
Farel pulang dengan hati yang sedikit berat, dia tak menyangka bahwa sejak kecil Yuna harus mengalami masa-masa yang sepi seperti itu, Ayahnya sibuk bekerja sedangkan ibunya harus dirawat di rumah sakit jiwa untuk waktu yang sangat lama
Brian bilang kalau Yuna hanya bertemu dengan ibunya satu bulan sekali, saat bertemu pun Yuna hanya bisa memandang ibunya dari jauh karena kondisi mental ibunya yang kadang labil atau lebih sering mengamuk
Yuna tidak terlalu dekat dengan pengasuhnya, tapi dia tetap menjadi gadis yang ceria, untuk urusan sekolah Yuna bisa menjalaninya dengan baik, dia memiliki banyak teman walaupun tidak ada satupun dari mereka yang benar-benar menjadi sahabatnya. Sepertinya Yuna sengaja menjaga privasinya kepada teman-temannya.
saat memasuki rumah, Farel langsung mencari keberadaan Yuna yang ternyata belum juga pulang, Farel yang cemas langsung menghubungi Yuna tapi sepertinya HP Yuna mati. Farel sudah akan menelpon Chika tapi tiba-tiba terdengar suara pintu dibuka dan ternyata itu adalah Yuna dan juga jika yang sudah menenteng banyak sekali tas belanjaan
Setelah mengantar pulang Yuna, Chika langsung pamit untuk pulang karena dia juga merasa kelelahan sehabis berjalan-jalan bersama Yuna
Yuna langsung bergegas mandi meninggalkan Farel yang masih tidak mengatakan apapun, Farel lalu beranjak pergi ke kamarnya untuk mandi juga
Saat Farel keluar dari kamarnya dia sudah melihat Yuna yang menata makan malam mereka
"pergi ke mana saja kenapa sampai malam?"
tanya Farel dengan nada iseng
Lalu Yuna menceritakan semua perjalanannya bersama Chika di Swiss, sambil terus menata makan malam mereka
Farel menatap Yuna dengan penuh cinta, entah sejak kapan Farel merasa candu untuk melihat Yuna, ingin rasanya Farel mengungkapkan bahwa dia sungguh ingin menikah saat ini juga, namun banyak pertimbangan yang harus pada dipikirkan, kalau masalah Restu itu adalah hal yang mudah, yang tidak memungkinkan untuk melakukan pernikahan sekarang adalah posisi perusahaan dan juga ancaman-ancaman yang masih terus datang menghantui Yuna
__ADS_1
Yuna yang sadar sedari tadi diperhatikan langsung menatap kekasihnya itu Dan bertanya kenapa Farel menatapnya se intens itu
pada lantas berdiri dari duduknya dan memeluk Yuna dari belakang, yang bisikan kata-kata manis untuk Yuna, yang membuat Yuna merasa meleleh seketika
setelah makan malam Yuna dan Farel langsung duduk di ruang TV, kalau sibuk dengan laptop dan sesekali menatap televisi, sedangkan Yuna masih saja sibuk dengan membuka kotak-kotak belanjaannya
Dia mengelompokkan baju-bajunya, baju-baju milik Farel yang sudah dia beli tadi, peta keperluan rumah dan juga makan sehari-hari
Farel yang sibuk sesekali juga menatap Yuna Dan bertanya kenapa Yuna berbelanja sebanyak itu
"apakah kau tahu Farel, rasanya senang sekali bisa membelikanmu baju dan juga berbelanja kebutuhan sehari-hari, bukankah itu seperti tugas seorang istri?" Yuna berkata sambil terus membuka setiap kotak yang dia punya sembari tersenyum
"bagaimana kalau kita menikah?" ucap Farel dengan santai walaupun dalam jantungnya dia sudah berdebar sangat kencang
"tadi aku berpikir tentang pernikahan tapi sebetulnya banyak hal yang membuat kita tidak bisa menikah secepat itu"
Yuna menoleh ke arah Farel dan mendekatinya, dia menatap mata kekasihnya itu, dia tak menyangka bahwa Farel juga memikirkan apa yang dia pikirkan
