Persembunyian Pewaris

Persembunyian Pewaris
kediaman Brian


__ADS_3

keesokan harinya Yuna dan Farel bergegas menuju ke kediaman Brian, saat mereka sampai ternyata di sana sudah ada Romeo, Ira, kakek Aron dan kekek Bagas


"wah Kak Romeo dan Bu Ira juga datang?" tanya Yuna dengan gembira


Bu Ira hanya tersenyum dan menoleh ke Romeo


"kenapa aku juga ada di sini?"


"memangnya kenapa?" jawab Romeo dengan santai


Setelah memberi salam dan mengobrol sebentar akhirnya Yuna bisa ijin untuk istirahat sebentar sampai nanti jam makan malam


"ayah, ibu, kakek aku benar-benar capek karena baru tiba bisakah aku istirahat terlebih dahulu sampai jam makan malam nanti?"


"tentu saja, oh ya semuanya silakan istirahat dan kita bertemu lagi pada jam makan malam, kalian pasti lelah hari ini" jawab Brian


"ya sudah aku pamit ya" Yuna membungkuk memberi salam dia juga langsung menarik tangan Bu Ira dan mengajaknya ke kamarnya


Sesampai di kamar Yuna langsung menidurkan tubuhnya di kasur


"akhirnya bisa istirahat, Bu Ira kalau mau mandi silakan mandi duluan aku masih mau rebahan, oh ya barang Bu Ira di mana? " tanya Yuna sembari bangun dari bahannya


"tadi dibawa oleh seorang bibi-bibi aku juga tidak tahu sekarang di mana"


"ya sudah Bu Ira mandi dulu biar aku carikan tas Bu Ira"


Bu Ira mengangguk dan dia langsung pergi ke kamar mandi


setelah mandi Bu Ira mendapati kopernya sudah ada di dekat ranjang, Di sana juga ada Yuna yang sedang memainkan handphonenya


"kamu nggak mandi? mandi gih biar enakan"


"siap Bu, tunggu aku jangan tidur dulu mari kita bicara"Yuna langsung bergegas masuk ke dalam kamar mandi sedangkan Bu Ira mengganti pakaiannya

__ADS_1


saat keduanya sudah selesai mandi dan bersantai di atas kasur mereka saling curhat masalah pasangan masing-masing, mereka juga membahas tentang masalah di kantor dan menggosipi tentang Pak Ringgo


"aku sebenarnya tidak paham apa yang dikatakan oleh Farel ataupun Romeo, aku hanya bisa berharap mereka berdua bisa menyelesaikan masalah ini dengan baik" ucap Bu Ira


"sebenarnya aku juga kepikiran karena Farel sampai harus jarang pulang dan jarang mengabariku karena menyelesaikan masalahnya Bu Novita"


mereka berdua saling mengutarakan keluh kesah tentang pasangan masing-masing, keduanya memang memiliki pasangan yang cukup sibuk dan juga penuh misterius


"Bu cepatlah menikah dengan Romeo biar aku bisa dengan tenang menikah dengan Farel, Farel kepikiran terus bagaimana kalau dia sampai melangkahi kakaknya"


"astaga Yuna bagaimana kamu bisa menyuruhku menikah semudah itu, menikah itu butuh pertimbangan yang banyak" tegas Bu Ira


"apa ibu hanya akan pacaran sampai nanti-nanti dan tidak mendapatkan status yang pasti dari Romeo, dengarkan aku ya bu bukan hanya reputasi anda tapi reputasi Romeo akan dipertaruhkan jika kalian tidak segera menikah dan hanya berpacaran terus-menerus di usia kalian yang sudah tidak muda lagi" Yuna mulai menyudutkan Bu Ira, tapi yang Yuna katakan memang benar dan itu adalah sesuatu yang harus disampaikan untuk kebaikan bersama


Bu Ira tidak membantah akan apa yang diutarakan oleh Yuna karena dia juga tahu diri soal umur dan pandangan orang-orang terhadapnya


"biar ku pikirkan nanti yang jelas aku akan menikah dengannya"


"nah gitu dong, kalau bisa secepatnya ya"


Keduanya sibuk dengan urusan masing-masing, walaupun mereka sedang berada di luar kantor mereka tetap mengurus pekerjaan mereka


