
Karya baru kakak-kakak semua, tolong mampir ya 🙏🙏🙏
Baca ini dijamin naik darah 😆
"Kamu, bohong! Aku benci kamu Arsen." Velicia mendorong tubuh Arsen agar menjauh.
Tangis Velicia pecah, saat mengetahui kenyataan sulit mendapatkan pendonor mata. Arsen berdiri mendekati Velicia, lalu ia berkata. "Apa kamu mau, memakai kedua mataku?" tanya Arsen spontan.
Velicia bergeming, ia langsung menghentikan tangisnya secara mendadak. "Kamu serius, Ars?" tanya Velicia sambil menyeka air matanya sendiri.
"Jika kamu bahagia, aku rela, Vel." Arsen memeluk Velicia kembali.
Cintaku kepadamu tulus, Vel. Semoga kamu mengerti dengan apa yang aku lakukan untukmu, gumam Arsen di dalam hatinya.
"Jadi kapan kamu akan bicara dengan Dokter Doni, Ars?"
"Nanti aku akan bicara dengannya,jangan khawatir," ucap Arsen.
Baguslah, jika Arsen mau mendonorkan matanya untukku. Daniel, tunggu aku, Sayang, batin Velicia sedang bahagia.
*****
Keesokan harinya, Elsa ke kampus dengan wajah cerianya. Ia berjalan menuju kelasnya, dengan gontai tanpa beban. Elsa mencoba melupakan kejadian kemarin seperti angin lalu. Tiba-tiba Ana datang berlari menghampiri Elsa dengan tergopoh-gopoh.
"Kamu ada apa, Ana? Lari kaya dikejar setan saja," gerutu Elsa.
"Ada gosip yang membagongkan tahu," ucap Ana sambil memberi tahu.
"Panas, neduh yuk," ajak Elsa ke kantin.
"Bolehlah, sekalian pesan minum, ya?" tanya Ana sambil tersenyum.
"Pesen saja, sampai kamu muntah," ejek Elsa.
__ADS_1
Akhirnya Ana pergi menemui ibu kantin, dengan memesan beberapa makanan. Setelah itu dia duduk kembali ditempatnya. "Jadi gini, Els." Ana sedikit ragu ingin bercerita.
"Apa si, Na? Dari tadi kamu muter-muter gitu ngomongnya," ucap Elsa sambil menopang dagunya.
"Ee ..., Talita, Els." Ana tak kuat melanjutkan ucapannya.
"Kenapa sama tu orang," ketus Elsa.
"Dia ... masuk rumah sakit," ucap Ana dengan suara gemetar.
"Dia kenapa, Na? Jangan buat tebak-tebakan dong, aku binggung nih," balas Elsa dengan kesal.
"Dia udah nggak, Na!" teriak Hendrik tiba-tiba.
"Apa sih kalian itu, ngomong yang jelas! Jangan buat aku bingung," bentak Elsa.
"Talita meninggal, Els."
"Apa!" Belum sempat melanjutkan ucapannya, Elsa pingsan.
"Halo, Els. Di mana kamu? Aku udah selesai, mau keluar kelas ini," ucap Alya memberi tahu.
"Ma, Al. Elsa lagi di klinik kampus," jawab Ana.
"Loh, ini siapa?"
"Aku Ana, teman sekelas Elsa," terangnya.
"Ngapain kalian berdua, di klinik kampus?"
"Elsa, pingsan."
"Hah! Wait ..." teriak Alya, lalu mematikan ponselnya.
Dengan tergesa-gesa, Alya berjalan menuju klinik kampus. Chika dan Larisa melihat Elsa panik ia langsung menghampirinya. "Al," panggil Chika dan Larisa secara bersamaan.
__ADS_1
Alya langsung menghentikan langkahnya, lalu menoleh ke arah sumber suara. "Kenapa?" tanya Alya sendu.
"Kamu itu lagi hamil, pelan-pelan dong jalannya," tegur Chika.
"Elsa, pingsan. Sekarang ada di klinik kampus, aku khawatir dia kenapa-kenapa."
"Ya udah, kita ke sana bersama-sama saja," ajak Larisa.
Alya hanya menganggukkan kepalanya, akhirnya mereka bertiga menemui Elsa di klinik kampus. Sampai di sana Elsa belum sadarkan diri, cukup lama ia pingsan sepuluh menit tidak bangun-bangun. Saat Elsa membuka mata, ia mencoba bangun dari tidurnya.
"Talita di mana sekarang," ucap Elsa dengan histeris.
"Sabar, Elsa. Talita sudah tenang di surga," ucap Alya sambil memeluk sang adik ipar.
"Kenapa Talita pergi secepat itu," ucap Elsa menangis dengan tersedu-sedu.
"Rumahnya di rampok oleh mantan anak buah, ayahnya, Els," terang Ana.
"Lalu? Kenapa Talita, Ana?" Elsa tetap tidak percaya.
"Dia diperk*sa, lalu dibunuh oleh perampok itu," terang Ana kembali.
"Ya Tuhan, Talita ...." Elsa berdiri lalu bersimpuh di lantai ia merasa bersalah dengan kejadian kemarin. Elsa merasa kenangan terakhir bersama Talita adalah kenangan buruk. Seharusnya adalah kenangan indah yang harus diciptakan, tapi tidak mungkin dilakukan. Semuanya telah terlambat, Elsa hanya bisa menangisi kenangan itu.
Bersambung....
Happy reading guys,
Jagan lupa memberi like, komentar, vote & gift.
Stay tune terus ya guys, jangan lupa tekan tanda favorit agar kalian tidak ketinggalan.
Terimakasih atas dukungan kalian.
1 like pun sangat berarti untukku ❤❤❤
__ADS_1