Persembunyian Pewaris

Persembunyian Pewaris
ep 24


__ADS_3

Farel menyiapkan sarapan untuk kakek Aron dan menunggunya selesai beberes, suster yang merawat kakek sudah keluar dari kamar kakek, tandanya kakek sebenarnya sudah siap untuk keluar, Suster berkata kalau kakek tak mau keluar dan memintanya untuk pergi, Farel mengucapkan terimakasih dan mengatakan bahwa dia akan menjemput kakek di kamarnya


Farel mengetuk pintu kamar kakek Aron sambil membawa makanan di meja troli, dari dalam kakek Aron bertanya siapa lalu Farel menyebutkan namanya, Kakek Aron diam lalu Farel mengetuknya lagi berulang kali sampai kakek Aron mau menyusulnya masuk. Di dalam kakek Aron berkata kenapa Farel suka memaksa, lalu Farel tersenyum dan mengatakan bahwa kakek waktunya makan, kakek Haron hanya berdecak dan menuju ke arah Farel dengan kursi Rodanya. Beliau berhenti tepat di depan Farel dan mengajaknya untuk makan di dekat jendela, mereka menuju ruang baca yang memang terdapat jendela besarnya di sana, Farel mendorong meja troli sedangkan kakek menggunakan kursi roda mahalnya.


Sambil melihat ke luar jendela beliau berkata bahwa teman teman Farel itu sangat ngeri, dia menunjuk anak buah Romeo yang berjasa dan rapi sedangkan anak buah Farel seperti berandalan, lalu Farel mengatakan bahwa itu teman temannya bukan anak buahnya, Kakek berpaling menatap makanannya sambil berkata kalau tidak percaya, Farel hanya tersenyum.

__ADS_1


Setelah acara makan selesai kakek menceritakan kesedihannya, dia tau Farel menyekap beberapa orang yang kemarin menyerang, dia tau jika itu pasti anak buah salah satu anaknya. Farel terdiam dan mengutarakan apa yang dia tau, dia bilang jika itu bukan sepenuhnya suruhan anak anaknya. kakek berhenti menyeka air matanya dan menatap Farel, lalu Farel mengambil hpnya dan menelfon Fincen, dia meminta Fincen untuk membawakan laptop dan beberapa dokumen. Farel mengatakan bahwa dia curiga pada beberapa orang sekarang


Fincen datang setelah 15 menit berlalu, dia benar benar datang dengan membawa laptop, Farel mengirimkan Vidio dan memperdengarkan suaranya saja pada Kakek Aron. Isi vidio itu adalah pengakuan dari beberapa orang itu, mereka di suruh oleh nyonya madam, saat di tanya nyonya siapa ternyata orang orang itu hanya tau jika panggilannya adalah nyonya madam, kemungkinan itu salah satu menantu kakek tapi tidak tau yang mana


Kakek hanya menghela nafas, pengakuan selanjutnya adalah mereka di suruh melalui seorang wanita muda yang cantik dan periang namun ucapannya cukup sadis jika untuk wanita seusianya. Farel akan mencari tau siapa wanita itu, besok dia akan mencari data orang orang kantor, saat ini orang orang yang kemarin melakukan penyerangan sudah di serahkan ke pihak berwajib, sesuai perintah kakek Aron semuanya tidak di cium publik karena kekhawatiran jika yang terlibat adalah anak sendiri. Kakek Aron mengangguk setuju

__ADS_1


Lusa pagi Yuna ijin karena sakit namun sebenarnya dia menuju ke penjara tempat mantan pacarnya di tahan, dia sudah menyiapkan beberapa pertanyaan dan di dampingi oleh Farel. Awalnya sang pacar menolak karena tau itu Bu Ira namun setelah Farel menemuinya langsung di depan selnya, tentu dia kaget kenapa bisa masuk namun itu menandakan bahwa Farel bukan orang biasa.


Bu Ira sudah menunggu dan akhirnya pria jahat itu keluar juga. Dia langsung menanyakan apa tujuan Bu Ira mencarinya, tentu saja yang di cari adalah siapa orang yang menyuruhnya, awalnya memang tidak mau mengaku tapi Farel terus memprovokasinya untuk mau bicara, Farel mengatakan jika dia tidak akan di bebaskan, mungkin bisa di bilang mereka telah lepas tangan untuk kasusnya, dan tentu kambing hitam itu adalah kamu, memang apa yang kamu dapatkan, semua keluarganya menghilang secara misterius, dan tidak ada jaminan bahwa mereka di selamatkan oleh mereka. Pria itu terdiam dia juga mengerti bagaimana posisinya saat ini, dia jadi hanya menuliskan alamat pasar ikan lantai 2 bertuliskan ikan segar sejahtera.


Sampai di luar lapas dan masuk ke dalam mobil Bu Yuli membuka lagi alamat itu dan dia langsung mengerutkan kulit jidatnya, dia syok namun Farel mengatakan jika memang mungkin ini mengejutkan namun inilah faktanya bahwa dia tidak sepolos wajah dan tingkahnya, Bu Ira menoleh heran dan bertanya apa Farel tau, tapi sejak kapan, Farel lalu mengatakan sambil mengemudikan mobilnya, dia tau sejak malam itu, malam dimana dia akan di culik, waktu itu Farel masih berbaik sangka dan berfikir karena dia teman dekat Bu Ira jadi dia tau password komputer Bu Ira dan juga sidik jarinya ada di pintu ruang kerja pak Reno. lalu saat di rumah ibu jga dia tau password rumah ibu, awal sebelum salah dia sepertinya sangat hafal lalu tiba tiba mengatakan lupa padahal saat sebelum salah 4 dikit pertama benar lalu percobaan ke dua jadi nomernya sangat acak, lalu yang menyuruh beberapa orang untuk menyerang rumah pak Aron ciri cirinya sama persis dengan dia. Bu Ira tercengang namun semua tidak akan di ungkap semudah itu sebelum semuanya jelas kan

__ADS_1


keesokan harinya Fincen dan Loli di minta untuk mencari orang di alamat yang sudah di berikan, Loli hanya di perintah untuk ikut tanpa tau tujuannya dan sampai di lokasi dia merasa canggung dan juga takut, Fincen berjalan di depannya dan sampai di depan tempat ikan itu ada seorang ibu ibu yang memanggil Loli dengan sebutan adik nyonya besar, Fincen langsung berbaik dan berkata, ternyata tepat sasaran ya, sekarang penyusup kecil tertangkap basah namun Loli masih menyangkal dan tiba tiba Bu Ira sudah tiba dengan Romeo ( yang menjaga kakek Aron tentu saja Farel, mereka tukar posisi karena Romeo mau menemani Bu Ira). Bu Ira berkata, seharusnya dia tidak memungut Loli dari sini


__ADS_2