Persembunyian Pewaris

Persembunyian Pewaris
Serumah dengan pacar


__ADS_3

Farel pulang dengan hati yang sedikit berat, dia tak menyangka bahwa sejak kecil Yuna harus mengalami masa-masa yang sepi seperti itu, Ayahnya sibuk bekerja sedangkan ibunya harus dirawat di rumah sakit jiwa untuk waktu yang sangat lama


Brian bilang kalau Yuna hanya bertemu dengan ibunya satu bulan sekali, saat bertemu pun Yuna hanya bisa memandang ibunya dari jauh karena kondisi mental ibunya yang kadang labil atau lebih sering mengamuk


Yuna tidak terlalu dekat dengan pengasuhnya, tapi dia tetap menjadi gadis yang ceria, untuk urusan sekolah Yuna bisa menjalaninya dengan baik, dia memiliki banyak teman walaupun tidak ada satupun dari mereka yang benar-benar menjadi sahabatnya. Sepertinya Yuna sengaja menjaga privasinya kepada teman-temannya.


saat memasuki rumah, Farel langsung mencari keberadaan Yuna yang ternyata belum juga pulang, Farel yang cemas langsung menghubungi Yuna tapi sepertinya HP Yuna mati. Farel sudah akan menelpon Chika tapi tiba-tiba terdengar suara pintu dibuka dan ternyata itu adalah Yuna dan juga jika yang sudah menenteng banyak sekali tas belanjaan


Setelah mengantar pulang Yuna, Chika langsung pamit untuk pulang karena dia juga merasa kelelahan sehabis berjalan-jalan bersama Yuna


Yuna langsung bergegas mandi meninggalkan Farel yang masih tidak mengatakan apapun, Farel lalu beranjak pergi ke kamarnya untuk mandi juga


Saat Farel keluar dari kamarnya dia sudah melihat Yuna yang menata makan malam mereka


"pergi ke mana saja kenapa sampai malam?"


tanya Farel dengan nada iseng


Lalu Yuna menceritakan semua perjalanannya bersama Chika di Swiss, sambil terus menata makan malam mereka


Farel menatap Yuna dengan penuh cinta, entah sejak kapan Farel merasa candu untuk melihat Yuna, ingin rasanya Farel mengungkapkan bahwa dia sungguh ingin menikah saat ini juga, namun banyak pertimbangan yang harus pada dipikirkan, kalau masalah Restu itu adalah hal yang mudah, yang tidak memungkinkan untuk melakukan pernikahan sekarang adalah posisi perusahaan dan juga ancaman-ancaman yang masih terus datang menghantui Yuna

__ADS_1


Yuna yang sadar sedari tadi diperhatikan langsung menatap kekasihnya itu Dan bertanya kenapa Farel menatapnya se intens itu


pada lantas berdiri dari duduknya dan memeluk Yuna dari belakang, yang bisikan kata-kata manis untuk Yuna, yang membuat Yuna merasa meleleh seketika


setelah makan malam Yuna dan Farel langsung duduk di ruang TV, kalau sibuk dengan laptop dan sesekali menatap televisi, sedangkan Yuna masih saja sibuk dengan membuka kotak-kotak belanjaannya


Dia mengelompokkan baju-bajunya, baju-baju milik Farel yang sudah dia beli tadi, peta keperluan rumah dan juga makan sehari-hari


Farel yang sibuk sesekali juga menatap Yuna Dan bertanya kenapa Yuna berbelanja sebanyak itu


"apakah kau tahu Farel, rasanya senang sekali bisa membelikanmu baju dan juga berbelanja kebutuhan sehari-hari, bukankah itu seperti tugas seorang istri?" Yuna berkata sambil terus membuka setiap kotak yang dia punya sembari tersenyum


"bagaimana kalau kita menikah?" ucap Farel dengan santai walaupun dalam jantungnya dia sudah berdebar sangat kencang


"tadi aku berpikir tentang pernikahan tapi sebetulnya banyak hal yang membuat kita tidak bisa menikah secepat itu"


Yuna menoleh ke arah Farel dan mendekatinya, dia menatap mata kekasihnya itu, dia tak menyangka bahwa Farel juga memikirkan apa yang dia pikirkan


