Persembunyian Pewaris

Persembunyian Pewaris
ep 28


__ADS_3

"apakah itu aliran dana gelap atau itu hanya sedikit kecurangan untuk mendapatkan lebih banyak keuntungan dari pada yang seharusnya" tanya Yuna


"sepertinya ini terjadi direktur utama diganti, kenapa bisa menegur mereka dan mengembalikan apa yang seharusnya, saluran dana yang salah ini bisa merugikan dewan keuangan perusahaan, mereka bisa kehilangan kendali untuk itu dengan menyingkirkan orang-orang mereka di sana" ucap Farel serius


"kita akan mulai kapan, bom ini akan dilutuskan kapan?" tanya Fincen


"Bukankah lebih baik kalau kita cari semuanya dan letusan secara bersamaan dengan Begitu taring kita akan terlihat lebih tajam dan lebih kuat" balas Farel


Akhirnya mereka sepakat untuk menyimpan ini untuk rapat minggu depan sembari menunggu amunisi-amunisi yang lain.


Fincent pulang ke apartemen lebih dulu sedangkan Farel mengatakan jika dia akan mengantar Yuna pulang. Fincent menyetujui itu karena bagaimanapun Yuna itu adalah perempuan dan ini sudah sangat larut.


...****************...


Bu Ira sedang sangat sibuk mengerjakan tugas-tugasnya yang menumpuk, namun beberapa saat kemudian telepon kantornya berbunyi dan ternyata ini telepon dari direktur utama, sepertinya ada yang ingin dibicarakan dan dia meminta untuk Bu Ira pergi ke ruangannya


Bu Ira lantas keluar dari ruangannya dan langsung menuju ke ruangan direktur utama, walau seperti biasa tidak ada direktur utama di sana dan walau sebenarnya Bu Ira sudah tahu jika Yuna adalah direktur utamanya namun sebagai formalitas dia tetap datang dan berbicara secara online dengan Yuna


Di ruangan itu ada asisten direktur utama yaitu Pak Jo, dia selalu menjadi saksi untuk apapun yang diperintahkan oleh direktur utama meski dia juga tidak pernah melihat seperti apa direktur utama

__ADS_1


Bu Ira ditunjuk sebagai orang yang akan menjadi perwakilan perusahaan di pertemuan bisnis yang akan dilaksanakan di Swiss. dan dia akan dipasangkan dengan Romeo.


Bu Ira senang karena akan berangkat dengan Romeo namun di sisi lain dia juga sangat gugup karena itu Romeo, pria tampan baik hati mapan dan menjadi idamannya saat ini. Bu Ira tidak berharap lebih namun jika diberi lebih dia akan menerima


sepanjang jalan menuju ke ruangannya Bu Ira tampak tersenyum dan tersipu malu, dia juga mendadak Rama pada semua orang yang ditemuinya, sampai di depan ruangannya dia melihat Loli dan itu merubah sedikit mood-nya menjadi kurang senang.


"ada perlu apa? bukankah kamu sudah dipindah ke bagian lain, kenapa masih kemari atau kamu ingin mencari sesuatu agar bisa menjadi bahan laporan ke atasan yang kamu banggakan hingga menghianati aku"uca Bu Ira ketus


Kak Loli hanya terdiam tampak jelas di wajahnya dia merasa bersalah dan juga sungkan pada Bu Ira


"cepat katakan apa keperluanmu sebelum aku berubah pikiran dan tidak mau bicara lagi denganmu" tekan Bu Ira


"jam 07.00 malam di cafe xxx, saya akan menunggu kamu di sana ini kesempatan terakhir untukmu"


Setelah mengucapkan itu Bu Ira langsung masuk ke ruangannya dan meninggalkan Loli yang masih merenung sedih sendiri di depan ruangannya, sebenarnya Bu Ira masih memiliki banyak empati untuk Loli namun untuk mencegah terjadinya hal-hal yang berbahaya nanti untuk teman-teman lainnya Bu Ira memilih untuk menutup pintu hatinya untuk Loli


seperti yang sudah dijanjikan Loli benar-benar datang di jam dan tempat yang sudah ditentukan Bu Ira, di sana dia membuat pengakuan bahwa dia mengetahui semuanya tapi tidak bisa mencegah semuanya terjadi, seperti saat pemukulan Bu Ira yang dilakukan oleh kekasihnya.


