Pernikahanku ( Pilih Aku Atau Dia)

Pernikahanku ( Pilih Aku Atau Dia)
Main Cantik


__ADS_3

Johan bergegas membayar makanan mereka pesan, belum sempat di makan mereka pun sudah pergi karena urgent. Elsa sedikit panik, telepon dari Alya tak kunjung ada jawaban. Elsa berpikir harus menghubungi siapa agar Alya tidak bertemu Velicia di perusahaan.


"Aha," seru Elsa.


"Kenapa, Els? Buat kaget aja kamu tuh."


"Mana, no Nina?"


"Ini." Johan memberikan ponselnya.


"Aku telepon ya,"


"Untuk apa?"


"Untuk mencegah Alya datanglah, apa lagi coba?"


"Oh, iya hampir lupa aku," jawab Johan.


Elsa mencoba menghubungi Nina, untungnya tak perlu menunggu lama Nina langsung mengangkat telepon dari Elsa. "Halo, Tuan," sapa Nina.


"Ini saya Elsa, Kak Nina."


"Baik, Nona. Ada apa ya?"


"Sebentar lagi Nyonya Alya akan ke sana tolong cegah dia, agar tidak bertemu Velicia," titahnya.


"Siap, Nona. Akan saya laksanakan."


"Sekarang di dalam ruangan masih ada Nona Velicia."


"Duh, ular itu, tidak kau usir?"


"Saya usir, Nona. Malah saya mendapatkan tamparan di pipi mulus, saya."


"Wah, memang kurang ajar Velicia itu."


Elsa mematikan teleponnya dengan kesal, Johan tersenyum melihat Elsa seperti itu. "Kok kesel gitu," ucapnya sambil mencubit pipi Elsa.


"Velicia masih di sana, Kak."


"Ya udah, nggak usah sedih. Nanti kamu usir, ya," ucap Johan mencoba menghibur.


****


"Vel, kamu pergi dari sini!" usir Daniel.


"Aku obati dulu lukamu ya?" rayunya.


"Aku nggak butuh, kamu sentuh dan kamu obati, Velicia. Saya bisa sendiri."

__ADS_1


"Aku istrimu, Dan. Aku ingin menjadi istri yang baik, untukmu."


"Kamu hanya istri bayangan, jangan harap kamu meminta lebih dari ini!"


Suara kegaduhan dari dalam ruangan Daniel terdengar jelas saat Alya sudah berdiri di meja Nina. Nina tercengang melihat kedatangan Alya sudah membawa kotak makan siang untuk Daniel. Nina mencoba mengajak Alya pergi, tapi ditolaknya.


"N-nona, Alya," ucap Nina, tergagap karena takut Alya marah dengannya.


"Siapa di dalam?" cecar Alya.


"Itu ..." ucap Nina terhenti dan berpikir mau jujur atau mau berbohong.


Aduh, mau bohong atau jujur, ya? Nasibku jelek sekali hari ini, batin Nina, tersenyum getir mencoba jujur.


"Siapa?" tanyanya lagi.


"Nona Velicia." Jantung Nina sepertinya akan meledak setelah berucap. Takut Alya akan ngamuk dengannya.


"Terima kasih, Kak." Alya tersenyum.


Ternyata di luar ekspektasi Nina, dia kira akan mendapatkan tamparan kedua di pipi yang sama setelah hari ini di tampar oleh Velicia. Alya masuk ke dalam ruang Daniel yang pintunya terbuka lebar. Alya sempat berhenti di depan pintu mendengar pertengkaran Daniel dan Velicia. Daniel tidak peduli lagi dengan Velicia, terus menerus mengusir Velicia.


"Wah, ada istri yang tak di anggap tengah memohon untuk berada di sisi suami sirihnya," ejek Alya, sambil memberi **a**pplause (tepuk tangan).


Alya masuk ke dalam ruang Daniel berucap seperti itu tepat di depan pintu. Membuat Nina ternganga saat melihat kehebatan istri sah bosnya. Nina sampai ikut memberi applause di tempat duduknya.


"Sayang," gumam Daniel duduk di tempat singgasananya.


Velicia yang berada di tepat hadapan Daniel, hanya terhalang meja kantor. Alya menaruh kotak nasi di meja, ia sedikit mendorong tubuh Velicia. "Jangan harap kamu bisa merebut Daniel dariku!" Alya berjalan mendekati Daniel, lalu duduk di pangkuan Daniel membuat Velicia ingin sekali mengamuk.


***


"Ih buruan, Kak Johan."


"Bentar lagi sampai," protesnya.


