
Suara ketukan pintu itu semakin keras, Fincen mengumpat karena Farel tak kunjung keluar dari apartemennya, Fincen merogoh sakunya dan mengambil hp untuk menelfon Farel namun ternyata ada pesan masuk dari Farel yang mengatakan bahwa dia berangkat duluan, jam menunjukkan 05.07 tadi pagi. Fincen kesal namun ini salahnya tak membuka hp, dia jadi berjalan sendiri ke kantor.
Sesampai di kantor dia sudah melihat Farel dengan secangkir kopinya. Fincen menyapanya dan bertanya sesibuk apa sih, lalu Farel mengatakan bahwa dia ada pekerjaan tambahan jadi datang lebih pagi. Biasanya setiap pagi Farel dan Fincen selalu berangkat dan pulang bersama, dan tumben kali ini mereka berangkat secara terpisah, beberapa karyawan baru banyak yang curiga kalau mereka kaum pelangi namun para senior semuanya kompak mengatakan bahwa dus pria tampan itu lebih mirip saudara kembar
Jam istirahat Fincen berencana mengajak Farel makan di kantin namun Farel tumben tidak mau makan di kantin dia juga sudah memesan makanan di kantin dan akan di kirim pada jam istirahat lalu karena Fincen juga gabut dia malah memesan makanan dan akan makan bersama Farel di kantor Farel. Fincen datang dengan ceria dan menggoda sahabatnya itu. dia penasaran apa yang sedang Farel kerjakan dan dengan enteng Farel mengatakan bahwa dia sedang mengurus pencucian uang yang terjadi di perusahaan di tahun tahun terakhir. Fincen jadi serius dan juga ingin tau, siapa tau dia bisa bantu, alhasil keduanya jadi sama sama bekerja di jam istirahat
Yuna membuka ruang kerja itu dan melihat kedua orang yang sangat dia kenal dan percayai sedang kerja keras bagai rodi. Yuna mengetuk pintu walau pintunya sudah di buka, lalu masuk, Fincen menutup pintu dan mengatakan kalau mereka jadi tidak enak merepotkan Yuna. Yuna hanya tertawa kecil, lalu bertanya mereka sedang apa
__ADS_1
Farel menjelaskan dari tanggal ke tanggal dimana pak Ravin mengirim salah satu anak buahnya untuk pergi ke Singapura dengan tujuan bisnis jual beli namun tidak ada keterangan apa yang di perjual belikan, setelah ku selidiki lebih dalam ternyata itu transaksi bonsai, bonsainya memang ada di kantor ini dan di pajang, namun yang aneh adalah harganya. Yuna melihat laporan keuangannya dan menggeleng lalu berkata bahwa itu sulit, Farel bertanya kenapa sulit, Yuna menjelaskan kalau harga estetik sebuah tanaman bisa berubah kapan saja, dan harganya memang bisa melambung tinggi, walau di sini terlihat jelas kalau itu tak masuk akal namun dia bisa menyangkal bahwa bonsai itu dulu sangat bagus dan sekarang sudah lebih tua hingga kecantikannya berkurang, masih terlalu banyak jalan keluar jika ini mau di besar besarkan.kita harus dapatkan bukti yang kuat seperti buku kas atau sesuatu yang berbahaya ucap Farel.
Malam yang pasti akan panjang untuk 3 pria dengan kesibukannya masing masing. Farel memecah keheningan karena keluhannya soal perut, ya Farel lapar dan ingin menghirup udara segar sejenak, Yoga berdiri dan bilang ingin ikut lalu Fincen yang tak ada temanpun juga akhirnya ingin ikut. tiga pria lusuh ini berjalan keluar menuju tempat makan pinggiran, mereka memesan banyak makanan dan makan di tempat lalu membeli banyak cemilan juga. Saat hendak pulang hp Farel berdering dan itu dari Romeo.
