Persembunyian Pewaris

Persembunyian Pewaris
Cinta yang Bersemi


__ADS_3

"ada apa papa?" tanya Yuna saat mereka sudah sampai di ruang tamu


"apa kamu tidak ada rencana untuk menikah?" sebagai seorang ayah tentu saja Brian khawatir apabila gadis kecilnya tidak segera mendapat kepastian


Yuna tersenyum malu-malu dan dia mengatakan bahwa sebenarnya Farel sudah mengatakan bahwa dia ingin menikahi Yuna tapi Yuna masih belum siap untuk kejenjang itu mengingat pekerjaannya saat ini


"bagaimana kalau kalian menikah saja dan resepsinya dilakukan secara terpisah, jadi kalau kalian sudah siap maka resepsi bisa dilakukan"


Yuna mempertimbangkan saran ayahnya, dia juga tahu bahwa ayahnya sangat mengkhawatirkan Yuna apabila terus dekat dengan Farel tanpa sebuah status


Setelah perbincangan itu mereka berdua memutuskan untuk segera beristirahat dan kembali ke kamar masing-masing


di kamar Brian langsung ditanyai macam-macam oleh Camelia, ya khawatir suaminya membuat masalah yang akan membuat Yuna merasa risih di sana


"seharusnya kamu jangan tanya-tanya hal seperti itu, nanti anakku merasa tidak nyaman di sini, sangat sulit membuatnya datang kemari, tak bisakah kamu sedikit bersabar dan pengertian kepadanya?" oceh Camelia panjang lebar


Sebelum istrinya semakin panik karena memang Camelia masih belum sembuh total dari gangguan mentalnya Brian langsung memberikan pengertian yang bisa menenangkan Camelia


"sayang jangan terlalu khawatir karena Yuna menanggapi apa yang aku tanyakan itu dengan senang, kita sebagai orang tua seharusnya merespon apa yang anak kita lakukan, ini adalah bentuk perhatian dan dia mengerti itu jadi tenanglah ya"


saat pagi tiba semuanya berkumpul di ruang makan kecuali Brian, karena beliau masih harus ada rapat pagi yang dilakukan secara daring, jadi sarapan pagi itu hanya dihadiri oleh tiga orang yaitu Camelia, Yuna dan Farel


"Bu apakah papa memang sesibuk itu sampai melewatkan sarapan pagi?" tanya Yuna pada ibunya


"sebenarnya kami tidak pernah sarapan tapi berhubung ada kamu jadi ibu ingin sarapan bersamamu dan juga calon menantu ibu"Camelia tampak begitu senang akan kehadiran 2 orang di depannya itu

__ADS_1


"kenapa tidak sarapan lalu makannya jam berapa?"


"kita sarapan setelah papamu selesai dengan pekerjaannya, dia selalu sibuk pagi-pagi dan akan senggang saat jam 10 ke atas, saat itulah kita menghabiskan waktu untuk sarapan yang hampir siang, setelah sarapan kita akan berpisah lagi karena aku harus kembali melukis dan papamu akan bekerja lagi, hingga sore kita akan bertemu lagi dan menghabiskan waktu sampai malam" terang Camelia


"papa sudah tidak sesibuk dulu ya Bu"


Camelia tersenyum sambil memandangi Putri semata wayangnya itu, setelah itu mereka melanjutkan sarapan paginya


Setelah sarapan Farel langsung berpamitan untuk bekerja di kamar dan membiarkan anak dan ibu itu bicara empat mata, bukan tak mau menemani keduanya melainkan hanya ingin Yuna memiliki waktu lebih privasi dengan ibunya


Camelia mengajak Yuna untuk berbelanja hari itu dan Yuna mengiyakannya, dia tahu bahwa Farel sengaja memberi ruang agar Yuna bisa lebih dekat dengan ibunya


Yuna harus berganti pakaian dan dia menyempatkan diri untuk mampir ke kamar Farel di sana dia mengucapkan banyak terima kasih kepada para


"Farel" panggil Yuna dengan pelan sembari membuka pintu


"aku mau belanja dengan ibu kamu tidak apa-apa di rumah sendirian?"


