Persembunyian Pewaris

Persembunyian Pewaris
ep 10


__ADS_3

"kenapa kak" itu adalah kata kata yang keluar dari mulut adiknya, Yoga bernafas lega, dia langsung bergegas bertanya kenapa adiknya bisa di rumah dan bertanya dimana ibu, adiknya mengatakan jika dia di suruh pulang sama ibunya karena kakak sendirian di rumah, tumben ibu begitu ucap Yoga lalu meninggalkan adiknya.


Di kamar Yoga menimbang nimbang apa dia harus melaporkan kejadian ini pada pak Reno atau mendiamkan dulu hal ini sampai dia punya alasan yang jelas untuk memilih, dia benar benar gusar dan tiba tiba suara ketukan pintu mengagetkannya, tak seperti biasa Yoga jadi suka kaget karena masih ketakutan saat ini, ternyata itu ibunya yang mengajaknya makan malam


Di keheningan pagi buta, seperti biasa Farel bersiap untuk olahraga sambil menunggu jam 5 pagi, dia duduk di dalam kamar sambil minum jus alpukat, pemandangan subuh yang bisa di lihat dari jendela besar di kamarnya, dia melihat bus berhenti tidak di halte semestinya, seorang wanita dengan barang bawaan keluar dari bus itu, dia adalah Yuna yang sepertinya membawa banyak barang, Farel bergegas keluar hendak menemui Yuna


Di luar Farel langsung menegur Yuna, mau ku bantu ucapnya, awalnya Yuna menolak namun karena Farel memaksa dia jadi memperbolehkan Farel membantunya, Farel bertanya kenapa pagi pagi begini dia sudah ada di sini, Yuna bilang dia sekarang jadwal membeli bahan makanan tadi dia ketiduran sampai busnya kelewat dari halte depan kantor, Farel tertawa sedang Yuna menahan malunya, Yuna bertanya iseng pada Farel, ada apa di kantor kenapa anak anak baru mukanya pada masam semua, Farel bingung mau menjelaskan dari mana, dia berkata banyak anak baru yang di teror karena di curigai sebagai sang pewaris, Farel tidak heran kalau Yuna tidak tau situasi ini, selain yuna ada di bagian kantin dia juga perempuan dan rumornya sang pewaris itu laki laki, dia bersyukur karena tidak ada kabar kalau pewarisnya perempuan, bisa bisa Yuna juga dalam masalah


Farel memberanikan diri untuk brtanya apa Yuna punya pacar atau belum, Yuna menatap Farel sambil memelankan langkah kakinya, lalu Yuna berkata masih belum tapi mungkin dalam waktu dekat dia akan punya pacar, Farel mengangguk, perasaannya campur aduk, dia senang kalau Yuna masih sendiri namun apa Yuna punya orang yang di sukai, namun Farel tetap berpikir positif, masih belum berarti masih ada harapan kan.

__ADS_1


Sejak kejadian itu Farel dan Yuna jadi sama sama canggung jika bertemu, keduanya tak punya banyak topik untuk di bicarakan membuat sama sama sungkan untuk menghubungi satu sama lain, Farel sangat frustasi, dan Fincen mengira itu soal teror hingga dia bertanya dan Farel menceritakan semuanya, Fincen hanya menghela nafas lega karena kawannya ternyata hanya memikirkan hal itu. Memang akhir akhir ini tidak ada hal yang terlalu mengejutkan di kantor, kecuali Yoga yang terlihat suram terus.


Farel ketiduran di mejanya karena tidak ada pekerjaan yang bisa dia lakukan sebelum rapat, dia terbangun karena suara hpnya yang nyaring, dia mengangkat telfon yang ternyata dari kak Romeo kakak kandungnya


Di kediaman kakek Aron tampak kakek baru saja selesai menelfon seseorang, wajahnya tampak sangat senang, dia memanggil asistennya dan berkata bahwa cucunya sedang jatuh cinta, saat berbincang itu suara pintu di ketuk ternyata Pak Jo yang datang dia mengabarkan bahwa keluarga besar telah datang.


Senyum itu berganti wajah serius, beliau lantas menuju ruang makan untuk menemui anak anak dan cucu cucunya kecuali cucu kesayangannya


Hal yang paling di benci kakek dalam pertemuan ini adalah ketidak akuran anak anaknya. Ravin anak pertamanya bertanya siapa keponakan yang terus kakek sembunyikan itu, semua mata memandang pada Ravin seolah mengatakan kenapa dia berani sekali, lalu kakek berbalik tanya, apa kepentingan yang kamu punya padanya, Ravin berkata bukankah sebaiknya dia juga di undang pada acara makan ini, kakek membalasnya dengan sinis,

__ADS_1


"apa bisa cucuku yang malang itu hidup di lingkungan seperti ini, apa kau lupa bagaimana caramu memperlakukan saudarimu"


Ravin diam dan kakek meninggalkan ruang makan karena seleranya hilang seketika, Ringgo bertanya pada kakaknya apa dia sudah tak takut jadi miskin, Ravin hanya menatap adiknya itu dan pergi bersama keluarganya, suasana jadi sangat canggung setelah itu.


Kakek Aron meminta 1 orang untuk di jadikan orang kepercayaannya pada pengawal setianya , lantas pria muda itu bertanya mengapa tak meminta pak Jo untuk mencarikannya, kakek itu melihat pada pengawalnya dia berkata kau kira kenapa kau selalu di sampingku, itu bukan karena tanpa alasan, aku tak percaya pada Jo saat ini, pria muda itu menatap heran namun apa yang tidak jika menyangkut soal uang dan kekuasaan


Paginya kakek Aron pergi ke kantor dan semua memberi hormat padanya, dia langsung ke ruangan yang dulu biasa dia gunakan.


Beberapa manager di panggil untuk rapat lalu setelahnya mereka kembali ke ruangan masing masing, kak Loli dan lainnya penasaran dan langsung bertanya ada apa, kenapa tumben kakek pimpinan mengadakan rapat, Bu Ira hanya mengatakan itu soal performa saja, tidak ada yang spesial. setelah itu suasana kembali normal dan semua kembali bekerja

__ADS_1


Di tengah keheningan tiba tiba telfon Farel berdering, Bu Ira kaget dan melihat siapa yang hpnya berdering, dia melihat Farel membungkuk seperti sedang menerima telfon. Farel lupa mensilent hpnya, dia tau pasti bu Ira akan mengomelinya tapi ternyata Bu Ira mempersilahkannya mengangkat telfon, Farel agak takut pada bu Ira untuk keluar tanpa alasan, Farel mendekati meja bu Ira dan meminta ijin untuk keluar sebentar dan Farel hendak memberikan alasannya, tapi Bu Ira langsung menyela dan berkata ini kantor bukan sekolah SD, kenapa harus menjelaskan begitu, kalau mau keluar ya keluar saja, kak Loli hanya melirik begitupun Fincen dan yang lainnya, mereka berfikir mungkin hari ini Bu Ira sedang di berbunga bunga karena tadi habis rapat penting, padahal bu Ira hanya ingat ucapan ketua "kalau ada yang minta ijin keluar ruangan tolong ijinkanlah, mungkin orang itu ada perlu dengan saya". Bu Ira melihat Farel yang berjalan menuju lift tandanya dia akan ke atas, Bu Ira jadi deg degan juga apa Farel orangnya, Sedangkan pak Joko yang tau Farel keluar dan menuju arah tangga curiga kalau Farel adalah cucu ketua Aron, karena pak jo mengatakan kalau ketua akan bertemu cucunya di kantor


__ADS_2