Farel mengangkat telfon itu dan Romeo mengatakan bahwa dia dapat kabar dari Yuna kalau mereka sedang mencari data yang rahasia, Farel mengatakan bahwa dia sudah menemukan buku kas itu, Fincen dan Yoga yang sedang asik memakan ice cream terhenti dan lalu memandang Farel. Lalu sang kakak bertanya apa langkah selanjutnya, Farel meminta seseorang harus bisa pergi ke Singapura untuk mengikuti lelang itu, seseorang yang bisa di percaya dan tidak terlihat mustahil untuk ikut lelang itu
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
Bu Ira menoleh dan mengangguk sambil tercengang melihat Romeo datang menemuinya, dia langsung to the poin soal ingin mengajak Bu Ira ke Singapura. Dalam hati Bu Ira sudah jingkrak jingkrak namun untuk menjaga keanggunan dan kewibawaannya dia masih bertanya untuk urusan apa dia mengajak Bu Ira. Romeo mengatakan bahwa dia ada pekerjaan di sana dan ingin mengerjakan itu dengan Bu Ira, Rincinya akan di jelaskan oleh Farel, Romeo pamit karena tidak bisa lama, sebelum benar benar keluar ruangan Romeo mengatakan bahwa ini rahasia. Bu Ira mengangguk.
Setelah pintu di tutup barulah nuansa merah muda bercampur letupan kebahagiaan itu tersalurkan dengan tawa malu malu Bu Ira. Dia langsung menelfon Farel dan memintanya menunggunya di cafe dekat kantor.
Yoga dan Fincen akhirnya menemukan File itu, file yang di sembunyikan rapat rapat oleh pak Joko dan Pak Reno. Yoga berkata kali ini tidak akan lolos lagi, keduanya lantas langsung menyerahkan itu pada pihak badan keuangan perusahaan, tentu itu akan menjadi alat tukar yang paling istimewa untuk meraup keuntungan dan merebus kedua orang itu di penjara dalam waktu yang lama, pihak keuangan akan mendapat keuntungan dengan nama baik dan kepercayaan direktur utama dan Yoga bebas dari perbudakan ini. Kita tunggu saja perang ini akan berjalan sampai mana
Farel bertemu dengan Bu Ira dan dia langsung di beri tau semua rencananya tentang lelang itu, setelah itu Bu Ira kembali ke kantor lalu tak lama Fincen datang, dia langsung memesan minuman dan cemilan lalu duduk di sebelah Farel, dia lalu bertanya apa Farel sibuk, Farel menghentikan kegiatannya dan melihat ke arah Fincen, dia menyampingkan laptopnya dan bertanya apa Fincen rindu padanya, Fincen tertawa lalu berkata ya dia rindu, keduanya saling tertawa. Fincen melemparkan sebuah flashdisk lalu Farel langsung membukanya, ternyata itu pengakuan dari seseorang yang di ikuti oleh beberapa orang misterius. Farel bertanya siapa pria itu lali Fincen berkata bahwa dia anak baru seperti kita dulu namun dia bagain pabrik, dia di curigai karena kepandaiannya dan introvert, ini Vidio beberapa hari sebelum kematiannya, pihak keluarga menyalinnya menjadi dua dan memberikan yang satu pada kepolisian namun karena tidak ada bukti dan mereka juga orang miskin maka kasus ini di tutup dan di nyatakan sebagai bunuh diri
__ADS_1
Kita butuh cctv yang merekam kejadian itu namun dia bunuh diri di jembatan xxx, di sana tidak ada cctv lalu Farel berkata siapa yang paling mencurigakan dan periksa kemana dia pergi. Fincen menjelaskan lagi, dia membuka hpnya dan menjelaskan rincian perjalanan pak Joko, Jelas orang menuju arah penginapan xxx namun dia tidak keluar dari penginapan itu namun dia juga bisa berada di depan Alfamart xxx pada jam dia seharusnya di penginapan, lalu Farel mengecek mobil yang keluar dari penginapan itu. satu mobil yang keluar malam itu, mobil biru muda terang yang juga terekam di cctv jalan dekat lokasi rumah pemuda itu dan juga terekam di tempat dekat lokasi bunuh diri pria itu. Farel meminta kirimkan gambar mobil itu ke Yoga lalu minta dia selidiki apa ada kamera di mobil itu
Yoga mendapat kabar dari Fincen langsung menuju penginapan itu, orang orang di sana sudah biasa dengan Yoga dan membiarkannya masuk dan kesempatan inilah yang di gunakan Yoga untuk mengecek mobil itu dan ketemu bukti bahwa pak Joko yang menghilangkan nyawa pria itu.