Persembunyian Pewaris

Persembunyian Pewaris
Rapat bulanan


__ADS_3

Keesokan harinya Farel dan Yuna langsung bersiap-siap pulang dan memutuskan untuk sarapan di luar saat mereka perjalanan pulang, keduanya masih tampak canggung karena harus bermalam berdua di satu kamar


" aku sudah lapar sebaiknya kita cepat-cepat menepi dan cari makan" ucap Yuna memecah keheningan


"ya benar aku juga sangat lapar"


Tiba-tiba dua orang itu saling heboh sendiri, tampak jelas bahwa mereka berdua sama-sama salah tingkah, beberapa detik sebelum turun dari mobil mereka saling menatap lalu tertawa karena tingkah konyol keduanya, Farel mengatakan bahwa dia sangat mencintai Yuna dan Yuna membalas itu dengan senyuman sembari mengatakan bahwa dia juga mencintai Farel


Mereka berhenti di salah satu rumah makan yang berada di pinggir jalan, Farel tidak terlalu paham dengan apa yang diucapkan oleh pemilik rumah makan karena menggunakan dialek yang sedikit berbeda dari tempat mereka tinggal saat ini, beruntung Yuna sedikit paham tentang bahasa itu


Mereka duduk di tempat yang dekat jendela, Farel bertanya bagaimana Yuna bisa terampil dalam banyak bahasa, lalu Yuna menjelaskan bahwa ayahnya sering berpindah-pindah tempat tinggal


"dulu waktu aku kecil aku sepertinya pernah tinggal di Swiss tapi aku juga tidak ingat tepatnya ada di daerah mana" jelas Yuna


Farel mengangguk sambil menikmati minuman kalengnya


Setelah selesai sarapan mereka langsung menuju ke rumah dan bersiap-siap untuk bekerja, Farel langsung sibuk dengan laptopnya sementara Yuna bersiap untuk pergi ke tempat les melukis


Farel tidak menanyakan apapun mengenai alasan Yuna mengikuti les melukis, walaupun dia sedikit penasaran apakah Yuna memang suka melukis atau hanya sekedar coba-coba


Jam 09. 45 menit Chika datang untuk menjemput Yuna, Farel mengantar Yuna sampai ke pintu depan dan berpesan agar Chika memastikan keamanan Yuna saat berada di luar rumah atau di luar pengawasan dari Farel


Chika hanya mengangkat jempolnya dan membukakan pintu untuk Yuna, setelah itu jika langsung duduk di kursi pengemudi dan pergi meninggalkan kediaman Yoona

__ADS_1


Dalam hati Farel benar-benar ingin ikut ke manapun Yuna berada, namun sepertinya pekerjaannya teramat banyak hingga dia tidak bisa berjalan-jalan saat ini


Di tempat les melukis ternyata sudah ada Rossa yang juga mengikuti les melukis, Yuna yang sudah terlanjur datang tidak mungkin untuk meninggalkan kelas, saat semuanya sudah masuk dan guru Yuna sudah datang dia langsung memperkenalkan Rossa sebagai anak baru yang mengikuti les itu


Saat jam istirahat Yuna memutuskan untuk pergi ke cafe dekat tempat lesnya, dia duduk sendiri sambil menunggu kedatangan Chika. Namun sepertinya nasip baik sedang tidak memihak pada Yuna karena yang datang terlebih dahulu adalah Rossa, Yuna menghelan nafas dan sedikit menggerutu dalam hatinya


Rossa langsung menghampiri Yuna dan duduk di depannya, dia meminta izin untuk bisa mengobrol dengan Yuna dan Yuna tidak bisa menolak itu sehingga membiarkan Rossa duduk bersamanya


Benar saja Rossa langsung mengarang cerita tentang kedekatannya dengan Farel saat SMA, padahal Farel sudah menjelaskan secara detail bahwa Rossa adalah gadis yang selalu mengejar dia semasa SMA


