Persembunyian Pewaris

Persembunyian Pewaris
ep 11


__ADS_3

Farel mengetuk pintu itu dengan perlahan, takut salah ruangan karena dia tidak pernah masuk ke lantai atas, terdengar suara dari dalam, Farel masuk kedalam ruangan itu dan mendapati kakaknya sedang bersama pria tua yang besar kemungkinan adalah kakek Aron,


Farel memberikan salam pada keduanya, kak Romeo menyapa adik ya terlebih dahulu, dia berkata lama tidak bertemu Rel, Farel merasa sesak, sudah 5 tahun ini dia tak berjumpa dengan kakak satu satunya itu, Rasanya ingin melayangkan 1 tinjuan untuk mengganti rasa rindu yang terus tertahan atas semua alasan alasan konyol Romeo yang tak pernah pulang, Romeo tau apa yang di pikirkan adiknya namun dia juga menahan rindunya dan tetap menjaga sikap karena ada kakak Aron di situ.


Kakek Aron bertanya siapa nama Farel dan apa benar dia adiknya Romeo, Farel memperkenalkan dirinya dan mengiyakan jika dia adik Romeo


Kakek Aron bertanya apa ada pertanyaan untuknya, dengan sungkan tapi berani Farel bertanya kenapa cucu anda harus bersembunyi, apa tidak sebaiknya langsung duduk di posisinya, Romeo yang mendengar adiknya begitu berani hendak menegurnya namun sang Kakek malah tertawa, dia balik bertanya apa itu membuat Farel terganggu, Farel mengatakan karena banyak orang yang mencarinya sampai bahkan mencurigai para anak baru, kami jadi merasa takut jika kejadian seperti Dodi alami menimpa kami,


Lagi lagi Romeo menggeleng cemas, berbeda dengan Kakek Aron yang sangat menanggapinya, anggap itu ujian untuk mencari karyawan terbaik, lalu dia tertawa, Farel hanya diam, dia tau dia hanya seorang anak muda yang baru bekerja di perusahaan besar ini


Kakek Aron meninggalkan keduanya. Romeo membuka pembicaraan, dia berkata jangan terlalu berani pada kakek Aron, lalu Farel menceritakan semua yang dia alami sela ini. Romeo lantas memberikan secarik kertas pada Farel lalu berkata, tolong kali ini saja gunakan otakmu ya, Farel mengerutkan dahi lalu menoleh pada kakaknya, dia lantas berkata apa yang harus dia kerjakan sekarang

__ADS_1


Di ruangan Fincen sudah mondar mandir karena cemas, banyak karyawan senior yang menunggu Farel di bawah, mereka benar benar penasaran dengan apa yang di lakukan Farel di atas, sedang Farel yang di tunggu sedang menunggu Kakek Aron.


Saat Kakek Aron tiba kakek Aron memberinya kunci dan memintanya kembali ke ruangan, saat hendak keluar ada seorang yang membuka pintu dari luar, dia adalah Yuna yang membawa 2 cangkir minuman hangat, keduanya saling melewati dan juga tersenyum, di luar Farel bergumam, enak juga jadi petugas kantin, bisa masuk ke semua ruangan.


Romeo memanggil Farel dan menyusulnya, dia bilang akan mengantar Farel sekalian ingin tau ruangan Farel, Farel menceloteh bahwa ternyata dia masih memperhatikan adiknya ini, keduanya saling melempar guyonan ringan sebelum sampai di lokasi yang ramai


Bu Ira memanggil Fincen dan mengatakan bahwa kembarannya telah datang jadi jangan memasang wajah tegang lagi, banyak mata menatap Farel yang baru menemui mantan pimpinan dan sekarang di kawal oleh pengawal pribadi mantan pimpinan, walau hanya pengawal namun Romeo jelas di hormati karena dia adalah orang paling dekat dengan kakek Aron, sebelum Romeo pergi dia tanpa sengaja bertatap mata dengan Bu Ira dan memberikan hormat serta senyum pada Bu Ira, dan Bu ira membalas senyum itu lalu salting


