
Untung saja terdengar suara kepala satpam yang menegur seseorang
"hei kenapa kamu di sini dan tidak makan-makan di luar? nanti kamu kehabisan jatah loh" sambil sepertinya membawa orang itu pergi ke posnya
Di rasa sudah aman Fincent dan Farel lantas keluar dari kantor, dan langsung menuju ke apartemen Farel
"untung saja ada kepala satpam kalau tidak bisa-bisa mereka mengetahui kalau kita sedang mencari sesuatu di sana"ucapin Fincen
"kan belum tentu juga orang tadi adalah bawahan Ravin dan Ringgo" balas Farel yang masih positif thinking
Mereka berdua berjalan sambil memperhatikan sekitar, takut-takut ada yang mengikuti mereka
benar saja yang dikhawatirkan Farel bahwa seseorang telah memberitahukan jika Farel dan Fincent datang ke kantor pada malam hari
Namun karena di dalam mereka tidak diikuti siapapun tentu saja Ravin tidak mengetahui apa yang dilakukan Farel dan Fincen
Kembali pada keadaan Farel dan Fincent yang sedang memeriksa isi flash disk yang sudah mereka dapatkan
"Ini kan tentang transaksi-transaksi gelap yang datanya sedang kuteliti tadi, ini berbeda, mungkin ini adalah data sebelum mereka merombak isinya, sepertinya mereka sudah merencanakan ini dengan matang dan mengetahui bahwa aku bisa menetas semua komputer di perusahaan, itu sebabnya mereka berani sekali memulai perang ini" respon Farel pada apa yang dia dapatkan dari komputer ke Loli
"sekarang saatnya untuk mencari sumber dari data-data yang Kak Loli siapkan ini, untuk membuatnya bisa dipakai dan memiliki dasar yang kuat" balas Vincent sambil terus meneliti semua yang Kak Loli tulis di dalam data itu
Setelah diteliti beberapa jam akhirnya mereka mendapatkan sebuah titik terang yaitu alamat atau tempat data perusahaan disimpan, namun tentu saja tanpa sepengetahuan kakek Aron atau disimpan secara rahasia oleh mereka
Farel berencana untuk mencari tempat itu dia juga akan berusaha untuk mengetahui apa motif dari semua ini
__ADS_1
Sedangkan Fincent akan beroperasi di kantor untuk mengawasi gerak-gerik mereka berdua, karena posisinya yang saat ini bisa fleksibel jadi Fincent dapat mengawasi keduanya saat di kantor
Keesokan harinya saat Yuna selesai rapat dan Farel juga sudah menunggu di depan kantor mereka lantas pergi menuju lokasi yang diberitahukan oleh kak Loli
Ternyata tempat itu adalah salah satu anak dari perusahaan G&J yang berada di pelosok dan juga tidak beroperasi secara optimal
Di ketahui juga bahwa di sana tidak ada satupun orang yang termasuk dalam anak buah setia kakeknya
"bagaimana cara kita masuk ke sana, kalau aku tiba-tiba datang pasti langsung dilaporkan kan?" tanya Yuna pada Farel
"bagaimana kalau kita tangkap kepalanya dan kita ajak negosiasi"
"apa bisa semudah itu? "tanya Yuna pada Farel yang sepertinya sangat yakin dengan rencananya
"seorang kepala keluarga dengan dua anak putri dan 1 istri, dia tidak memiliki sanak keluarga yang lain, tapi satu rahasia yang dia miliki yaitu dia memiliki seorang putra yang sedang belajar di luar negeri dan putranya itu dibiayai seluruh kehidupannya oleh Ravin, mungkin itulah alasan mengapa dia sangat setia pada Ravin, namun yang dia tidak tahu adalah, putranya sebenarnya di penjara di luar negeri karena kasus narkotika dan Ravin yang menjebaknya, itu semua dilakukan agar putranya tidak menjadi orang yang terlalu penting dan tidak bisa melawan mereka" jelas Farel yang sepertinya sudah mencari informasi tentang mereka terlebih dahulu