Yuna lantas menyarankan agar keduanya bisa menikah secara diam-diam, dan menjalani hidup dengan bahagia. Namun sepertinya Farel memiliki pertimbangan yang jauh lebih banyak daripada Yuna. Di momen inilah Farel berkata bahwa jika ingin menikah bukankah memerlukan Restu
Yuna yang mendengar itu hanya terdiam, dia tidak mengetahui apa yang harus dilakukan selanjutnya. Farel lantas mengatakan bahwa Yuna harus menemui ayahnya dulu untuk meminta restu, kalau urusan keluarga Farel tentu saja itu sangat mudah
__ADS_1
Yuna kembali menatap intens mata kekasihnya itu, dalam benak Yuna merasa ragu untuk bertemu dengan ayahnya tapi di sisi lain mungkin inilah waktunya untuk bertemu dengan ayahnya
Malam itu menjadi malam yang panjang karena Farel harus membantu Yuna untuk menata semua barang-barang yang sudah Yuna membeli dan bongkar dari tadi
ini adalah kali pertamanya mereka tinggal serumah, Farel menjadi lebih pendiam dari biasanya, bukan karena hal yang rumit tapi hanya karena Farel merasa takut tergoyahkan imannya. Yuna pun juga menjadi sedikit pendiam karena dia juga merasa gugup harus tinggal berdua saja di dalam satu rumah bersama Farel
Farel sudah memasukkan semua barang-barang yang tadi berantakan, dia keluar dari kamarnya dan mendapati Yuna yang tertidur di sofa dengan TV yang masih menyala
cara langsung mematikan TV dan mengangkat Yuna untuk pindah ke kamarnya, beberapa menit Farel menatap wajah Yuna yang tertidur. Dalam hatinya Farel ingin terus menjaga Yuna apapun yang terjadi, ini pertama kalinya Farel merasa memiliki seorang wanita yang sangat berharga selain ibunya. Setelah menyelimuti Yuna para langsung meninggalkan kamar Yuna dan menutup pintunya
Yuna yang ternyata terbangun saat digendong Farel harus pura-pura tidur agar tidak terjadi hal yang canggung di antara keduanya, Yuna langsung mengatur nafasnya karena malu dan juga detak jantungnya yang terus berdebar bahkan sampai Farel sudah menutup pintu
Malam itu berlalu begitu saja, hingga paginya Farel sudah membuat sarapan untuk Yoona dan dirinya juga, seusai sarapan Farel mengatakan bahwa dia harus bertemu dengan beberapa orang perusahaan yang ada di Swiss, dia bertanya apakah Yuna akan ikut atau tidak dan Yuna mengatakan bahwa dia ingin ikut
Setelah sarapan mereka langsung bersiap-siap dan tepat jam 09.00 Chika dan seorang sopir telah menunggu keduanya di depan rumah
Farel dan Yoona duduk di kursi belakang sembari membuka berkas-berkas yang harus mereka pelajari untuk pertemuan kali ini
Yuna yang memang tergolong wanita cerdas langsung memahami isi dari dokumen-dokumen yang banyak itu, Farel yang memang sudah mengetahui isi dokumen hanya bisa menatap Yuna dan merasa bahwa Yuna adalah wanita yang benar-benar luar biasa
Acara meeting itu berjalan dengan lancar hingga jam 02.00 siang. Yuna mengatakan bahwa dia ingin mengikuti beberapa kursus diantaranya adalah melukis dan kelas bahasa, untuk kelas melukis akan diadakan jam 03.00 sore jadi dia pamit untuk pergi terlebih dahulu
__ADS_1
Farel mengiyakan dan meminta Chika untuk mendampingi Yuna, sedangkan dia sendiri mengatakan bahwa dia harus bertemu dengan beberapa teman yang berada di Swiss. Keduanya sepakat untuk makan malam bersama di rumah, Farel juga mengatakan bahwa Yuna jangan memasak karena dia akan membawakan makanan dari luar nanti
Sebelum benar-benar pergi dengan urusan masing-masing mereka menyempatkan diri untuk berciuman, dan tentu saja itu membuat Chika dan Pak sopir hanya bisa tersipu malu