Persembunyian Pewaris

Persembunyian Pewaris
Persidangan Ringgo


__ADS_3

Hari persidangan Ringgo telah tiba dan yang paling mengenaskan saat itu adalah, tak seorangpun yang datang untuk memberinya semangat hingga persidangan hampir selesai, namun tiba tiba ada saksi yang bisa membela Ringgo, dia adalah Fincent


"untuk saksi silahkan menempati posisi" ucap yang mulia


Ringgo menoleh dan kaget karena Fincen baru saja tiba bersama Bu Ira dan Yoga


Fincen langsung membuka semua datanya dan karena data itu terlalu banyak maka persidangan di lanjutkan pekan depan


Di ruangan lain Fincen menemui Ringgo


"kenapa kalian datang dan membawa bukti itu? kita kan beda kubu" ucap Ringgo


"nyonya Camelia meminta kami menangani masalah anda"


"Camelia? (tersenyum kecut) kenapa dia sok baik begitu?" ini diluar ekspektasi Ringgo, dia berharap tak berurusan lagi dengan kakak keduanya itu


"Belian mengatakan agar anda bisa lepas dari Ravin, beliau juga ingin anda hidup dengan baik ke depannya"


"apa kau tidak tau? aku akan tetap di hukum karena memang aku terlibat, walaupun aku hanya boneka tapi aku melakukannya secara sadar, aku tak menyangka kalau kakak akan Setega ini padaku" Ringgo menurunkan nada suaranya, tampak raut wajah kesal tapi juga tak berdaya untuk berontak


"jika anda di hukum setidaknya dia yang salah jga harus di seret, anda harus mendapat keadilan walau itu masih tak bisa membebaskan Anda" Fincen berdiri dan memberi salam, dia tak ingin meneruskan pembicaraan


Ringgo menangis sendirian di ruangan itu, dia tak menyangka bahwa Dora yang akan menolongnya, padahal dulu Ringgo tak melakukan banyak hal untuk Dora


kakek Aron mengetahui jika Camelia atau Dora putrinya telah membuat keputusan untuk Ringgo akhirnya bisa tersenyum, walaupun hatinya masih hancur karena kedua putranya akan masuk penjara namun beliau merasa sedikit membuang dosa yang selama ini menunggangi pundaknya


"Romeo... ku harap saat kau jadi ayah nanti jangan sampai menutupi kenakalan anakmu hingga mengorbankan orang lain, beri mereka pelajaran agar tak mengulanginya lagi, jangan menyesal terlalu jauh seperti aku" ucap kakek Aron pada Romeo yang saat itu berada di belakangnya


" siap pak" sahut Romeo


"aku tiba tiba ingin bicara dengan Dora, emm ayo ke Belanda"

__ADS_1


"saya akan siapkan penerbangannya pak"


kakek Aron hanya mengangguk dia juga menambahkan agar Romeo juga mengajak Ira sembari tersenyum


Romeo sedikit malu tapi dia juga merasa senang akan hal itu


kakek Aron memberi kabar pada Brian, lalu Brian juga mengatakan bahwa bolehkan jika Yuna dan Farel ikut dalam pertemuan kali ini, dan tentu saja kakek Aron mengiyakan itu


Pertemuan keluarga kali itu akan dilaksanakan 1 minggu yang akan datang, dan sudah dipastikan bahwa Yoona juga akan datang bersama Farel


Kakek Aron lantas mengabari Yoona dan Yoona langsung mencoba menghubungi Farel yang memang sangat sulit untuk ditemui


Satu minggu berlalu dan Farel masih juga belum bisa dihubungi hingga akhirnya Farel sendiri yang menghubungi Yuna


"halo sayang, aku rindu"


"kalau rindu kenapa tidak menghubungiku dan bahkan sangat sulit untuk dihubungi"ketus Yuna pada Farel


"pokoknya kamu harus jaga diri dan Jangan melakukan hal yang aneh-aneh, oh iya bulan depan akan ada pertemuan keluarga dan papa berharap kamu datang"


"aku sama kamu kan? masa aku sendirian" tanya Farel dengan nada bergurau


"tentu saja kuharap pada tanggal itu kamu bisa datang tepat waktu, ya kalau bisa menjemputku juga jadi kita berangkat bersama"


