Persembunyian Pewaris

Persembunyian Pewaris
Restu


__ADS_3

Tak terasa hari yang di tunggu telah tiba, Yuna dan Farel segera menuju ke bandara. Mereka sudah tidak sabar untuk bertemu dengan orang tua Farel. Sesampai di depan kediaman orang tua Farel, Yuna langsung merasa gugup dan tak percaya diri. berbeda dengan Farel yang langsung mengetuk pintu rumahnya


" siapa?" ucap orang di dalam rumah sambil menuju ke pintu dan membukanya


Ternyata suara itu adalah suara ibu Farel, dia terdiam dan kaget akan kedatangan putra keduanya itu. Beberapa detik kemudian ibu Farel langsung memeluk anaknya itu


"kenapa tidak memberi kabar terlebih dahulu? ucap ibu Farel yang masih tetap memandangi putranya itu


" aku ingin memberikan kejutan Bu, sekalian aku ingin memperkenalkan kekasihku pada ibu" ucap Farel sambil menarik Yuna


" wah cantiknya, siapa namamu nak?" tanya ibu Farel


"nama saya Yuna Bu, salam kenal Bu" ucap Yuna santun pada calon mertuanya


" ayo masuk, biar ibu siapkan makan malam" mereka bertiga masuk ke dalam rumah dan menunggu ayah Farel yang masih belum pulang dari acara bapak bapak komplek


ibu Farel langsung memasak walaupun Farel sudah meminta agar ibunya tak perlu repot, Farel dan Yuna semua oleh-oleh yang sudah disiapkan untuk keluarga Farel


Setelah masak ibu Farel langsung meminta keduanya untuk makan malam sembari menunggu sang ayah


"Bu itu oleh-oleh yang sudah kusiapkan dari Belanda loh" ucap Farel sambil menggoda ibunya


"loh kamu dari Belanda kenapa ibu tidak tahu?, dan masa ini semua dari Belanda?" ucap sang ibu sambil membuka barang-barang yang sudah tertata di meja dekat meja makan


"aku ke Belanda karena ada urusan kantor Bu dan tidak sempat mengabari ibu juga, kupikir Kak Romeo akan mengabari ibu" Farel mencoba untuk melimpahkan semua kesalahan kepada kakaknya


"sudah jangan bicara terus cepat makan sana kalian berdua" ibu Farel sibuk membuka semua kotak itu dan meminta Yuna dan Farel fokus makan saja

__ADS_1


Tak berselang lama ayah Farel tiba dan dia langsung kaget melihat putra keduanya sudah ada di rumah


"Farel.... kapan anak ayah ini pulang, kenapa tidak mengabari dulu, iya kan langsung bisa menunggu di rumah, rindu sekali ayahmu ini padamu"ayah Farel langsung bergegas mendekati anaknya dan memeluknya


Seperti yang dilakukan Farel sebelumnya dia langsung memperkenalkan Yuna sebagai kekasihnya, dan Yuna langsung perkenalkan diri sebagai kekasih Farel


Ayah Farel menyambut hangat mereka berdua dan berpamitan untuk berganti pakaian terlebih dahulu


Setelah semua selesai dengan kesibukan masing-masing mereka berkumpul di ruang tamu


Farel menjelaskan maksud hatinya untuk segera melamar Yuna, dia meminta restu kedua orang tuanya dan mengatakan bahwa dia sudah bertemu dengan keluarga Yuna sebelumnya


Awalnya ibu Farel merasa kaget karena anaknya tidak mengatakan apapun sebelumnya namun dia juga tidak bisa menolak keinginan anaknya untuk melamar Yuna


"laki-laki itu memang harus begitu, penuh tanggung jawab dan kepastian inilah yang ayah tunggu-tunggu sudah dulu di mana kamu akan menunjukkan keberanianmu untuk meminta seorang wanita pada keluarganya" ucap ayah Farel dengan bangga