dia tahu akan terjadi hal seperti itu itu sebabnya dia meminta Bu Ira untuk menyimpan nomor rekan kerjanya yang laki-laki, kalau bisa yang tidak beristri dan tidak memiliki tanggungan apapun di rumah, dia menyarankan Bu Ira untuk menyimpan nomor Fincent atau Farel untuk berjaga-jaga dan persiapan jika pemukulan itu benar-benar terjadi.

__ADS_1


Jika diingat-ingat memang benar Loli yang meminta Bu Ira untuk menyimpan nomor anak baru, karena Loli tahu Bu Ira tidak memiliki teman laki-laki lain selain pacarnya itu


Dulu juga dia pernah menegur Pak Joko agar tidak mengganggu anak-anak baru dengan alasan mereka adalah anggota dari tim Bu Ira, itu bukan hanya sekedar ketidaksengajaan atau sesuatu yang tidak direncanakan, Loli berusaha melakukan yang bisa dia lakukan namun tetap memiliki kepercayaan dari nyonya besarnya


ngomong-ngomong soal nyonya besar Bu Ira baru ingat bahwa Loli sebenarnya tahu siapa orang itu, jadi Bu Ira bertanya siapa yang dimaksud dengan nyonya besar itu


"nyonya besar memiliki kekuatan yang besar dalam perusahaan, dia bukan anak dari kakek Aron melalaikan dia adalah menantunya, lebih tepatnya nyonya besar adalah istri dari tuan Ringgo" ucap Loli


Bu Ira terkejut karena Awalnya dia pikir itu adalah ulah dari istri Pak Ravin karena sepertinya yang memiliki kekuatan lebih tinggi adalah Pak Ravin


"saya tidak memiliki cukup informasi lebih tentang nyonya hanya itu yang saya tahu, tapi sepertinya dia memiliki kekuatan bukan dari dalam perusahaan melainkan dari luar perusahaan, itu sebabnya dia tidak dicurigai sama sekali, saya juga tidak tahu tujuan pastinya yang jelas itu pasti ada hubungannya dengan anak mereka, kalau menurut saya mungkin agar anak mereka menjadi pewaris perusahaan besar itu" ucap Loli


Bu Ira terdiam sejenak lalu mengeluarkan map coklat dari dalam tasnya, dia memberikan itu pada Loli dan memintanya untuk pergi ke alamat yang sudah ada di sana, dia juga mengatakan bahwa jangan sampai ada yang menemukannya, hanya itu yang bisa diberikan oleh Bu Ira


"mungkin aku tidak akan pernah mengatakan kalau aku menerima maafmu tapi setidaknya ini adalah hal terakhir yang bisa kuberikan padamu Loli, kuharap untuk kesempatan kedua ini kamu bisa menjalani hidupmu dengan sesuatu yang lebih baik dari saat ini" setelah mengatakan itu Bu Ira berdiri dan pergi meninggalkan Loli


tali pun pulang dan di rumah dia membuka amplop itu yang ternyata isinya adalah uang cash, alamat dan juga secara kertas yang bertuliskan jadilah orang yang sukses di sana


Bener, Bu Ira minta Loli untuk pergi ke luar negeri dan mulai hidup baru karena dia tahu Loli mungkin sekarang dalam bahaya jika terus berada di sini

__ADS_1


Loli menangis tersedu-sedu karena dia benar-benar merasa bersalah dan kehilangan satu-satunya orang yang memperdulikannya dan menganggapnya sebagai saudara, dia sadar bahwa walaupun sebenci apapun Bu Ira padanya, Bu Ira tetap melindunginya dan memberikan tempat untuknya pulang, walaupun tempatnya pulang kali ini akan sangat jauh dari keberadaan Bu Ira dan juga kehidupannya saat ini


__ADS_2