"Ini Kak Alya sudah sampai, aku sudah mendapat pesan dari Kak Nina, aduh..." Elsa mulai panik.


Sampai di depan perusahaan Johan parkir tepat di depan pintu lobi. Johan berlari memberikan kunci kepada security agar memindahkan mobilnya. Elsa sudah berlari terlebih dahulu masuk ke dalam lift meninggalkan Johan yang masih sibuk berbicara dengan security. Sampai di atas di ruangan Daniel, Elsa melewati Nina dengan cuek. Ia memilih masuk, ia takut Alya jambak-jambakan dengan Velicia akan mengakibatkan kandungannya kenapa-kenapa.


"Stop!" teriak Elsa.


"Apa yang stop, El?" tanya Alya.


Elsa tercengang saat melihat Alya duduk dipangkuan Daniel, Velicia hanya bisa menahan amarahnya terlihat tangannya mengepal. Elsa mendekati Velicia, tiba-tiba ia menampar pipi mulus nya. Elsa terlihat sangat marah, Johan mengetahui itu lalu memisahkan Elsa.


"Elsa jangan, Sayang." Johan menghalangi tubuhnya.


"Itu balasan buat wanita murahan sepertimu, gara-gara kamu, Kak Daniel di tampar oleh Papa. Apa kamu tidak mengerti bahasa manusia, Velicia," tegas Elsa.

__ADS_1


"Apa salahku? Aku memang istrinya Daniel. Wajar aku memperkenalkan diriku, dihadapan orang tuamu," balas Velicia tidak mau kalah.


Sial, susah banget ngalahin Velicia. Apa perlu aku ngomong pakai bahasa binatang, agar dia mengerti, gerutunya dalam hati.


"Salah kamu..." Elsa berjalan lalu memegang pundak Velicia lalu membisikkan sesuatu hanya mereka berdua yang tau. "Kamu hamil, bukan anak Kak Daniel kan? Aku tahu semuanya," bisik Elsa.


Tubuh Velicia terasa kaku tiba-tiba, lidahnya terasa kelu sulit untuk berbicara untuk melawan Elsa. Padahal Elsa hanya berpura-pura mengatakan itu. Ternyata, reaksi Velicia luar biasa menurutnya. Elsa memundurkan tubuhnya, ia tersenyum smirk. Velicia langsung berjalan mundur memutar tubuhnya lalu berlari keluar sambil berteriak.


"Tunggu pembalasanku Elsa!"


"Huft." Elsa membuang napasnya dengan kasar.


"Hebat banget kamu, Els. Bisa mengusir, Velicia," puji Daniel.


"Aku tidak sepertimu, Kak! L-E-M-AH! Lemah," ucap Elsa sampai mengejanya.


"Lemah itu bukannya, kalo di siram air itu tumbuhnya rumput," seloroh Johan.


"Astaga, Kak Johan pakai bahasa planet mana?"


Daniel tertawa terbahak-bahak, mendengar joke (lelucon) Johan. Alya hanya terdiam karena dia tak mengerti itu bahasa apa. Akhirnya Johan menjelaskan kepada Alya dan Elsa. Johan merasa gagal membuat tertawa Elsa.


"Lemah kalo bahasa Indonesianya adalah tanah Elsa, itu bahasa Jawa," terangnya Johan.


"Oh, begitu," jawab Elsa tanda ia mengerti.


****


Velicia masuk ke dalam lift dengan wajah kesal. Pikir Velicia, bagaimana Elsa bisa tahu jika itu bukan Daniel. Velicia keluar dari lift langsung menuju basement yang berada di perusahaan Daniel.


Istilah basement, biasanya mengacu pada satu atau lebih lantai yang sebagian atau bahkan seluruhnya berada di bawah lantai dasar bangunan. Biasanya hanya untuk menjadi tempat parkir di kota-kota besar.


Velicia sudah menemukan mobilnya, ia langsung tancap gas mencari keberadaan Arsen. Velicia juga sambil menghubunginya di dalam mobil. Tiba-tiba ponselnya terjatuh dalam genggamannya. Velicia berusaha mengambil ponselnya. Velicia yang sudah tak fokus dengan kemudinya.


Tin...


Tin...


Bersambung....


Happy reading guys,


Jagan lupa memberi like, komentar, vote & gift.


Stay tune terus ya guys, jangan lupa tekan tanda favorit agar kalian tidak ketinggalan.


Terimakasih atas dukungan kalian.


1 like pun sangat berarti untukku ❤❤❤

__ADS_1


__ADS_2