Farel menyanggupi itu dan segera menelpon Romeo setelah acara diskusi keluarga selesai, saya tanya dan ibunya pergi untuk beristirahat Farel dan Yuna memutuskan untuk segera menelpon Romeo


Tak butuh waktu lama untuk menunggu Romeo mengangkat teleponnya karena dia langsung mengangkat telepon dari Farel saat itu


Romeo menanyakan maksud orang nelponnya malam-malam begini dan Farel langsung mengutarakan apa keperluannya pada kakaknya itu


"apakah kemarin dengan membawa Bu Ira, Kakak memperkenalkan dia dan ingin melamarnya juga?" tanya Farel pada Romeo


"aku hanya memperkenalkan Ira pada ayah dan ibu dan belum ada pembicaraan tentang hubungan yang lebih serius untuk sementara"jawab Romeo dengan santai namun sepertinya Farel tidak puas dengan hal itu


"apa kamu berniat menggantung status Bu Ira, aku ingin segera menikah Kakak jadi tolong Kakak juga pikirkan tentang pernikahan"

__ADS_1


"menikahlah lebih dulu dari aku" ucap Romeo dengan santai, kan itu membuat Farel Pasha dan bertekad untuk menanggapi kakaknya terlebih dahulu"


Setelah meletus teleponnya Farel lantas berbincang dengan Yuna di teras depan, cara bertanya apakah keluarganya memiliki kesan yang baik untuk pertemuan pertama ini


Yuna mengatakan bahwa keluarga Farel adalah keluarga yang harmonis karena mengingat keluarganya yang begitu kacau, ya walaupun saat ini kondisi keluarga intinya sudah sangat jauh lebih baik dari sebelumnya.


setelah cukup lama berbincang mereka memutuskan untuk istirahat di kamar yang sudah disiapkan, tentu saja mereka tinggal di kamar yang terpisah


Malam itu berlalu dengan cepat, paginya Farel langsung mengajak Yuna untuk berkeliling menemui sanak saudaranya yang juga berada di wilayah dekat situ.


Yuna merasa canggung tapi dia juga bahagia karena bisa mengenal keluarga besar Farel, seharian mereka berkeliling namun kalian mengatakan bahwa belum semua keluarganya bisa dikunjungi hari itu juga, jadi masih ada hari esok untuk mereka berjalan-jalan


Yuna tidak bisa menolak walaupun dia terus saja merasa sungkan dan grogi jika bertemu dengan keluarga Farel yang lainnya. ayah ibu Farel juga merasa senang kalau Yuna bisa membaur dan keluarganya


Malam itu ibu Farel tiba-tiba menanyakan tentang keluarga Yuna dan Yuna sedikit bingung untuk menjawabnya


"keluarga Yuna adalah orang-orang yang sibuk Bu, jadi sedikit sulit untuk menemui mereka" terang Farel pada ibunya


Farel bisa memahami hal itu, setelah itu ibu Farel langsung menanyakan tentang kapan Farel akan melakukan lamaran kepada Yuna, beliau juga mengatakan bahwa Farel tidak perlu khawatir apabila Romeo belum juga menikah. karena bisa menikah terlebih dahulu sebelum Romeo


"tapi aku merasa tak enak Bu"


"bukankah lebih tidak enak lagi kalau kamu bersama seorang wanita terlalu lama tanpa sebuah ikatan" ucap ibu Farel yang sama persis dengan ucapan Brian ayah Yuna


Farel dan Yuna tersenyum senang karena keduanya mendapat Restu dengan begitu mudah, mereka juga berdoa agar semua urusan dilancarkan


cara mengatakan bahwa bulan depan dia akan mengajak ayah dan ibunya untuk menemui keluarga Yuna. hal itu sudah dibicarakan juga dengan Brian sebelum mereka berangkat ke kediaman Farel. meriang juga berjanji akan mendatangkan kakek Aron dan juga kakek Bagas dalam pertemuan keluarga yang akan dilakukan bulan depan

__ADS_1


Semoga semua lancar seperti yang mereka harapkan


__ADS_2