"papamu kan di rumah dan di sini juga banyak penjaga dan para bibi, aku tidak sendirian jadi pergilah nikmati waktumu bersama ibu"


"selagi aku pergi bisakah kamu memikirkan tentang pernikahan kita"ucap Yuna dengan mantap


Farel menoleh ke arah Yuna, dia menatap intens kekasihnya itu, peran tidak menyangka bahwa Yuna akan berpikir tentang pernikahan secepat ini, dia takut Yuna merasa terpaksa akan keputusan yang diambil saat ini jadi Farel memutuskan untuk bertanya tentang kesungguhan Yuna soal pernikahan


"apakah kamu serius soal ini, apakah ada yang memaksamu?, aku hanya ingin jawaban terbaik dari hatimu bukan permintaan dari orang lain atau rasa kasihanmu padaku atau rasa empati"

__ADS_1


"kamu terlalu banyak berpikir negatif Farel, aku sungguh-sungguh ayo kita menikah tapi resepsinya nanti saja kalau kita sudah berada di posisi yang aman"


"kenapa kamu tiba-tiba berpikir begitu? tapi ayo menikah secepatnya, sebelum itu kamu harus bertemu dengan orang tuaku dulu ya" ucap Farel yang masih penasaran tapi juga senang dengan kenyataan Yuna tentang pernikahan mereka


"kita bahas nanti lagi ya soal pernikahan dan untuk orang tuamu kita akan segera mengunjunginya, sekarang aku pergi dulu bye" ucap Yuna sambil meninggalkan Farel. di balik pintu Yuna langsung tersenyum malu-malu karena dia juga merasa canggung untuk mengatakan hal itu


Hari itu Yuna benar-benar menghabiskan waktu bersama ibunya dan Farel juga mulai bekerja dengan efektif seperti biasanya, ada banyak hal yang ingin pada selesaikan karena dia juga ingin pernikahannya berjalan dengan lancar tanpa ada gangguan


Farel juga menelpon Romeo dan menanyakan pendapatnya tentang memperkenalkan Yuna pada orang tuanya, Romeo tentu saja menyetujui ide itu dia juga mengatakan bahwa ini segera pulang menemui kedua orang tuanya esok lusa


"tumben kakak akan pulang, apa Kakak tidak mau bareng sama aku aja pulang" kepada kakaknya yang tumben-tumbenan mau pulang


"aku akan memperkenalkan Ira kepada ayah dan ibu, jadi aku tidak bisa bareng denganmu" ucap Romeo dengan suara yang lantang namun terkesan gugup


"wah itu adalah ide yang bagus, sebaiknya Kakak cepat menikah dengan Bu Ira biar aku bisa juga cepat menikah dengan Yuna"


Romeo hanya tertawa di balik telepon, tapi sepertinya dia juga memikirkan tentang pernikahan, tidak baik juga jika dua orang dewasa selalu bersama tanpa sebuah ikatan pernikahan


satu minggu mereka berada di kediaman Brian hingga keduanya berpamitan untuk kembali ke Swiss mereka juga mengatakan rencana mereka yang akan pergi ke rumah Farel untuk menemui kedua orang tua Farel


Brian langsung menghancurkan jempol dan mendukung penuh atas niatan kedua insan yang saling mencintai itu


saat di perjalanan harus menceritakan banyak hal yang sudah dia berbincangkan dengan Brian salah satunya adalah soal pernikahan, padahal memastikan bahwa dia akan segera menikahi Yuna namun dia juga mengatakan bahwa resepsinya tidak akan dilakukan bersamaan dengan hari pernikahan


"lalu bagaimana tanggapan papa?"

__ADS_1


"dia sangat mendukung akan hal itu dia juga berharap akan segera memiliki cucu, ya tapi kita tidak perlu terburu-buru untuk mempunyai seorang anak, setidaknya sampai kamu benar-benar siap untuk memilikinya"


Yuna yang betul bahwa Farel menginginkan hal yang terbaik untuk Yuna, dia juga ingin melakukan hal yang sama seperti yang Farel lakukan, yang ingin memberikan suruh cinta dan dirinya kepada Farel


__ADS_2