"siap aku akan datang tepat waktu"


setelah berbicara soal pertemuan keluarga itu mereka lantas membicarakan soal Ringgo


"aku sudah mendapatkan banyak informasi mengenai orang-orang yang berhubungan dengan Ravin, kita bisa menyeretnya ke jalur hukum tapi aku tidak bisa menemukan jalan untuk mengempeskan rindu karena memang dia terlibat langsung"


"baguslah kalau begitu lalu tunggu apalagi eksekusi saja secepatnya, dan soal Paman Ringgo, dia juga sudah mengikhlaskan bila dia harus dipenjara, dia juga mengakui semua kesalahannya dan dia bilang walaupun dia hanya dimanfaatkan namun dia melakukan semuanya dengan sadar jadi dia juga harus menerima hukumannya"

__ADS_1


"kalau soal eksekusi sih bisa secepatnya cuman bakingan dari Ravin ini yang sedikit mengkhawatirkan, istri Ringgo itu adalah orang yang sangat mencintai Ravin, selain dimanfaatkan di perusahaan Paman Ringgo juga dibodohi oleh Ravin, istri paman Ringgo itu adalah selingkuhannya Ravin, dan nyonya Novita itu adalah seorang mafia"


Yuna terkejut karena tidak menyangka kalau bibi Novita adalah seorang mafia dan sebegitu rumitnya hubungan mereka bertiga, mereka berdua berharap agar semuanya bisa berjalan dengan baik dan Ravin ataupun Nyonya Novita bisa mendapatkan ganjaran untuk semua perbuatan mereka yang sangat tidak bermoral


Hari yang ditunggu akhirnya tiba di mana Farel sudah menjemput Yoona tepat di depan perusahaan


Yuna bertanya apakah Farel tidak akan menemui teman-temannya terlebih dahulu sebelum pergi ke bandara, namun Farel menolak dengan alasan untuk meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan


Yuna memahami tentang semua itu dan tidak bertanya hal yang lain lagi, dia hanya bisa berdoa dan berharap agar Farel selalu mendapatkan jalan yang baik dan bisa kembali dengan selamat


Awalnya Yuna sangatlah khawatir namun setelah bicara dengan Romeo, dia jadi mengerti apa yang dilakukan oleh Farel yaitu mencari informasi atau menjual informasi untuk mendapatkan bantuan dari para mafia, sehingga dia bisa melawan Nyonya Novita di kemudian hari


Yuna memang sangat ahli di bidang bisnis namun dia sangat buta akan dunia mafia jadi dia mencoba untuk mempercayakan semuanya kepada Farel dan hanya bisa berharap agar Farel baik-baik saja


keduanya tidak langsung pergi ke kediaman Brian saat sampai di Belanda, mereka memutuskan untuk menginap di hotel dekat dengan perusahaan cabang G&J


Yuna harus pergi ke perusahaan untuk mengadakan rapat bulanan dan juga menemui beberapa mitra penting di cabang Belanda, tentu saja dengan senang hati mendampingi setiap kegiatan Yuna, lama udah ada di sana Farel tetap bekerja menggunakan laptopnya dan juga bersantai menemani Yuna


"kau tahu sudah sangat lama kita menjaga jarak" ucap Yuna sambil memakan snack di depannya


"tidak itu tidak benar, bukannya aku menjaga jarak tapi aku ini sibuk sayang" balas Farel yang juga memakan snack


"benarkah kamu sibuk dan bukan hanya alasan untuk menghindari ku"


"lihat saja nanti kalau aku bisa mengalahkan mereka semua itu adalah hasil kerja kerasku karena sudah menahan rindu padamu"


"alah kamu ini membual, tapi semoga kita bisa menyelesaikan ini dengan baik dan perusahaan kembali ke jalan yang lurus"


Farel menidurkan dirinya di pangkuan Yuna, keduanya tahu bahwa waktu mereka bersama makna terbatas untuk saat-saat ini


'rasanya aku ingin cepat menikah dan memakannya, masih lamakah tanggal pernikahan itu' itulah kira-kira isi kepala Farel

__ADS_1


__ADS_2