Pernikahanku ( Pilih Aku Atau Dia)

Pernikahanku ( Pilih Aku Atau Dia)
Kepergok


__ADS_3

"Astaga, Elsa. Kamu tuh ngomong apa sih?" Suara Alya sedikit meninggi.


"Kenapa si, Kak, memang benarnya begitu kok. Aku sangat membenci Velicia."


"Apa yang membuatmu membencinya? Bukan, karena aku kan?"


"Sebelum aku mengenal, Kakak. Aku sudah sangat membencinya."


"Alasannya, Elsa?"


"Gara-gara wanita murahan itu, Kak Daniel lupa dengan keluarga, sampai Oma masuk rumah sakit, Kak Daniel tidak mau menengoknya malah pergi bersamanya." Elsa terlihat sangat kesal.


"Oke, Maaf ya," pinta Alya.


"Hem." Elsa hanya menjawab dengan berdehem.


Kenapa si, Kak Alya. Kamu begitu lembut, mencoba kuat menghadapi ini. Belum tentu Velicia di posisimu dia akan baik denganmu, batin Elsa menatap Alya sendu.


"Kenapa, Els?"


"Nggak pa-pa kok, Kak."


"Maaf, Non. Kita sudah sampai tujuan," timpal Supir Taksi online.


"Ini, Pak." Alya memberikan uang.


"Ya ampun, Non ini banyak sekali uangnya," tolak Supir Taksi online.


"Terima saja, Pak. Anggap saja ini bonus buat Bapak," ucap Alya sambil tersenyum.


"Baik sekali, Nona ini. Semoga kebaikan Nona, di balas oleh Tuhan."


"Doakan saja, istri kedua suami saya, lekas sembuh ya, Pak," lantur Alya.


"Astaga, ini orang udah nggak waras," gerutu Elsa sambil keluar dari mobil.


"Elsa, tunggu!" teriak Alya dari dalam mobil.

__ADS_1


****


Alya sedikit ragu ingin melangkah ke ruangan Velicia. Elsa dengan santai melangkah tanpa beban. Saat masuk ke dalam kamar inap Velicia, karena sudah dipindahkan ruang VVIP. Ternyata banyak alat yang di tempelkan di ditubuh Velicia. Alya melihatnya merasa sedih, tidak tega dengan kondisi Velicia. Elsa mendekati Velicia dengan mengumpat.


"Kenapa si lo, nggak mati aja, buat susah orang susah aja," umpat Elsa.


"Astaga, Elsa. Pelan kan suaramu," lirih Alya sambil mencubit pinggang Elsa.


"Ih, Kak Alya. Sakit tahu," gerutu Elsa.


"Biarin, orang kamu jahat banget kalo ngomong."


Tiba-tiba pintu terbuka, Arsen masuk ke dalam ruangan. Raut wajahnya yang letih, sangat terlihat sekali. Arsen menatap Alya dan Elsa dengan tidak suka.


"Kalian berdua, kenapa ke sini? Velicia tidak butuh kalian, yang dibutuhkan Velicia adalah Daniel," cibir Arsen.


"Aslinya, aku ke sini juga malas tahu, kalo nggak karena Kakak ipar ku yang mengajak ku ke sini, ogah," balas Elsa tak kalah sengit.


"Pergi sana!" usir Arsen.


"Aku doain, ya. Velicia itu cepat mati!" bentak Elsa dengan tidak suka.


Belum sampai tangan itu menyentuh pipi mulus Elsa. Alya mencoba menahan tangan Arsen, saat Arsen menarik tangannya dengan kasar. Hampir saja Alya terjatuh ke lantai jika tidak dibantu oleh Daniel tiba-tiba muncul.


"Mas," lirih Alya.


Daniel membenarkan tubuh Alya, Daniel langsung berlari menghajar Arsen. Alya sempat ingin memisahkan Daniel dengan Arsen yang sedang berkelahi. Namun, Elsa menahan tubuh Alya dengan erat.


"Els, lepaskan aku," titah Alya.


"Kakak, mau ngapain sih? Udah biarin Kak Daniel aja," ucap Elsa dengan suara meninggi.


"Kasian Arsen, babak belur, Els." Alya tetap membela Arsen.


"Apa Kakak lupa? Barusan saja Kakak akan di tampar olehnya, masih saja mau membelanya."


Akhirnya Alya mengalah dengan semua ini, ia hanya diam. Melihat Daniel telah lengah dari perkelahian, Alya langsung menarik tangan Daniel. Arsen hanya bisa tergeletak di lantai karena kalah dari Daniel.

__ADS_1


"Mas, udah." Alya memohon.


"Kalian berdua ngapain di sini?" tanya Daniel menyeringai.


Alya dan Elsa hanya saling menatap mereka saling pandang satu sama lain. Alya menelan ludahnya dengan kasar. Alya bingung mau alasan apa, Daniel terlihat sangat marah. Membuat Alya takut, untungnya Elsa mampu mencari alasan untuk mereka berdua.


"Ada teman yang sakit, Kak. Jadi kami berdua mampir ke sini dulu, baru ke kampus." Elsa berbohong.


"Oh, ya?" ejek Daniel.


Buka Elsa namanya jika ia tidak bisa memutar balikkan fakta. Elsa berjalan mendekati Daniel lalu ia berkata. "Kakak ngapain ke sini?" Elsa berbalik bertanya. " Jangan-jangan, Kakak rindu dengan istri keduamu?"


Hebat bener punya adik ipar, batin Alya yang ingin tertawa melihat ekspresi Daniel.


"Iya, Mas. Kamu mau menemui Velicia? Katanya kamu tadi tidak mau ke sini." Alya berpura-pura merajuk.


"Memang aku mau ke sini, mau menceraikan Velicia," jawab Daniel.


"Hah!" Alya terkejut.


Elsa tersenyum mendengar pernyataan sang kakak. Tiba-tiba suara ketukan terdengar dari luar. Daniel membuka pintu mempersilakan orang tersebut masuk. Daniel senang akhirnya masalahnya dengan Velicia agar segera selesai.


Duh, kira-kira siapa ya yang dateng?


Bersambung....


Happy reading guys,


Jagan lupa memberi like, komentar, vote & gift.


Stay tune terus ya guys, jangan lupa tekan tanda favorit agar kalian tidak ketinggalan.


Terimakasih atas dukungan kalian.


1 like pun sangat berarti untukku ❤❤❤


__ADS_1


Karya kak Lusiana Anwar ♥️


__ADS_2