
Itu ibu Farel menelpon Farel dan mengatakan bahwa ada teman wanita Farel yang datang ke rumah, teman wanita itu mengatakan bahwa dia sangat dekat dengan Farel dan sudah mendapat izin untuk bertemu dengan kedua orang tuanya
"Bagaimana mungkin kamu bisa mendekati wanita lain saat kamu sudah membawa Yuna ke rumah, aku tidak pernah mengajarkan hal seburuk ini kepadamu ya, cepat pulang dan jelaskan semua ini, ibu benar-benar tidak suka dengan keadaan seperti ini, temanmu ini juga terlalu banyak omong dia menceritakan apa yang tidak ibu tanya pokoknya ibu tidak suka" omel ibu Farel
"Apa namanya Rossa Bu?" Farel memastikan bahwa itu Rossa
"Ya, kamu benar benar mengenalnya, dasar anak" belum selesai ibunya bicara Farel langsung menyelanya
" Dia memang anak yang aneh ma.. aku akan menghubunginya , aku sayang ibu" ucap Farel yang langsung memutus telfon dan mencari nomor kontak Rossa di grup kelas
Yuna yang baru datang dari membeli makan malam merasa heran pada Farel yang gusar, dia menanyakan ada apa dan kenapa Farel terlihat emosi
"Rossa ada di rumah, barusan ibu menelponku dan mengomen" ucap Farel sambil terus menatap hp-nya
"Mau telepon siapa, kuharap kamu bisa berpikir dengan baik walaupun sedang emosi"ucap Yuna mencoba menenangkan kekasihnya
"Halo, langsung saja pada intinya kenapa kamu di rumah? cepat pulang sana"
__ADS_1
Rossa mengangkat telepon dan berbicara dengan santai seolah dia tidak sedang dimarahi oleh Farel, iya bahkan mengatakan hal yang tidak nyambung dengan yang Farel katakan sepertinya dia memang berniat untuk mencari perhatian orang tua Farel. Sedangkan Farel semakin geram dengan tingkah absurd Rossa. Walaupun akhirnya Rossa pergi meninggalkan kediaman orang tua Farel namun dia yakin orang tuanya sudah salah paham
Yuna mencoba menenangkan Farel dan mengatakan bahwa semua akan baik-baik saja jika mereka menyelesaikan bersama-sama, Yuna menyarankan agar Farel mencari kelemahan Rossa dan membuatnya menjauh dari kehidupan mereka. Farel merasa setuju dengan ide Yuna dia juga sudah tidak bisa memaafkan tindakan Rossa yang semakin hari semakin kurang ajar
Farel mendapat telepon dari Romeo, dan Romeo bertanya kenapa ibunya menelpon dan mengatakan bahwa Farel memiliki wanita selain Yuna, Farel mengatakan bahwa itu ulah Rossa dan Romeo yang juga tahu mengenai Rossa langsung tertawa terbahak-bahak, dia lantas mengatakan bahwa akan membantu Farel untuk masalah ini, dia akan bicara pada ibunya karena memang besok dia akan berkunjung ke rumah ibunya lagi. Di situ Farel mengucapkan banyak terima kasih pada Kakak semata wayangnya itu
Yuna sedikit tertawa karena Farel punya fans fanatik seperti Rossa, hal itu menjadi candaan yang membuat mereka berdua akhirnya tertawa dan Farel melupakan ketegangannya yang barusan dia rasakan. Farel tak menyangka kalau Rossa bisa segila itu sampai datang ke rumahnya
Hari yang damai itu tidak berlangsung damai karena Ravin mulai berbuat ulah lagi, dia pergi ke kantor dan menemui Yuna. Di sana Ravin secara terang terangan mengancam dan mengusir Yuna dari kedudukannya saat ini. Walaupun Yuna merasa takut namun dia menyembunyikan itu semua dengan rapi
Semenjak hari itu Yuna terus terusan mengalami kesial, mulai dari teror di kontak hpnya hingga kecelakaan kecelakaan yang berpotensi melukai dirinya, hingga titik terparahnya adalah kecelakaan yang menyebabkan Yuna mengalami luka yang serius
Farel dan yang lainnya sudah mengira bahwa itu perbuatan Ravin ataupun Ringgo namun masih belum ada bukti yang cukup kuat yang bisa menjerat mereka berdua sehingga tidak ada yang bisa mereka lakukan saat ini. Mereka semua hanya bisa berfokus pada kesehatan Yuna karena sampai detik ini Yuna masih belum siuman dari komanya
Romeo menghadap kakek Aron yang sudah menunggunya, Romeo memberikan sebuah dokumen yang cukup tebal. Kakek Aron membuka dokumen itu dan menghela nafas besar, dia membuka kacamatanya dan mengusap setitik air mata
Dia mengatakan bahwa ini adalah hari yang berat untuknya, namun saat Romeo menanyakan keadaan kakek, kakek Aron hanya tersenyum kecil dan beranjak dari kursi kerjanya, dia bejalan ke kursi roda sembari di bantu oleh Romeo.
__ADS_1
Kakek Aron meminta Romeo membawanya ke rumah Ringgo, dia berkata ada banyak hal yang ingin dia sampaikan pada anak bungsunya itu. Romeo segera mengantar kakek Aron ke kamarnya untuk bersiap, sedangkan Romeo bergegas menyiapkan mobil, Kakek Aron di bantu oleh susternya untuk menuju halaman depan, disana sudah ada Romeo yang bersiap dengan mobil yang akan mereka pakai, kakek Aron meminta pengawalan yang ketat karena mungkin dia akan sedikit lama di sana
Di jalan Kakek Aron meminta agar Ringgo meluangkan waktunya hari ini di rumah, karena kakek ingin bicara dengannya, dia meminta kedatangannya ini di rahasiakan dari istri Ringgo. Awalnya Ringgo menanyakan kenapa harus di rahasiakan lalu kakek Aron mengatakan sesuatu yang membuat Ringgo langsung mengiyakan permintaan ayahnya itu
Kakek Aron menuju rumah Ringgo yang jarang di kunjungi karena lokasinya yang agak jauh dari pusat kota, dan juga semua keluarga tinggal di rumah utama milik Ringgo. Sesampai di tempat itu kakek Aron langsung meminta Romeo memeriksa sekitar dan memastikan tidak ada yang mengetahui kedatangan kakek Aron
Saat Ringgo tiba dia langsung di sambut oleh orang orang ayahnya, dia merasa tumben ayahnya ingin menemuinya secara pribadi dan seketat ini prosedurnya, awalnya Ringgo menerka neraka apakah ayah akan memberikan saham padanya dan juga istrinya, jadi Ringgo datang dengan senyum yang mengembang di bibirnya
Dia mendapati ayahnya yang sedang meminum teh dan menoleh ke arahnya. Ringgo tentu saja langsung memberi hormat pada kakek Aron
"Ayah lama kita tak bertemu, bagaimana kabar ayah?" Ucap Ringgo dengan ramah
"Kamu sangat ramah pada ayah saat tak bersama Ravin ya, apa dia jauh kau takuti di banding aku?" Tanya kakek Aron
Ringgo terdiam, dia tak bisa memilih antara keduanya namun dia juga sadar jika sikapnya memang berengsek jika bersama Ravin. Jauh di lubuk hari Ringgo dia merasa bersalah pada ayahnya yang sudah sangat berusaha baik padanya
Melihat putranya diam kakek Aron mulai membuka pembicaraan, Belian langsung mengatakan inti dari pertemuan ini yaitu soal nyonya Novita istri Ringgo
__ADS_1