
seperti yang sudah dijanjikan bahwa besok Yuna akan berangkat dan kedua kakeknya akan menemuinya sebelum keberangkatan
mereka saling mengobrol dan mengenang masa lalu, Yuna merasa bahwa kejadian di masa lalu terulang kembali di mana Yuna harus mengamankan diri ke luar negeri
"kek apakah aku akan bertemu dengan ayah lagi saat ini?"
"kunjungilah dia di Belanda dan jangan mengharap bahwa dia akan mengunjungimu terlebih dahulu" ucap pakai Bagas
"ya aku akan berkunjung ke Belanda jika aku sudah siap untuk bertemu dengan ayah"
"memang sebenarnya apa sih yang terjadi sampai kamu merasa tidak nyaman untuk bertemu dengan ayahmu sendiri, bukankah dia yang membesarkanmu dengan kasih sayang" emang tidak mengerti apa-apa soal hubungan anak dan ayah itu
"ayah selalu sibuk, sampai-sampai aku jarang bertemu dengannya, kita memang serumah tapi tanpa terasa hubungan kita semakin berjarak, itu yang membuatku sungkan dan lebih memilih untuk tinggal sendiri"
"perbaikilah hubunganmu dengan ayahmu, kalian hanya kurang komunikasi bukan saling membenci"
mendengar perkataan kakek Bagas, Yuna sedikit tenang, dia memang memiliki rencana untuk memperbaiki hubungannya dengan ayah nya
tidak terasa jam keberangkatan Yuna sudah sangat dekat, Yuna berpamitan untuk berangkat pada kedua kakak yang begitu menyayanginya itu
Farah juga sudah stand by di depan rumah sembari menelpon kedua orang tuanya dan mengabarkan bahwa dia ada dinas ke luar negeri jadi tidak bisa untuk cepat-cepat pulang atau sering-sering memberi kabar
dibalik telepon ayah dan ibu Farel sudah pastilah menangis namun mereka juga bahagia jika anaknya memiliki pekerjaan yang mapan saat ini
Farel dan Romeo memang sengaja menyembunyikan tentang pekerjaan Farel yang sedikit berbahaya saat ini, makan sebenarnya ayah dan ibu Romeo juga tidak mengetahui pekerjaan Romeo yang sebenarnya. yang mereka ketahui adalah Romeo bekerja sebagai asisten pemilik grup G&J sedangkan Farel menjadi karyawan di perusahaan itu
bukan tanpa alasan mereka menyembunyikan semuanya melainkan hanya agar orang tuanya tidak khawatir dan tidak terseret masalah apabila terjadi sesuatu
setelah Yuna keluar dari kediaman kakeknya dan bergegas menuju ke bandara Farel menelpon kakaknya untuk mengabarkan bahwa dia akan berangkat sebentar lagi dan saat ini masih dalam perjalanan ke bandara
Romeo mengiyakan itu dan sudah beberapa orang agar bisa berjaga-jaga di sekitar Farel sampai keberangkatan
Romeo saat ini tidak berada di rumah pakai Aron melainkan dia sedang menjalankan sebuah misi yaitu mencari informasi mengenai orang-orang Ravin
setelah menelpon Romeo Farel tak lupa menelpon Fincent juga karena bagaimanapun Fincent adalah teman terdekat Farel saat ini, Fincent mendoakan yang terbaik untuk Farel dan berjanji akan menyusul apabila dia memiliki waktu yang senggang
__ADS_1
sesampainya tiba di bandara mereka langsung memasuki pesawat karena memang mereka datang di waktu yang sangat tepat.
"wah kita tidak perlu menunggu ya kamu benar-benar mengatur jadwalnya ya" ucap Yuna sambil menggandeng Farel
"akan sedikit beresiko jika kita masih menunggu di sana, aku khawatir apabila nanti ada orang-orang Ravin yang melihat kita" macam Farah sambil tersenyum pada kekasihnya itu
Penerbangan berjalan dengan lancar, mereka sampai di negara tujuan pada saat sore hari, para langsung membawa Yuna ke lokasi yang akan mereka tinggali
"apakah kita akan jalan-jalan nanti malam?"
