Persembunyian Pewaris

Persembunyian Pewaris
ep 34


__ADS_3

Hari itu adalah hari pertama Yuna muncul di kantor sebagai seorang CEO, semua mata tertuju padanya karena penampilannya yang begitu luar biasa seksi dan juga cantik, tak sedikitpun riasan itu menunjukkan sisi lembut dari Yuna, karena Yuna menggunakan riasan bold yang menunjukkan bahwa dirinya adalah wanita yang tangguh dan tidak mudah goyah


Pagi itu menjadi pagi yang sungguh mencekam untuk seluruh karyawan karena Yuna mengadakan rapat dadakan untuk semua bagian di perusahaan


Tentu saja Ravin dan Ringgo juga hadir dalam rapat itu, karena bagaimanapun posisi tertinggi saat ini adalah Yuna dan apabila panggilan itu tidak direspon maka mereka berdua akan dianggap telah melukai Citra perusahaan


"selamat pagi salam kenal untuk semuanya kalian sudah pasti tahu bahwa aku adalah Yoona see you baru dari perusahaan G&J"


Semuanya tersenyum walaupun Yuna tahu beberapa dari mereka memiliki niat yang sungguh buruk padanya


"Ada beberapa hal yang ingin aku umumkan yaitu perubahan struktur organisasi semuanya akan dijelaskan oleh asistenku di perusahaan yaitu Farel, dia akan menjadi orang paling sibuk di perusahaan ini, kuharap kalian bisa menerima keputusan yang mendadak ini" pegas Yuna tanpa ragu


namun tiba-tiba Paman Ringgo menyela ucapannya


"tunggu bukankah pak Jo adalah asisten yang menangani perusahaan ini"


"oh soal Pak Jo dia telah dimutasi di perusahaan paling terpencil yang kita miliki, itu karena dia sungguh berpengalaman, aku harap dia bisa mengembangkan perusahaan kita di sana"jelas Yuna yang seolah mengatakan bahwa dia ingin mengusir Pak Jo dari perusahaan inti


"bagaimana kau bisa membuang orang yang paling dipercayai kakek dan bagaimana kamu bisa membuatnya berada di perusahaan terpencil, bukankah dia sudah bekerja sangat lama di sini, apakah itu apresiasi darimu?"


"tentu saja tidak Pak Ringgo aku ingin dia mengembangkan perusahaan itu dengan baik, tidak ada penurunan gaji dan dia tetap menikmati hak-hak istimewanya seperti rumah dinas dan juga mobil dinas" Yuna tahu bahwa pasti Ringgo merasa ini adalah celah untuk menjatuhkannya, namun dia tidak peduli apapun lagi dan ingin menguasai perusahaan dengan baik, karena ini adalah langkah pertamanya untuk melawan orang-orang yang sudah berakar di perusahaan


"tapi bukankah langkahmu tidak tepat Yuna?" tanya Ringgo


"apa yang lebih baik dari apa yang ku pikirkan sekarang?, oh ya aku tidak punya cukup waktu yang panjang dan kalian juga pasti sangat sibuk dengan pekerjaan, jadi aku tidak akan membahas ini terlalu lama karena masih banyak hal yang harus aku sampaikan tentang rencana kedepannya yaitu struktur organisasi perusahaan"


...****************...


Rapat itu berjalan dengan menegangkan dan berakhir dengan keputusan Yuna yang tidak bisa diganggu gugat


"Bagaimana ini kak, kenapa kita jadi harus menyetorkan laporan perusahaan pada Yuna, bukankah selama ini kita bisa bergerak dengan bebas dan biasanya ayah tidak mengurus perusahaan fashion dan juga entertain, tapi semua saat ini tidak bisa seperti dulu lagi kita harus menyetorkan semua data kepada Yuna, sepertinya Yuna mulai tertarik dengan seluruh perusahaan yang ada di bawah naungan G&T" ucap ringgung pada Ravin

__ADS_1


"sebaiknya kita tenang dulu karena ada sisi baik dibalik semua ini"


"Apa?" tanya Ringgo yang tidak mengerti apa maksud kakaknya


"kalau semua informasi masuk kepada Yuna berarti semua tanggung jawab juga akan dilimpahkan kepada Yuna, jadi kita bisa mengirimkan kesalahan-kesalahan itu dan menumpahkannya padanya" tutur Ravin


"aku benar-benar lelah memikirkan ini, dia benar-benar menjengkelkan, bahkan dia tidak memanggil kita Paman, seenaknya dia bilang "Pak" kepada kita, apa dia pikir kita adalah pekerja, apa dia tidak tahu bahwa kita adalah pamannya yang berarti kita lebih berhak daripada dia" Ringgo menggerutu


...****************...


