
Tiba-tiba Velicia melihat Daniel berjalan dengan Alya begitu mesra. Dengan mengandeng tangan Alya, mereka berdua merasa seperti mempunyai dunia sendiri. Velicia melihat mereka berdua merasakan panas dalam hatinya. Dia turun dari mobil lalu membantingnya. Daniel sampai menghentikan langkahnya dan Alya menatap Velicia acuh. Pikir Alya dia adalah istri Daniel seorang, dan ternyata itu tidak.
"Daniel!" teriak Velicia.
Daniel dengan santai mendekati Velicia, menarik tangan Alya. Alya mengikuti Daniel, di genggam erat tangan Alya. Alya hanya tersenyum, ia pikir Daniel telah memilihnya dan kenyataan tidak. Ia telah menduakan hati Alya.
"Ngapain kamu di sini?" tanya Daniel, seperti mahluk tak punya hati.
"Aku," ucap Velicia dengan penuh dramanya.
"Cari kamu, Sayang. Anak kita rindu belaian, kamu," lanjutnya sambil mengelus-elus perutnya.
Alya langsung menatap Daniel dengan penuh penjelasan. Daniel hanya tersenyum menatap Alya, tanda Daniel sedang tidak mengakui Velicia. Alya hanya menertawakan Velicia, menurutnya Velicia kebanyakan berhalusinasi.
"Kasian banget ya, ngaku-ngaku hamil. Di depan istri sahnya," cibir Alya.
"Aku memang hamil!" teriaknya sambil melempar foto USG di wajah Alya.
Alya bukan mengambilnya malah menginjaknya. Alya tertawa sinis, padahal di dalam hatinya hancur berkeping-keping. Alya berpikir keras, harus percaya kepada siapa saat ini.
"Kamu!" teriak Velicia.
"Apa? Foto kaya gini bisa di edit," kilah Alya, walaupun sebenarnya Alya percaya foto itu asli.
Bagus, istri Daniel Danuarta nggak boleh lemah, batin Daniel.
"Kamu tau? Aku sudah menikah sirih dengan Daniel," ejek Velicia.
Velicia menunjukkan foto pernikahannya dengan Daniel diponselnya. Alya mengambil ponsel Velicia langsung membantingnya lalu menginjak-injaknya. Daniel terkejut melihat tingkah Alya yang tiba-tiba bar-bar.
"Kamu!" teriak Velicia lagi. Velicia tidak sabar langsung menjambak rambut Alya.
Alya tak mau kalah, langsung membalasnya. Arsen dan Daniel sempat memisahkan mereka berdua. Tetapi mereka juga kewalahan Alya berubah bar-bar menendang lutut Velicia. Velicia terhuyung dengan sigap Arsen menangkap tubuh Velicia.
__ADS_1
"Mampus, mati aja lo!" Alya meninggalkan mereka bertiga.
Daniel mengejar Alya yang berlari menjauh darinya. Arsen dengan sabar membantu Velicia berdiri. Velicia merasakan kesakitan di lututnya.
"Akan ku, bunuh mereka," gumam Arsen.
Arsen langsung menggendong tubuh Velicia. Mereka langsung menuju rumah sakit. Untuk melihat keadaan Velicia aman atau tidak. Arsen yang tadinya hanya mencintai uang Velicia, setelah mengetahui Velicia hamil. Arsen berubah mencintai Velicia dengan tulus.
*****
"Sayang, tunggu!" teriak Daniel sambil berlari.
Alya acuh tetap saja berlari sekencang mungkin. Sampai akhir mereka berlarian di pinggir jalan. Alya yang kalut menyebrang tanpa melihat ke kiri ke kanan. Alya menyebrang saja, padahal banyak mobil berlalu lalang tiba-tiba.
Tin....
Suara klakson mobil terdengar sangat keras. "Alya!" teriak Daniel dari kejauhan.
"Cari mati ya!" teriak pengemudi tersebut lalu pergi.
Daniel membawa Alya ke tepi jalan, ia gandeng Alya masih terkejut. Sampai di tepi jalan Alya menghempaskan tangan Daniel. Alya sedikit menjauh dari Daniel.
"Jangan dekat-dekat," ucapnya.
"Aku bisa jelaskan, Sayang."
Mereka yang bertengkar di pinggir jalan, banyak orang yang memperhatikannya. Sampai mereka memvideo Daniel dan Alya. Alya merasa risih divideokan akhirnya ia mengalah mendekati Daniel lalu menggandengnya. Mereka berdua pergi mencari tempat sepi.
*****
"Haduh, kenapa guling aku keras banget, si," gumam Elsa sambil mengusap-usap matanya.
"Apa si, El. Berisik banget," jawab Johan dengan suara seraknya.
__ADS_1
Alya bergeming, karena kesadaran Elsa belum seratus persen sadar. Elsa memeluk Johan kembali, Johan hanya bisa menyambutnya. Beberapa menit kemudian, Elsa menyadari ada kesalahan ia langsung membuka matanya lebar-lebar.
"Aaaaa..." teriaknya.
Elsa langsung duduk menutupi badannya dengan selimut. Elsa pikir dirinya telah melakukan dengan Johan. Johan hanya tertawa melihat tingkah Elsa terlalu mendramatisir keadaan.
"Kamu kenapa?"
"Kak Johan, jahat!"
"Aku jahat kenapa?" Johan berpura-pura tidak tau. "Seharusnya kamu terima kasih denganku," lanjutnya.
"Kamu sudah menodaiku," ucapnya sendu.
"Hei, cantik," godanya sambil mengelus rambutnya.
Elsa mengibaskan tangan Johan, lalu menangis. Johan memeluknya dengan sayang, ia mengelus rambut Elsa lagi. Elsa berontak, tubuh Johan lebih besar darinya ia tidak bisa mengelak hanya bisa pasrah.
"Coba, kamu lihat, pakaianmu. Masih utuh tidak?"
Elsa langsung membuka selimutnya, ia tersenyum jengah. "Maaf," cicitnya.
Bersambung.....
Happy reading guys,
Jagan lupa memberi like, komentar, vote & hadiah.
Stay tune terus ya guys, jangan lupa tekan tanda favorit agar kalian tidak ketinggalan.
Terimakasih atas dukungan kalian.
1 like pun sangat berarti untukku ❤❤❤
__ADS_1