
Pagi yang cerah tak tiba seperti biasanya, hari ini hujan gerimis di pagi hari yang menjadi bintang utamanya, nuansa romansa terlihat dari 2 orang yang mengenakan 1 payung bersamaan itulah yang kita harapkan namun jika yang terjadi bukanlah pada sepasang kekasih melainkan pada 2 pria dewasa bernama Fincen dan Farel.
Saat pertama mereka menginjakkan kaki di kantor lalu payung pink itu di tutup dan meneteskan sisa air hujan suasana jadi heboh dan candaan mulai terdengar, mungkin karena hujan pertama jadi banyak orang yang sedang merapikan diri di lobi depan, semua jadi menggoda dua pria tampan yang hampir mirip itu, semua itu gara gara kak Loli yang sangat heboh meneriaki keduanya sehingga semua yang ada di sana ikut ikutan menggoda keduanya
Fincen hanya memperlihatkan wajah masamnya sedang Farel sudah malu sampai ubun ubun, untung saja tidak ada Yuna di sana saat itu sehingga dia masih bisa tahan, sesampai di ruangan Farel langsung menggerutu pada kak Loli , berbeda dengan Farel, Fincen terlihat acuh dan lebih peduli pada rambutnya yang sedikit basah
Pekerjaan hari itu berjalan dengan baik, suasana hanya sedikit dingin jadi ac di kantor harus sedikit lebih di hangatkan daripada biasanya, Bu Ira menceloteh jika sudah masuk musim hujan saja, seperti wanita pada umumnya Bu Ira repot dengan riasan wajahnya yang terkena cipratan air tadi, dia juga menggerutu kalau harus ganti skincare karena cuacanya jadi lebih lembab
Farel jadi berinisiatif membelikan Yuna skincare, di tengah lamunannya Bu Yola menepuk pundaknya dan memberikan beberapa berkas untuk bahan presentasi Farel , Farel bekerja dengan giat dan semangat, tujuannya adalah bekerja dan mendapat posisi yang baik untuk keluarga dan kehidupan percintaannya
Hari itu Farel sangat menggebu gebu walau hujan badai sedang terjadi di luar gedung, hingga pak Joko mendatanginya dan mengajaknya ngopi bareng di jam istirahat, Farel tak bisa menolaknya juga tak bisa mengajak Fincen karena melihat Fincen amat sibuk.
__ADS_1
Saat jam istirahat pak Joko lekas mengajak Farel ke kantin dan ngopi, pak Joko bertanya apa Farel punya keluarga, Farel bilang punya di kota A, Apa Farel punya ayah dan ibu yang lengkap, Farel berkata punya, dia bahkan punya kakak, pak Joko juga bertanya apa dia kenal dengan pemilik perusahaan, Farel yang baru karyawan baru tentu belum tau seperti pa wajah pemilik perusahaan. Lalu pak Joko mengangguk angguk, dia memastikan kalau Farel bukan orang yang digosipkan itu, Farel mengangguk setuju, setelah pembicaraan yang menegangkan itu pak Joko lantas pergi karena waktu istirahat jga sudah hampir habis
Farel masih belum makan tapi sudah jam masuk saja, ini karena pak Joko mengajaknya bicara lama, mau pesanpun sepertinya tak kan sempat namun tanpa di undang Yuna datang dengan kotak makanannya dia meminta Farel untuk memakannya nanti, karena dia tau Farel belum makan dari tadi, Farel tersipu malu dan mengucapkan terimakasih pada Yuna lalu membawanya pergi ke ruang kerja, sungguh rejeki anak baik batinnya, apalagi yang membawakan adalah orang yang spesial.
Hari itu berjalan baik sebelum jam pulang, karena saat pulang ada kabar bahwa 2 karyawan mengundurkan diri, satu karena sakit dan satunya beralasan tidak mampu bekerja di dalam perusahaan, Fincen dan Farel tak mengatakan apapun keduanya lanjut pulang.
Sesampainya di rumah keduanya baru mulai mengobrol, Fincen bilang tidak mungkin kalau seorang yang sudah bisa masuk kantor ini berhenti karena alasan tidak mampu, ujiannya saja jauh lebih sulit dari pekerjaan mereka sekarang, dan yang satunya katanya sakit, rumornya sih dia mengalami luka luka, berita itu datang dari para teman anak yang Risen itu, mereka berhasil menemuinya dan mengambil fotonya.
Hari minggu telah tiba namun hari ini bukan hari untuk bersantai, Farel dan Fincen lekas bergegas ke rumah Dodi, mereka menaiki bus dan sampai sekitar pukul 9 pagi, Farel berkata apa mereka kepagian namun ternyata Dodi sudah menunggu mereka tepat di sebrang halte mereka turun
Fincen melambaikan tangan dan mereka langsung bergegas menuju Dodi. Dodi mengajak keduanya singgah di rumah neneknya yang tak jauh dari halte bus, mereka lantas berjalan sambil saling menggoda, setelah memberi salam pada nenek, Fincen ,Dodi, dan Farel langsung bergegas ke pemancingan dekat rumah nenek
__ADS_1
Di sana Fincen mulai bertanya tanya pada Dodi tentang mengapa Dodi keluar dari perusaan, Dodi menceritakan awalnya dia di cegat dua orang tak di kenal lalu di interogasi soal keluarga, namun karena aku tak punya ayah ibu mereka malah menghajarku, aku masih bisa bertahan soal itu namun mereka mulai datang ke rumahku dan mengacak acak rumah seolah mencari sesuatu, aku takut nenekku kena masalah atau tau masalahku, jadi aku memutuskan mengundurkan diri saja
Dodi lantas bertanya apa Farel dan Fincen juga mengalami hal serupa lalu Farel bercerita bahwa ada dua orang asing di depan kosannya namun Farel kebetulan memergoki mereka dan berhasil lolos dari mereka, sekarang dia jadi parno dan pindah tempat tinggal, Dodi bilang bahwa mungkin ada beberapa orang yang terlibat, karena aku sehari sebelum kejadian mendengar kabar bahwa para petinggi memanggil orang dari beberapa bagian.
Nah ini cocok dengan pak Joko yang juga di panggil atasan lalu tau kalau Farel pindah tempat tinggal, semuanya terasa jelas sekarang. Mereka berbincang banyak hal sampai tidak terasa malampun tiba dan Farel pamit akan pulang, Farel dan Fincen lantas langsung menaiki bus untuk pulang ke apartemen.
Sesampai di apartemen pak satpam memberi tau bahwa tadi ada beberapa orang mencurigakan yang menanyakan soal Fincen atau Farel, mereka berdua meminta pak satpam untuk jangan sembarangan menerima tamu, khususnya untuk lantai kamar Fincen. mereka lalu bergegas masuk apartemen dan bersih bersih, setelah itu baru berbincang soal teror ini.
Fincen mulai muak dengan permasalahan ini, dan merasa harus keluar saja dari perusahaan, sedang Farel sepertinya masih ingin tetap di sana karena sayang akan pekerjaannya, lalu Keduanya terdiam sejenak hingga Fincen memutuskan untuk lanjut namun Farel merasa tidak enak hati pada Fincen, Fincen mengatakan dia tidak suka menyerah untuk hal ini, dia pasti akan bertahan dan hidup dengan tenang karena bisa bekerja dan melewati masa sulit, Farel langsung merasa termotivasi dan juga semangat untuk bertahan dan melewati masa sulit ini.
Beberapa saat kemudian Bu Ira menelfon Fincen dan mengatakan nama Farel lalu telfonnya mati
__ADS_1