Pernikahanku ( Pilih Aku Atau Dia)

Pernikahanku ( Pilih Aku Atau Dia)
Restoran


__ADS_3

"Aku mau ke toilet bentar, tunggu ya," pamit Chika.


"Apa sih, Chik. Kamu bawa aku ke sini?" ketus Larisa.


"Aku lihat tadi kamu bisik-bisik kepada Kak Victor, habis itu sikap mu berubah dingin gitu," cecar Chika.


"Nggak pa-pa, Chika," ucap Larisa mencoba menutupi semuanya, jika Victor akan berniat mendekati Alya.


"Jangan bohongi aku, Sa. Aku bukan Alya, yang begitu saja percaya dengan ucapan mu," tegasnya.


Matilah, kalo Chika tahu, habis itu Kak Victor sama Chika, bisa kena ceramah tujuh hari tujuh malam, batinnya sedikit panik.


"Larisa," panggil Chika.


Larisa bergeming, tidak ada tanda-tanda jawaban dari Larisa. Chika menduga pasti ada sesuatu yang telah terjadi. Firasatnya tidak pernah salah selama ini. Tidak ada jawaban dari Larisa, Chika telah pergi meninggalkan Larisa yang di dalam toilet umum kampus.


"Chik, tunggu!" teriak Larisa sambil berlari.


"Loh, Alya ke mana? Kak Victor juga nggak ada." Chika binggung.


"Coba cek ponsel, Chik," titah Larisa.


Benar terjadi, Alya telah menghubungi Chika beberapa kali tidak ada jawaban karena ponselnya hanya di silent. Chika membuka pesan ternyata Alya sudah pergi dengan Victor ke bioskop lebih dahulu. Chika dengan santai memasukkan ponselnya.


"Di mana Alya, Chik?"


"Dia udah ke bioskop duluan nih, yuk, nyusul," ajak Chika.


"What!" teriak Larisa terlihat panik.


"Kenapa sih, panik gitu. Kaya Kak Victor akan berbuat jahat saja," ucap Chika santai karena belum mengetahui kebenarannya.


"Ayuk, buruan kita susul, nanti kau jelasin di mobil," titah Larisa sambil berlari menuju mobilnya.


Larisa masuk ke dalam mobilnya, lalu ia tancap gas dengan lincah ia menyalip kendaraan-kendaraan yang ada dihadapannya. "Sa! Aku belum mau mati." Chika panik.


"Firasat aku, nggak enak, Chik."

__ADS_1


"Lebay lo ah," sungut Chika, sebenarnya ia ketakutan saat Larisa membawa mobil dengan mengebut.


****


"Loh, kok kita nggak ke bioskop, Kak? Kenapa malah kita ke sini?" tanya Alya binggung.


"Ya sudah, makan aja dulu, pasti kamu lapar," ajak Victor.


"Duh, nanti Chika sama Larisa nyariin kita, loh kan belum di kasih tahu, jika kita di sini." Alya mengambil ponselnya yang berada di dalam tasnya.


Dengan cepat Victor merebut ponsel Alya, "Sudah masukin aja ponselmu, Al. Aku sudah mengirimkan pesan. Sebentar lagi sampai," terang Victor lalu mengembalikan ponsel Alya.


"Oke," jawab Alya sedikit ragu.


Victor pun memesan makanan di restoran itu, Alya pun ikut memesan juga. Setelah memesan makanan Victor pamit ke toilet. "Al, aku ke toilet sebentar ya, tunggu sebentar," pamitnya.


"Oh, iya Kak." Alya sedikit curiga dengan gelagat aneh Victor.


Ternyata Victor tidak ke toilet melainkan dia bertemu dengan pelayan yang melayaninya tadi. "Mbak, saya minta tolong masukkan ini ke minuman perempuan tadi," titah Victor.


"Apa ini, Tuan? Saya tidak berani jika ketahuan manager, pasti saya akan di pecat," tolak Pelayan itu.


"Duh, gimana ya, Tuan?"


"Mana nomer rekening mu? Biar aku kirimkan sekarang," nego Victor.


"Baiklah, nomernya xxxxxxxx," ucapnya.


Victor tidak lama langsung mentransfer sejumlah uang untuk pelayan tadi. Victor langsung kembali ke tempat duduknya kembali. Alya terlihat duduk dengan tenang sedang memainkan ponselnya.


Flashback on


Sebelum datangnya Victor, Alya telah mendapatkan telepon dari Larisa. Alya dengan santai mengangkat teleponnya. Alya melihat ponselnya sebentar lagi mati, ia pun tak merasa panik.


"Halo, Al. Kamu di mana?" tanya Larisa dengan panik.


"Aku lagi makan di restoran langganan kita makan, bukannya Kak Victor sudah memberitahu Chika, apa dia tidak bercerita?"

__ADS_1


"Hah! Aku tidak tahu, Al. Nanti aku tanyakan, tolong kamu ...." telepon pun mati, ponsel Alya lowbat.


"****! Teleponnya mati," umpat Larisa.


"Sebenarnya ada apa sih, Sa? Aku dari tadi seperti orang bodoh." Chika binggung.


"Kamu tahukan jika Kak Victor menyukai Alya. Tadi saat aku melarangnya, ia sempat membisikkan sesuatu kepadaku."


"Iya, apa?"


"Katanya dia akan memiliki Alya, akan merebutnya dari suaminya," ucap Larisa sedikit bergetar.


"Astaga, kenapa kamu tidak memberitahu aku dari tadi, tidak akan seperti ini, jika kamu memberitahu aku dari tadi." Chika kesal campur frustasi.


"Mana telepon mati lagi." Larisa mencoba berpikir.


****


"Wah, maaf ya, Al. Agak lama," ucap Victor sambil tersenyum.


"Santai saja, Kak. Oia, tadi Larisa meneleponku katanya mereka di bioskop, apa dia tidak membaca pesan Kakak?" tanya Alya sambil mengunyah makanan.


"Ya udah, kamu makan dulu, pasti lapar kan, kasian anak yang berada dalam perutmu," titah Victor.


Bersambung....


Happy reading guys,


Jagan lupa memberi like, komentar, vote & gift.


Stay tune terus ya guys, jangan lupa tekan tanda favorit agar kalian tidak ketinggalan.


Terimakasih atas dukungan kalian.


1 like pun sangat berarti untukku ❤❤❤


Karya R.angela

__ADS_1



__ADS_2