Saat jam makan siang tiba, Farel dan Fincen pergi ke kantin, banyak mata menatap Farel begitupun pak Reno, dan pak Joko keduanya bergosip soal Farel sedangkan Yoga semakin kalut dengan pikirannya, dia curiga apa Farel adalah orang itu, dia ingat kejadian itu terjadi setelah dia membuat masalah dengan Farel, Yoga jadi was was sendiri


Saat pulang dari kerja dia mendapat pesan dari nomer tak di kenal, pesan itu berisikan bahwa itu nomer Yoga dan dia mengabarkan kalau pak joko dan pak Reno sedang merencanakan penculikan Farel atau Fincen, tolong jangan sering keluar sendiri. Farel mengerutkan alis, dia merasa heran kenapa Yoga memberitahukan soal ini. Farel memperhatikan pundak kawannya, dia khawatir pada Fincen

__ADS_1


Sebuah foto menunjukkan Fincen sedang berbincang dengan seseorang yang di kawal oleh beberapa orang, pak Joko yang melihat itu melirik pada pak Reno, lalu berkata dari awal dia curiga pada Fincen karena anak itu terlalu pintar untuk ada di bagian pemasaran, dan juga dia itu punya cukup uang untuk tinggal di apartemen yang mewah itu, dia hanya anak baru dan identitas keluarganya juga tidak jelas.


Pak Reno mengatakan ayo kita pastikan siapa yang paling berpotensi di curigai, pimpinan sudah menunggu dah mendesak semuanya untuk cepat menemukan pewaris itu


Malam itu Farel akan keluar dengan Yuna, walau di luar menakutkan tapi dia lebih takut jika tak bisa menyempatkan diri untuk kesempatan kali ini, dia akan mengutarakan perasaannya pada Yuna. mereka sudah mengatur janji temu di depan gedung apartemen, mereka lantas menuju tempat makan yang lumayan mewah kali ini, Yuna berdecak kagum dan bertanya apa Farel habis dapat bonus sampai membawa Yuna ke tempat itu, Farel berkata jika dia dapat uang saku dari kakaknya yang telah lama tak pulang, Yuna tertawa kecil dan mengatakan bahwa Farel sangat lucu.


Saat tadi Farel keluar apartemen dia sudah di ikuti oleh beberapa orang namun saat mereka hendak menangkap Farel ternyata ada lebih banyak orang yang menghajar mereka, orang orang itu di bawa dan di interogasi dan ternyata itu adalah orang kiriman pak Joko.


Sedangkan saat Fincen juga hendak keluar untuk menemui kakaknya dia juga di ikuti beberapa orang namun saat hendak di tangkap ternyata Fincen juga di jaga oleh beberapa orang. sama seperti orang orang yang mengikuti Fincen ternyata mereka juga orang orang kiriman tapi yang mengirim adalah pak Reno


Di tempat yang sama pak Reno dan Pak Joko sudah menunggu hasil anak buahnya namu pak Joko mendapat telfon dari nomer anak buahnya yang ternyata sedang di pakai oleh orang orang yang menangkap mereka, dia bilang jangan macam macam dan memanggil pak Joko dengan Nama lengkapnya, seketika pak Joko ketakutan, sedangkan belum sempat pak Joko menceritakan itu pada pak Reno, pak Reno juga mendapat telfon dari anak buahnya yang berkata dengan nafas ter engah engah mengatakan bahwa mereka tertangkap.

__ADS_1


Pak Joko dan Pak Reno sama sama lemas dan ketakutan, mereka tak tau harus berbuat apa lagi. Jadi siapa yang cucu pak Aron, apa karena mereka bersahabat jadi salah salah satunya hanya mendapat perlindungan juga


__ADS_2