Persembunyian Pewaris

Persembunyian Pewaris
ep 8


__ADS_3

Fincen menoleh pada Farel, sedang Farel yang tidak tau apa apa hanya diam dan menatap, Fincen langsung bertanya apa Farel tau alamat Bu Ira, namun tentu saja Farel tidak tau lalu berbalik tanya ada apa dan Fincen mengatakan kalau Bu Ira barusan telfon tapi tidak lama telfonnya mati sebelum mati dia mengatakan Farel begitu, Farel ,berfikir sejenak lalu mengeluarkan hpnya, dia menelfon kak Loli lalu kak Loli meminta mereka untuk datang ke alamat yang akan dia kirim dia juga akan menunggu mereka di sana.


Fincen menelfon kakaknya dan saat kakak Fincen datang mereka lantas meminjam mobilnya dan meninggalkan kak Farah sendiri di apartemen Fincen, semua bergegas menuju lokasi, sesampai di sana sudah ada mobil kak Loli dan ada kak Loli di dalamnya.


Kak Loli mengajak keduanya masuk dan menuju apartemen Bu Ira , di balik pintu terdengar suara barang jatuh dan mereka bertiga tidak berani memanggil Bu Ira, kak Loli berusaha mengingat nomer password kamar Bu Ira namun tak ingat juga sampai Farel hendak mengetuk kamar Bu Ira, kak loli tiba tiba ingat pesan wa Bu Ira soal nomer password kamarnya dia lantas mengecek hpnya dan menemukan wa Bu Ira soal nomer password tempat tinggalnya.


Mereka langsung masuk dan benar ada seorang pria berdiri sambil memegang sabuk sedang Bu Ira tergeletak pingsan. Pria itu berteriak pada ketiganya dan langsung berkelahi dengan Fincen, Farel mencoba mengamankan Kak Loli dan Bu Ira, Saat Fincen tumbang pria itu menoleh pada Farel, Fincen kesakitan dan juga panik karena tau sahabat yang badannya laki laki itu adalah seorang penakut dan gampang gugup sedangkan kak Loli wanita dan Bu Ira sedang pingsan, dia berusaha mengambil kursi di dekatnya dan memukul pria besar itu namun pria itu sangat tangguh dan menghajar Fincen lagi.

__ADS_1


Farel mengumpulkan segenap keberaniannya dan melempar pria itu dengan buku, Fincen menyuruh mereka Lari, namun Farel tetap bertekad menghadapi pria itu, sekali lagi Farel melempar barang pada pria itu memancing emosinya, saat pria itu mendekat Farel mundur hingga ke ruangan yang lebih luas dari dapur dan terjadilah perkelahian yang tidak akan siapapun sangka, Farel menangkis pukulannya, dan balik memukul pria itu, pria besar itu bangkit lagi dan hendak memukul dengan lebih keras namun Farel menghindar, dia melirik pada teman temannya yang sudah berada pada posisi aman lalu di serangan ke tiga farel menghindar dan mengambil kuda kuda, menelusup ke bagian perut yang terbuka dan Farel mengangkatnya dan menghempaskan pria itu di lantai


Belum cukup sampai di situ, saat pria itu berusaha bangkit Farel langsung meninju perutnya dan pria itu pingsan, Farel langsung meminta kak Loli memanggil satpam dan mengangkat tubuh Bu Ira untuk di baringkan di kamarnya, dan tak lupa juga dia membantu Fincen yang masih belum bisa menelaah apa yang baru saja Farel lakukan, pihak keamanan datang dan mengamankan pria itu lalu kak Loli membersihkan luka di tubuh Bu Ira sedang Farel merawat Fincen.


Fincen memulai percakapan, dia bertanya kenapa tidak dari awal Farel yang maju, kenapa menunggu Fincen babak belur baru Farel maju, Farel mengatakan bahwa dia gugup dan takut namun karena Fincen terluka jadi dia punya keberanian untuk melawan, Fincen masih ragu, masak seorang profesional takut, Farel menunduk, dia bilang dia takut menciderai orang lain namun melihat Fincen dia jadi lebih takut Fincen terluka, Fincen menghela nafas seolah tau apa yang harus dia lakukan, dia minta nanti di rumah Farel mau bercerita.


Mereka ber 3 memutuskan untuk menunggu hingga Bu Ira sadar, dan kak Loli mendapat kabar bahwa pria itu telah di bawa ke kantor polisi terdekat, saat jam 12 malam Bu Ira mengigau, kak Loli membangunkan Farel dan Fincen yang tidur di ruang tv, sesaat kemudian Bu Ira sadar dan langsung ketakutan, kak Loli menenangkan Bu Ira dan memberinya air, saat di rasa Bu Ira sudah tenang kak Loli lantas bertanya apa yang terjadi, bagaimana bisa seorang perampok masuk rumah Bu Ira, Bu Ira mengatakan pria itu bukan perampok melainkan kekasihnya, Bu Ira sudah berhubungan 1 tahun dengan pria itu, awalnya pria itu adalah orang yang baik dan hangat namun karena masalah pekerjaan dia jadi sering marah dan sering memukul bu Ira, Bu Ira pernah mengatakan putus namun setelahnya dia makin menjadi dan sekarang bu Ira takut pada pria itu

__ADS_1


Soal tadi dia menelfon Farel karena dia hanya asal saja pokok ya nomer cowok yang bisa di mintai tolong, lalu Fincen mengatakan bahwa itu nomernya bukan nomer Farel, Fincen khawatir kenapa Bu Ira memanggil nama Farel, apa ada hubungannya dengan teror untuk para anak baru, soal itu Bu ira mendapat kabar bahwa direktur utama atau pewaris itu sudah menurunkan tugas dan merombak beberapa silsilah organisasi atas


Farel lantas penasaran bukankah dia sudah menurunkan perintah, masak tidak ada yang tau siapa dia, masalahnya adalah nama pewaris menggunakan stempel resminya sendiri dan tandatangan tidak menggunakan nama terang, perintah itu juga di kirim lewat email pada sekertaris Leon dan satu hari setelah email itu dia juga mengirim dokumen lewat pak Jo, orang kepercayaan pak Aron direktur terdahulu.


Setelah berbincang mereka di persilahkan menginap karena sudah malam dan Bu ira juga masih takut sendirian, Kak Loli menemani Bu Ira dan dua orang itu kembali tidur di ruang tv


tak terasa pagi sudah tiba, walau Bu Ira masih terlihat kurang Fit namun dia tetap berangkat kerja, dia lebih takut sendirian di rumah, mereka berangkat terpisah, Farel dan Fincen masih harus kembali ke apartemen karena masih ada kakaknya yang menunggu di sana dan benar saja sampai apartemen Fincen di serbu banyak pertanyaan, bukan hanya karena mobil tapi juga karena wajah fincen yang amburadul, di tengah omelan itu ada telfon masuk dari kak Loli, Farel langsung mengangkatnya, dia bilang untuk tidak usah ke kantor hari ini, karena ada rapat jadi para karyawan biasa sekarang tidak ada pekerjaan kecuali ada proyek yang sedang berjalan, suasana kantor sedang panas, lagian Fincen juga harus di rawat karena wajahnya banyak lebam juga.

__ADS_1


Farel lalu mengabari Fincen soal itu, sebelum kak Farah mengomel lagi tiba tiba Farel menerima telfon dari Yoga. Fincen langsung menceloteh, apa ada hal penting sampai si sombong itu menelfonmu


__ADS_2