gift.


Stay tune terus ya guys, jangan lupa tekan tanda favorit agar kalian tidak ketinggalan.


Terimakasih atas dukungan kalian.


1 like pun sangat berarti untukku ❤❤❤

__ADS_1


__ADS_2