Pernikahanku ( Pilih Aku Atau Dia)

Pernikahanku ( Pilih Aku Atau Dia)
Drama Ruang ganti


__ADS_3

"Maaf, Sayang." Daniel mengalah demi kestabilan bumil.


Akhirnya Alya keluar dari mobil lalu pindah duduk di depan bersama Daniel. Elsa langsung mengerucutkan bibirnya melihat sang kakak ipar memilih duduk di depan. Daniel tersenyum lalu mencium pipi Alya.


"Terima kasih," ucap Daniel merasa menang dari Elsa.


"Ish, lo, gue end, Kak Alya." Elsa ngambek.


"Els, mengalah akan lebih baik. Kita mengalah bukan berarti kalah, Elsa." Alya terlihat bijaksana.


"Iya-iya, Nyonya Daniel Danuarta," cibir Elsa.


Sampai di butik ternyata Johan sudah sampai terlebih dahulu di sana. Ia sedang duduk di sofa sambil mengenakan kacamata hitam. Tangan Johan membuka majalah fashion. Terlihat para pelayan butik banyak yang terpesona dengan kegantengan Johan. Elsa merasa cemburu melihat calon suaminya di dikerubuti oleh banyak wanita selain pelayan.


"Waduh, kaya ada kebakar ni, Mas," sindir Alya.


"Kamu punya air nggak, Sayang?"


"Buat apa?"


"Buat nyiram Elsa, biar padam apinya," ejek Daniel.


"Berisik deh," sungut Elsa.


Daniel dan Alya hanya bisa tertawa melihat tingkah Elsa sedang cemburu. "Udah sana masuk, usir wanita-wanita itu," titah Alya.


"Ih, gengsi tahu."


"Daripada kamu nggak jadi nikah, calon suami diambil orang tuh, lihatlah," timpal Daniel memanas-manasi Elsa.


"Dasar kompor, ya." Elsa langsung pergi meninggalkan Daniel dan Alya.


****


"Maaf, Tuan. Sendirian saja?" tanya Wanita Penggoda.

__ADS_1


"Lagi nunggu seseorang," jawab Johan acuh.


Elsa yang di belakang Johan terlihat sangat kesal. Ih, apaan si Kak Johan ini! Bukan bilang nunggu calon istri malah ngomong nunggu seseorang, gerutu Elsa dalam hati.


"Tuan, boleh saya duduk di sini?" tanyanya lagi.


"Silakan, ini kan tempat umum, siapa saja bisa duduk di sini," terang Johan.


Elsa mulai panas, dadanya terasa sangat sesak. Rasa cemburu mulai berkobar, Elsa mencoba tenang untuk menghadapi wanita penggoda tersebut. Saat wanita tersebut mulai berdekatan duduk di samping Johan. Elsa dengan tenang mengambil majalah di tangan Johan lalu duduk di pangkuannya. Johan sedikit terkejut dengan kedatangan Elsa.


"Berani kamu, Kak," bisik Elsa di telinga Johan.


Wah, rasa-rasanya Elsa cemburu dengan wanita duduk di sebelahku, gumam Johan dalam hati.


"Sayang, kamu sudah datang?" tanya Johan.


"Sudah," jawabnya manja sambil mengalungkan tangannya di leher Johan.


Secara perlahan wanita yang mendekati Johan langsung pergi. Alya dan Daniel tertawa melihat tingkah Elsa yang agresif. Elsa menatap tajam Johan, seolah-olah Elsa meminta penjelasannya.


"Apa?" tanya Johan.


"Hei, kalian berdua, ini momen bahagia kita, sudahlah Els," tegur Daniel.


Elsa pun meninggalkan mereka bertiga, ia lalu pergi memilih-milih gaun yang akan dikenakan di pesta pertunangan. Johan hanya bisa diam, sambil mengikuti Elsa sedang sibuk memilih-milih gaun. Tiba-tiba Elsa menghentikan langkahnya tanpa sengaja Johan menabrak Elsa dari belakang.


"Aau!" teriak Elsa.


"Maaf," lirih Johan.


"Maaf, untuk apa?"


"Udah nabrak."


"Udah, cuma itu aja?" tanya Elsa penuh penekanan.

__ADS_1


"Memangnya, apa lagi?" Johan binggung.


"Terserahlah," jawab Elsa, lalu meninggalkan Johan. Tak lupa Elsa menyambar gaun yang akan ia kenakan membawanya ke ruang ganti.


"Dasar perempuan," gumam Johan sedikit kesal.


Johan cepat-cepat mengejar Elsa ke ruang ganti. Sebelum Elsa mengunci pintunya Johan mendorong pintu tersebut dengan keras, hampir saja Elsa terhuyung ke belakang. Elsa mengetahui Johan masuk ke dalam ruang ganti. Ia langsung mengusirnya dengan memukuli Johan.


"Stop, Elsa." Johan menahan tangan Elsa di dinding.


Elsa menatap tajam Johan seakan Elsa akan memakan Johan hidup-hidup. Elsa mulai memberontak tapi, apa daya tenaga Johan lebih besar dari tenaga Elsa. Johan tetap setia menahan tangan Elsa dinding lalu ia membisikkan sesuatu.


"Lepasin, Kak," lirihnya.


"Nggak mau." Daniel tersenyum devil.


"ish, mesum," gerutu Elsa.


"Mau kamu apa? Marah-marah nggak jelas gini? Aku binggung," protes Johan.


"Sudahlah," elak Elsa.


"Cium dulu, biar aku lepasin," ucap Johan sambil menaik-turunkan alisnya.


Kali ini Elsa telah dirasuki setan mana, dia berani sekali mencium Johan dengan intens. Elsa melihat di ruang ganti ada bangku kecil, entah kenapa ada bangku kecil di dalam ruang ganti. Elsa mendorong tubuh Johan menyuruhnya duduk di kursi itu. Johan pun menurutinya dengan senang hati. Elsa duduk di pangkuan Johan dengan menangkup wajahnya. Terjadi hujan lope-lope di dalam kamar ganti. Seagresif itu Elsa, sampai Johan menikmati dengan senang hati.


"Astaga, lama sekali, Mas. Elsa gantinya," gerutu Alya di luar ruang ganti sedang menunggu bersama Daniel.


Bersambung....


Happy reading guys,


Jagan lupa memberi like, komentar, vote & gift.


Stay tune terus ya guys, jangan lupa tekan tanda favorit agar kalian tidak ketinggalan.

__ADS_1


Terimakasih atas dukungan kalian.


1 like pun sangat berarti untukku ❤❤❤


__ADS_2