"apa penampilanku memukau?" tanya Yuna pada Farel yang menyetir mobilnya


"Tentu saja, untuk permulaan, ini adalah gebrakan yang cukup berani dan berkesan sayang" balas Farel menguatkan Yuna yang sebenarnya risih dengan dandanannya


"Rapat dengan kakek akan di adakan jam berapa?" tanya Yuna sambil membuka Hpnya


"kalau tidak salah jam 2an" balas Farel singkat


"Ais... aku tau yang kamu pikirkan" ucapkan Yuna kesal, namun setelahnya mereka tertawa bersama


Mereka singgah sebentar di kediaman Yuna untuk berganti pakaian dan riasan karena Yuna sungguh tidak tahan lagi, begitupun Farel yang berganti pakaian kasual yang nyaman


Mereka punya waktu sekitar 3 jaman untuk kencan namun sepertinya kencan mereka tidak akan berjalan lancar kali ini karena Fincen menelfon Farel dan mengabarkan kalau dia mendapat sedikit masalah, Farel dan Yuna langsung menuju tempat Farel yang sedang berada di kediamannya


sesampai di apartemen Fincen mereka langsung masuk dan menuju kamar Fincen


"Ada apa?" tanya Farel yang baru saja datang


"Aku pulang karena yakin tidak bisa menemui kalian di kantor, ini ada aliran dana tidak normal dari semua perusahaan G&J"


Yuna dan Farel segera melihat data yang di buka oleh Fincen

__ADS_1


"sepertinya mereka mulai membuat keributan agar kepercayaan terhadap Yuna menurun" ucap Fincen


"Tolong lacak itu, aku akan kumpulkan semua data terdahulu, dan semoga waktunya cukup untuk menemukan biang celahnya"


Mereka langsung sibuk, Farel menyarankan agar mereka pindah ke apartemen Farel karena perlengkapan Farel tidak bisa di bawa ke apartemen Fincen. Mereka langsung pindah ke apartemen sebelah karena perlengkapan Farel lebih lengkap


Mereka masuk ke salah salah satu kamar yang luas, dan isinya hanya ada banyak komputer dan 1 kasur kecil, sepertinya ini ruang kerja Farel


Farel langsung menghidupkan komputer besarnya, lalu mulai membuka dan meretas semua komputer perusahaan dan tentunya milik Rafin maupun Ringgo


"mungkin akan memakan banyak waktu, jadi kamu harus berangkat ke pertemuan tanpa aku, tidak papa kan?" ucap Farel pada Yuna


Yuna mengangguk, dia merasa sedikit kecewa namun ini bukan hal besar yang akan membuatnya ngambek, Farel langsung menelfon Romeo dan Bu Ira pastinya


Kedua orang yang sedang mabuk cinta itupun segera datang untuk menjemput Yuna karena Yuna juga harus bersiap untuk pertemuan kali ini, pertemuan yang sangat penting ini akan menentukan seberapa banyak orang yang akan berada di pihaknya


Farel memberikan kamera kecil berbentuk anting pada Yuna karena dia juga harus tau keadaan di sana.


Sepeninggalan Yuna Fincen langsung bertanya


"sejak kapan kamu jadi sangat ahli begini?"


"Sebenarnya aku ini sangat ahli namun karena dulu ada sedikit masalah aku jadi tidak suka menggunakan keahlian ku ini, ya biasalah kenakalan anak remaja" ucap Farel dengan santai


"Apa kamu meretas situs pemilu, atau Menganti logo logo partai saat itu?" Fincen bertanya untuk mencairkan ketegangan di antara mereka


"Tidak, aku hanya mencuri informasi jual beli di kalangan mafia dan menyebarkannya di grup perkumpulan mereka" balas Farel sambil tertawa


"Serius?" tanya Fincen mulai tegang


Keduanya saling memandang dan tau perbincangan mereka bukan hal yang bisa di buat berdandan, keduanya kembali meneruskan kesibukan masing masing sambil sama sama berfikir apa ada yang salah

__ADS_1


__ADS_2