
Seperti yang di inginkan Yuna, para petinggi yang memihak pada Yuna mulai di masukkan dalam setiap misi mereka, hal ini tentu saja berdampak sangat banyak pada keleluasaan mereka di perusahaan
Sebagai permulaan mereka akan mengupas masalah Ringgo hingga ke akarnya, para petinggi sebenarnya agak ragu jika harus berurusan dengan Ravin, bukan karena tidak percaya pada Yuna tapi karena takut keselamatan mereka terancam
"kalian tenang saja, karena yang berada di Kubuku akan mendapat penjagaan dari perusahaan" tegas Brian ayah yuna
sejak saat itu perusahaan semakin mengalami peningkatan dan Yuna juga lebih mudah mendapat informasi
Beralih pada Farel yang menemui anak pak Bram yang di penjara di Amerika, Farel sudah mengumpulkan banyak bukti bahwa anak pak Bram yang bernama Andre itu tak terlibat
"siapa anda dan kenapa menemui saya?" tanya Andre
"aku orang perusahaan G&J, ku harap kamu bisa menceritakan yang sebenarnya padaku" ucap Farel
"aku tidak ingin punya urusan dengan kalian jadi silakan pergi" ucap Andre dengan tegas
"aku tidak tahu apa yang membuatmu memberikan hidupmu pada Ravin, tapi yang jelas ayahmu sangat sedih karena tahu anaknya masuk penjara" tegas Farel
"kalian kan sudah berjanji tidak akan memberitahu beliau, tapi kenapa sekarang orang tuaku bisa tahu"
sepertinya Andre tak mengerti apa yang sudah terjadi, dan mungkin dia sudah dimanfaatkan sejak lama oleh Ravin
Farel lantas memberitahu semuanya pada Andre, dia juga bisa menjamin Andre keluar dari penjara dan membersihkan namanya jika Andre mau bekerja sama dengan Farel
Awalnya Andre menolak karena dia tidak berani untuk menghianati Ravin, lalu Farel memberitahukan risiko apa yang bisa dialami Andre bila tidak mau bekerja sama dengan Farel
Andre bisa saja dihukum seumur hidup karena kasusnya adalah pengedar narkotika
"tidak kamu berbohong tuduhanku hanyalah memakai narkoba bukan pengedar" ucap Andre tak percaya
Farel mengeluarkan bukti-bukti bahwa dia memang dijerat hukum pengedar bukan pemakai, entah bagaimana caranya Andre bisa tidak mengetahui hal itu
Andre mulai panik dan goyah, dia Lalu mengajukan beberapa syarat agar mereka berdua tidak mengalami kerugian
"aku akan ikut dengan rencanamu tapi kamu harus berjanji mengeluarkan aku dari penjara dan menjaga keamanan keluargaku juga"
__ADS_1
"ya aku bisa menjamin itu jadi sekarang ceritakan apa yang sebenarnya terjadi padamu"
"saat itu ayah menelponku dan mengatakan bahwa bisnisnya sedang merosot dan padahal beliau ingin menyekolahkan saudaraku, aku awalnya berinisiatif untuk bekerja tapi kemudian Pak Ravin datang menemuiku dan mengatakan bahwa ayahnya dalam bahaya, dia memberikan bukti-bukti di mana ayahku mendapatkan teror dari para rentenir, pak Ravin mengatakan bahwa dia akan membantu ayah bila aku mau menggantikan seseorang menjadi seorang tahanan, aku tak punya pilihan lain selain menyetujui itu" terang Andre
Dari sini Farel mulai tahu bahwa orang yang sedang dilindungi Ravin bukanlah orang sembarangan, hal itu bisa disimpulkan dari upaya Ravin untuk menyelamatkannya dari hukum
Setelah menemui Andre, Farel langsung melakukan penyelidikan dan dia mendapati bahwa salah seorang anak Ravin sedang berada di tempat rehabilitas, dia terjerat narkotika dan sudah dapat dipastikan bahwa anak itu adalah orang yang dilindungi Ravin
Farel yang saat itu sudah mengenal banyak mafia dapat dengan mudah mencari bukti bahwa anak Ravin adalah orang yang seharusnya ditangkap
setelah satu kasus berhasil diselesaikan Farel memutuskan untuk pulang dan menemui Yuna secara diam-diam
malam itu Yuna sedang pergi memancing bersama dengan pamannya, hal itu dilakukan Yuna jika dia memiliki waktu yang senggang untuk sekedar menenangkan pikiran
tiba tiba paman Yuna mengatakan bahwa dia harus pulang dan meminta Yuna menunggu seseorang sebentar lagi
"memang siapa yang harus ku tunggu paman?, paman tidak akan membiarkanmu sendirian kan, paman tidak lupa kalau paman ini pengawal kan?"