"aku hanya sedikit memutar otak untuk mendapat jalan yang lebih baik"
Setelah mereka berbincang sedikit mereka langsung mencari penginapan, karena tidak mungkin mereka menyelesaikan hari itu juga
Saat hari sudah menjelang malam Farel langsung bersiap-siap untuk pergi ke kediaman Pak Bram, dia adalah orang yang diceritakan Farel tadi siang, dia adalah direktur di perusahaan yang terpencil itu
Farel berangkat sendiri sedangkan Yuna menunggu di penginapan, bukan tanpa alasan melainkan Farel hanya akan mengirim surat yang berisi foto dan juga informasi mengenai kondisi anak laki-laki pak Bram, dia juga mencantumkan tempat pertemuan jika Pak Bram ingin tahu lebih mengenai kondisi anaknya
Pancingan itu telah dilempar dan benar saja keesokan harinya saat sore hari dan di tempat yang sudah ditunjuk oleh Farel, Pak Bram hadir bersama istrinya sesuai dengan apa yang diharapkan oleh Farel
__ADS_1
Saat di perjalanan menuju ke tempat yang ditentukan oleh Farel, dia juga sudah diawasi dan dipastikan tidak diikuti oleh siapapun dan juga tidak menggunakan alat apapun saat bertemu dengan Farel
Pak Bram dan istrinya memasuki sebuah tempat makan dan memesan makanan lalu menuju ruang yang sudah ditentukan oleh Farel
"apa yang kau harapkan dari saya? jangan ganggu anak saya yang sedang belajar di luar negeri"Ucap pak Bram saat pertama kali bertemu dengan Farel dan juga Yuna
"silakan duduk terlebih dahulu dan tolong jaga ucapan anda" tekan Farel agar Pak Bram tidak menganggapnya sepele
Istri Pak Bram sudah terlihat emosional, matanya juga sudah memerah menahan air mata, sepertinya dia tidak ingin membuat masalah dan hanya ingin anaknya bersekolah dengan baik
"akan ku jelaskan dari awal, sebelumnya perkenalkan saya adalah asisten pribadi dari CEO baru group G&J, lalu wanita ini adalah Yuna dia adalah CEO baru di grup G&J" belum Farel selesai bicara namun Pak Bram sudah memotongnya
"aku hanya akan bekerja dengan baik dan tidak ingin mengurus urusan kalian tolong lepaskan anak saya dan jangan ganggu kami" ucapnya yang sepertinya sedikit takut namun juga tak bisa membiarkan anaknya dalam masalah
"kenapa Anda bisa menuduh kita sebagai dalang dari masalah anak anda?, sebaiknya anda tidak memotong ucapan saya agar saya bisa menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi, atau kita tidak bisa melakukan apapun untuk anak anda dan untuk perubahan hidup anda"
Pak Bram sedikit geram namun istrinya memegang tangannya dan mencoba menenangkan suaminya
"begini yang pertama kami tidak mengenal anak Anda dan kami tidak ada sangkut pautnya dengan hal itu kami hanya mengetahui informasi mengenai anak Anda yang ada di dalam penjara di luar Singapore sana" tegas Farel
"lalu mengapa dia bisa ada di Singapura dia kan sedang belajar di Amerika" tanya istri Pak Bram dengan lemah
"seharusnya anda berpikir siapa yang mengirim dia ke luar negeri dan siapa yang bertanggung jawab atas keselamatannya di luar negeri, kalau mereka memang menjamin hidup anak anda di sana, seharusnya mereka memberitahu anda bahwa anak anda sedang berada di Singapura dan dalam masa tahanan, walaupun tidak menolong setidaknya mereka memberi kabar kalau mereka memang tidak ada sangkut pautnya dengan ini" ucapan Farel dengan tegas
Pak Bram dan istrinya saling memandang mereka juga berpikir bahwa itu ada benarnya juga
__ADS_1
"lalu siapa yang membuat anak saya mengalami musibah ini? " tanya pak bram