Yuna tidak bisa melakukan apapun kecuali hanya mendengarkan apa yang Rossa sampaikan, Yuna terus menahan amarahnya dengan senyum yang dia tampakkan di wajahnya. Beruntungnya Chika cepat datang dan langsung mengenali Rossa karena mereka memang satu sekolah


"wah ada kakak kelasku yang seksi di sini, kamu tetap berpakaian seperti seorang penggoda ya" ucap Chika yang memang juga tidak suka pada Rossa


Mereka berdua terus saja saling menjatuhkan sedangkan Yuna hanya bisa menjadi penonton dan tidak melakukan apapun, setidaknya itu yang dilakukan Yuna sampai dia merasa bosan


"sudah Chika jangan begitu" ucap Yuna pada Chika


"kalian saling mengenal?" tanya Rossa


"dia rekan bisnisku saat ini, kuharap dia tidak membuat masalah denganmu dan kamu tidak membuat masalah dengannya" tegas Yuna


"janganlah berbisnis dengan dia, dia itu sama sekali tidak kompeten"

__ADS_1


"aku sudah bilang jangan pernah buat masalah dengannya, dan ini bisnisku jadi terserah aku, apakah kebiasaanmu memang mencampuri urusan orang lain? oh aku lupa bahkan kamu tidak tahu malu menyukai seseorang yang sudah punya kekasih" Yuna sudah kehilangan kesabaran nya


"apa maksudmu, sebelum kamu ada aku sudah ada terlebih dahulu di hati Farel?"


"oh ya tapi Farel tidak bilang begitu padaku, dia hanya bilang kamu itu seorang penguntit"


"apa kamu bilang? kamu tidak tahu siapa aku sampai kamu tidak punya rasa takut seperti itu?" tantang Rossa


"pergi sekarang atau aku akan buat masalah lebih besar untukmu?" kali ini dia benar-benar marah dan menatap intens kepada Rossa


Rossa pernahkah tak percaya namun dia juga merasa terintimidasi atas apa yang dilakukan oleh Yuna, mengingat Yuna memiliki seorang pengawal, dan dia juga menggunakan barang-barang, membuat Rossa berpikir bahwa Yuna bukanlah orang sembarangan, Rossa juga paham bahwa Farel tidak akan pergi ke Swiss apabila dia masih menjadi orang biasa. atas pertimbangan itu Rossa meninggalkan kafe itu saat itu juga.


Chika langsung menyadari bahwa Yuna bukanlah orang sembarangan yang bisa ditindas begitu saja, Chika meminta maaf atas sikapnya yang tidak terkontrol


Yuna berkata bahwa dia merasa lebih baik saat Chika datang, Yuna juga mengatakan bahwa Rossa ikut kelas melukis yang sama dengan Yuna. Setelah mengadakan kekesalannya karena harus satu kelas dengan Rossa, Yuna lantas mengajak Chika untuk pergi belanja setelah kelas selesai, dia juga ingin mengetahui banyak hal tentang Rossa


Chika menyetujui permintaan Yuna untuk memberi informasi mengenai Rossa, Chika juga meyakinkan Yuna bahwa Farel benar-benar tidak ada hubungan yang spesial dengan Rossa, malahan Rossa pernah membuat hidup Farel kesulitan saat di SMA


Yuna menanyakan apa yang membuat Farel merasa kesulitan, lalu Chika mengatakan bahwa Rossa memiliki obsesi yang sangat besar terhadap Farel, sampai-sampai rasa menjadi seorang penguntit bahkan menyebar rumor yang tidak tidak tentang Farel agar para gadis sekolah tidak mendekati Farel


banyak hal yang ingin diceritakan Chika pada Yuna namun Yuna harus masuk ke kelas karena dia sudah mendapat panggilan dari ketua kelas bahwa kelas akan dimulai


"pesan semua yang kamu mau dan tunggu aku selesai les ya, kamu boleh belanja dengan kartu ini dan jangan sungkan, jangan pergi terlalu jauh kan aku merasa agak risih kalau berjalan sendirian" ucap Yuna sambil memberikan kartu atm-nya

__ADS_1


__ADS_2