"sudah ya Yuna, paman pulang dulu" sembari menancap gas mobilnya
saat dia berjalan masuk lagi ke pemancingan, Yuna baru sadar bahwa tidak ada satupun pengawal sekarang, dia benar benar sendirian
Yuna langsung waspada karena ini sangat mencurigakan, dia berlari ke dalam dan mendapati sudah ada Farel di sana
"Farel?"
"suprise"
"tidak lucu tau, aku sudah sangat ketakutan karena pamanku bersikap aneh, dia tiba tiba meninggalkan q sendirian begini"
"maaf aku sengaja minta pamanmu berakting begitu, aku ingin tau secemas apa kamu"
Yuna duduk di sebelah Farel dan menyandarkan kepalanya di pundak Farel
"aku rindu, rinduuuuu sekali padamu"
__ADS_1
Farel menatap Yuna sejenak sebelum dia menciumnya. mereka berciuman cukup intens dan lama, hingga setan dari mana yang membuat keduanya semakin melewati batas
tangan yang mulai semakin turun ke bawah dan Yuna yang membiarkan tubuhnya di sentuh, dengan nada lirih akhirnya suara ******* itu keluar dari mulut Yuna
Keduanya kembali berciuman hingga Farel menggendong Yuna ke mobilnya, Yuna menarik pintu tengah mobil dan Farel mendudukkan Yuna di sana
Farel menutup gorden mobil memastikan tak ada yang bisa melihat walau lampu di dalam mobil di nyalakan
jaket yang sedari tadi di kenakan sudah di lepas, begitupun dengan milik farel, satu persatu kancing baju Yuna mulai terbuka, dan Farel dengan berani mencium semua yang dia lihat saat itu, hingga sedianya hanya memakai celana saja tiba tiba Farel memalingkan pandangannya
"ini tidak benar Yuna" suara yang sedikit bergetar itu memperjelas bahwa Farel sedang berusaha menjaga batasnya saat ini
Yuna memeluk Farel dari belakang yang otomatis dadanya bersentuhan langsung di punggung Farel, jangan tanyakan lagi soal junior Farel yang sedari tadi sudah bangun
" aku baik baik saja, walau aku malu tapi aku juga menyukai ini" ucap Yuna dengan lirih
"sudah sudah, kita harus melakukan pernikahan dulu" tegas Farel sambil menyelimuti Yuna dengan jaketnya
Detak jantung keduanya sudah sangat kencang, nafas yang menggebu itu perlahan stabil lagi
Yuna merasa tanggung namun dia juga tak terlalu kecewa karena dia tau kalau Farel sudah berusaha keras menahan dirinya agar Yuna tak ternoda.
" berjanjilah kita akan segera menikah"
"aku juga ingin begitu, aku juga ingin memakanmu segera sayang" ucap Farel sembari memeluk Yuna
"mau meneruskan yang tadi?"
" Ais... jangan menggodaku, aku sudah berusaha mati Matian untuk berhenti"
Yuna tertawa karena merasa gemas dengan tingkah Farel.
"mau ku antar pulang? di sini banyak setannya" ucap Farel
"ya ayo pulang, kasian juga jika kamu harus menahan diri lebih lama seperti ini"
__ADS_1
Farel tersenyum dan mencium kening Yuna sebelum mereka bergegas pergi dari sana