Yuna lantas menyarankan agar keduanya bisa menikah secara diam-diam, dan menjalani hidup dengan bahagia. Namun sepertinya Farel memiliki pertimbangan yang jauh lebih banyak daripada Yuna. Di momen inilah Farel berkata bahwa jika ingin menikah bukankah memerlukan Restu


Yuna yang mendengar itu hanya terdiam, dia tidak mengetahui apa yang harus dilakukan selanjutnya. Farel lantas mengatakan bahwa Yuna harus menemui ayahnya dulu untuk meminta restu, kalau urusan keluarga Farel tentu saja itu sangat mudah

__ADS_1


Yuna kembali menatap intens mata kekasihnya itu, dalam benak Yuna merasa ragu untuk bertemu dengan ayahnya tapi di sisi lain mungkin inilah waktunya untuk bertemu dengan ayahnya


Malam itu menjadi malam yang panjang karena Farel harus membantu Yuna untuk menata semua barang-barang yang sudah Yuna membeli dan bongkar dari tadi


ini adalah kali pertamanya mereka tinggal serumah, Farel menjadi lebih pendiam dari biasanya, bukan karena hal yang rumit tapi hanya karena Farel merasa takut tergoyahkan imannya. Yuna pun juga menjadi sedikit pendiam karena dia juga merasa gugup harus tinggal berdua saja di dalam satu rumah bersama Farel


Farel sudah memasukkan semua barang-barang yang tadi berantakan, dia keluar dari kamarnya dan mendapati Yuna yang tertidur di sofa dengan TV yang masih menyala


cara langsung mematikan TV dan mengangkat Yuna untuk pindah ke kamarnya, beberapa menit Farel menatap wajah Yuna yang tertidur. Dalam hatinya Farel ingin terus menjaga Yuna apapun yang terjadi, ini pertama kalinya Farel merasa memiliki seorang wanita yang sangat berharga selain ibunya. Setelah menyelimuti Yuna para langsung meninggalkan kamar Yuna dan menutup pintunya


Yuna yang ternyata terbangun saat digendong Farel harus pura-pura tidur agar tidak terjadi hal yang canggung di antara keduanya, Yuna langsung mengatur nafasnya karena malu dan juga detak jantungnya yang terus berdebar bahkan sampai Farel sudah menutup pintu


Malam itu berlalu begitu saja, hingga paginya Farel sudah membuat sarapan untuk Yoona dan dirinya juga, seusai sarapan Farel mengatakan bahwa dia harus bertemu dengan beberapa orang perusahaan yang ada di Swiss, dia bertanya apakah Yuna akan ikut atau tidak dan Yuna mengatakan bahwa dia ingin ikut


Setelah sarapan mereka langsung bersiap-siap dan tepat jam 09.00 Chika dan seorang sopir telah menunggu keduanya di depan rumah


Farel dan Yoona duduk di kursi belakang sembari membuka berkas-berkas yang harus mereka pelajari untuk pertemuan kali ini


Yuna yang memang tergolong wanita cerdas langsung memahami isi dari dokumen-dokumen yang banyak itu, Farel yang memang sudah mengetahui isi dokumen hanya bisa menatap Yuna dan merasa bahwa Yuna adalah wanita yang benar-benar luar biasa


Acara meeting itu berjalan dengan lancar hingga jam 02.00 siang. Yuna mengatakan bahwa dia ingin mengikuti beberapa kursus diantaranya adalah melukis dan kelas bahasa, untuk kelas melukis akan diadakan jam 03.00 sore jadi dia pamit untuk pergi terlebih dahulu

__ADS_1


Farel mengiyakan dan meminta Chika untuk mendampingi Yuna, sedangkan dia sendiri mengatakan bahwa dia harus bertemu dengan beberapa teman yang berada di Swiss. Keduanya sepakat untuk makan malam bersama di rumah, Farel juga mengatakan bahwa Yuna jangan memasak karena dia akan membawakan makanan dari luar nanti


Sebelum benar-benar pergi dengan urusan masing-masing mereka menyempatkan diri untuk berciuman, dan tentu saja itu membuat Chika dan Pak sopir hanya bisa tersipu malu


__ADS_2