"tentu saja tidak karena kita harus beres-beres terlebih dahulu, kamu juga harus istirahat dengan baik di sini sampai benar-benar pulih, dan kita bisa berjalan-jalan saat kamu sudah boleh jalan-jalan"
"ayolah aku kan tidak pernah pergi kemari, Prancis adalah negeri yang indah loh" Rengek Yuna pada Farel
"katanya kamu tidak pernah kemari tapi kenapa mengerti kalau Perancis itu negeri yang indah?" tanya Farel sambil menggoda Yuna
"aku kan sering melihat drama-drama yang ada di TV itu"
Farel tertawa melihat kekasihnya yang begitu lucu, namun dia tetap tidak bisa membiarkan Yuna berjalan-jalan saat ini karena kondisi Yuna yang masih belum terlalu baik
alhasil malam itu Yuna hanya bisa rebahan di sofa ruang tamu sembari melihat Farel yang bekerja di depan laptopnya
"aku harus tetap update mengenai informasi perusahaan agar nanti tidak terjadi kesulitan bagimu"
"ya kan bisa besok sekarang istirahat dulu"
Farel menghentikan pekerjaannya lalu menatap Yuna,
"kalau aku tidak mengerjakan ini lalu aku harus melakukan apa? ingat kamu kan tidak boleh ke mana-mana dulu"
"bagaimana kalau kita makan-makan, aku sedikit lapar" tutur Yuna sambil malu-malu
Farel hanya tersenyum karena sebenarnya sore tadi Yuna sudah makan berat dan ini belum terlalu malam untuk makan lagi
Tapi untuk sang pujaan hati, Farel pun menyanggupi dan memesan beberapa makanan
__ADS_1
sambil menonton bersama mereka bercanda gurau
"sebenarnya aku tidak pernah memikirkan bahwa kita bisa sesantai ini, kurasa beban yang kutanggung selama ini terlalu berat ya" ucap Yuna sambil merebahkan kepalanya di pundak Farel
"jika kamu lelah seharusnya kau bilang pada kakek jadi kakek kan bisa mengambil alih perusahaan lagi" Farel juga tahu apa yang harus dipikirkan oleh Yuna, selain strategi Yuna harus memikirkan keselamatannya juga yang setiap hari sepertinya terancam
"tapi aku suka pekerjaan itu, aku juga tidak ingin melepaskan apa yang sudah seharusnya menjadi hakku, jadi ku mohon mengertilah"
"aku kan hanya menyarankan bukannya aku tidak mengerti, kalau kamu suka jalan ini maka aku akan menemanimu dan akan menjagamu sepanjang jalan"
saat malam sudah larut dan Yuna sudah tertidur di pangkuan Farel tiba-tiba terdengar suara handphone Farel berbunyi, Farel langsung memindahkan Yuna ke kamarnya terlebih dahulu lalu mengangkat telepon dari nomor tidak dikenal itu
"halo ini siapa?" tanya Farel
"apakah kamu sedang bersama putriku saat ini?" Ucap orang di seberang telepon
" aku adalah ayahnya Yuna kenalkan namaku adalah Brian"
"bagaimana aku bisa percaya bahwa anda benar-benar ayahnya Yuna? "
"kamu pernah melihat fotoku di rumah pakai Bagas atau di handphone Yuna?"
"ya aku pernah melihatnya beberapa kali Yuna memperlihatkan foto Ayahnya"
setelah Farel mengucapkan itu tiba-tiba orang yang mengaku ayah Yuna langsung melakukan panggilan video call
tanpa ragu Farel langsung menerimanya dan benar saja itu adalah ayah Yuna
Farel langsung memberi salam dan minta maaf atas ketidaksopanannya, syukurnya ayah Yuna memahami hal itu karena memang Farel tidak pernah bicara dengan ayahnya Yuna sehingga suaranya saja tidak cukup untuk meyakinkan Farel
Farel langsung menanyakan apa yang dibutuhkan ayah Yoona sehingga menelpon Farel di tengah malam seperti ini
ayah Yuna menginginkan pertemuan dengan Yuna tapi sepertinya itu akan terjadi di waktu yang agak lama, jadi sebelumnya dia ingin memberitahu beberapa hal mengenai hubungannya dengan Yuna, dia berharap agar Farel dapat membantunya untuk segera bertemu dengan Yuna
setelah percakapan itu Farel dan Bryan ayah Yuna memutuskan untuk bertemu besok siang di bandara dekat tempat mereka tinggal
__ADS_1
Namun sebelum menutup telepon Farel masih bertanya mengapa tidak sekalian saja langsung menemui mereka di kediaman mereka saat ini
Brian mengatakan bahwa dia tidak ingin mengejutkan Yuna dan ingin menemui Yuna jika Yuna sudah siap untuk bertemu dengannya