"Farel Kakak harap kamu tidak terlalu terbawa arus dunia mafia ya"


"ya Kak" balas Farel dengan singkat


Farel tahu bahwa kakaknya sangat mengkhawatirkan masalah ini tapi dia juga tidak memiliki pilihan lain selain masuk ke dunia mafia


Romeo menatap Farel karena dia merasa tidak puas akan jawaban yang Farel berikan saat itu, sedangkan Farel yang merasa diawasi langsung menoleh dan mencoba meyakinkan kakaknya


"aku tidak akan melakukan hal yang aneh-aneh atau bisa membuatku masuk penjara kok, aku hanya mencari informasi dan tidak melakukan hal yang buruk, kakak tidak perlu khawatir dan tetap fokuslah pada pekerjaan kakak, dan aku titip Yuna ya"


"ya" dia membalas singkat seperti ingin balas dendam Farel yang tadi jga memlasnya dengan singkat

__ADS_1


di luar kamar kakek Aron berbincang dengan Brian sedangkan kakek Bagas berbincang dengan Dora atau Camelia


"terima kasih sudah menjaga Putri dan cucuku dengan baik, kuharap bisa menitipkan keduanya apabila terjadi sesuatu denganku dan perusahaan"


"ya ayah aku akan berusaha semaksimal mungkin untuk membahagiakan Camelia dan Yuna"


Kakek Aron mulai menceritakan tentang masalah perusahaan dan itu sedikit membuat Brian kaget, dia tidak menyangka bahwa perusahaan dipenuhi dengan orang-orang yang buruk karena berada di bawah kepemimpinan Ravin dalam waktu yang agak lama


"namun untunglah Yuna datang bersama dengan kawan-kawannya yang sangat kompeten, walaupun masih belum bisa mencapai puncak seperti dahulu tapi perusahaan saat ini menjadi lebih stabil dan bersih dari orang-orang yang penuh dengan kecurangan itu"


"apakah anakku benar-benar menjadi wanita hebat saat ini?" tanya Brian


"Jangan ragukan kemampuan Yuna, dia pandai dalam bisnis dan juga mencari orang-orang kepercayaan"


Brian mendengar hal itu merasa tenang namun dia juga mengutarakan bahwa dia memiliki keinginannya sendiri


"Yuna adalah putriku satu-satunya jadi apabila suatu hari aku sudah tua aku ingin mewariskan perusahaan padanya, kuharap anda bisa membiarkan dia bekerja di perusahaanku saja"


Setelah berkata seperti itu tentu saja kakek Aron tidak bisa terima, mereka berdua lantas memperebutkan Yuna untuk menjadi penerus


Brian mengatakan bahwa seharusnya kakek Aron juga memperhatikan cucu-cucunya yang lain dan tidak terlalu membebankan hal ini kepada Yuna, namun kakek Aron yang memiliki penilaian sendiri juga memperkuat argumennya dan mengatakan bahwa Yuna akan menjadi pemilik serta penjaga saudara-saudaranya yang lain


Perdebatan itu berbanding terbalik dengan obrolan Paman Bagas bersama Camelia


"apakah kamu bahagia bersama putraku Dora?"


"dia adalah satu-satunya orang yang bisa menyembuhkan lukaku ayah" balas Camelia


"sepertinya aku harus membiasakan diri untuk memanggilmu Camelia, nama itu sangat cantik sesuai dengan dirimu"


keduanya saling melontarkan pujian dan terlihat sangat akur, kakek Bagas meminta bantuan Camelia agar Brian bisa menemui saudara-saudaranya dan perbaikan dengan mereka, walaupun kakek Bagas juga tidak menginginkan mereka terlalu dekat setidaknya mereka masih mengingat bahwa mereka itu bersaudara


Camelia tersenyum dan mengangguk dia juga mengatakan bahwa dia akan berusaha untuk membujuk suaminya

__ADS_1


"suamimu itu sangat mirip dengan putrimu, walaupun mereka terlihat tidak peduli tapi mereka adalah orang-orang yang sebenarnya sangat peduli"


Camelia mengangguk dan setuju akan hal itu


__ADS_2