
sore itu Romeo menjemput Bu Ira di apartemennya, lalu mereka bersama sama pergi ke Singapura, sepanjang perjalanan bu Ira merasa seperti mimpi bahwa dia bisa bersama dengan Romeo ke Singapura walau hanya sebatas urusan bisnis tapi tetap saja ini membuat Bu Ira merasa canggung, senang dan juga takut salah. Dia tau kalau sudah Romeo yang bergerak pasti ini hal yang sulit dan berbahaya namun entah mengapa dia menerimanya begitu saja dah malah kegirangan, salah hati dia bergumam kalau ketampanan memang bisa merubah segalanya, bahkan rasa takut pun jadi rasa suka yang selucu ini, apalagi Romeo memperlakukannya dengan sangat baik dan hangat
Saat mereka sampai mereka langsung pergi ke Hotel dan istirahat, sebelum Tidur Romeo menelfon Bu Ira, memastikan kalau Bu Ira merasa nyaman di sini, bukan berharap namun boleh kan membayangkan kalau itu adalah perhatian dari seorang pria atau pasangan. Bu Ira juga menerima beberapa pesan dari kak Loli, dia menanyakan Diaman Bu Ira kenapa tidak ke kantor, Bu Ira membalasnya bahwa dia sedang liburan, ingin rasanya dia cerita pada Loli namun karena ini pekerjaan yang sangat rahasia jadi dia tak bisa memberitahu Loli. Sebagai gantinya dia mengirim pesan ke Yuna dan curhat padanya. dulu saat baru tau kalau Yuna adalah cucu kakek Aron Bu Ira dan Yuna merenggang Karena rasa segan namun karena Yuna meyakinkan bahwa semua akan tetap seperti awal jadi jangan menganggap itu beban dan mereka tetap bisa bicara dengan bebas
Fincen menelfon Bu Ira, dia mengatakan bahwa Kak Loli sepertinya harus di waspadai, namun Bu Ira tidak percaya karena Loli sudah bersamanya sejak dulu, dia anak yang baik
__ADS_1
Fincen tidak memaksa karena dia tau kalau sudah bersahabat pasti akan sulit percaya kalau sahabatnya berkhianat
Sebelum hari pelelangan Bu Ira dan Romeo masih sempat jalan jalan, Romeo mengatakan ini liburan pertamanya, Bu Ira tersenyum, dia bisa membayangkan betapa sulitnya pekerjaan Romeo, dia harus menjaga pak Aron dan tidak hari libur, walau hanya seperti itu tapi selain tugas pengawalan Romeo juga harus pintar dan memikirkan saran terbaik untuk setiap pertanyaan dari pak Aron oleh sebab itu Romeo harus berpengetahuan dan tau semua silsilah perusahaan dan juga keluarga kakek Aron
Yuna berjalan cepat karena mendapat kabar dari orang yang memantau kediaman kakek Aron, dia menelfon Farel dan langsung di angkat, Farel berkata bahwa dia masih sibuk, ada yang menerobos rumah, sekarang dia sedang menuju ruang tersembunyi, Yuna bertanya apa dia bersama Kakek dan Farel mengiyakan, dia meminta Yuna jangan melakukan apapun karena semua akan baik baik saja dan juga ini sudah di prediksi oleh Romeo
__ADS_1
Kembali di situasi Singapura, Awalnya lelang berjalan dengan baik dan saat pada inti tujuan mereka yaitu mencari buku kas ternyata Romeo dan Bu Ira di jebak, mereka datang ke tempat janjian yang lokasinya Rahasia namun Samapi di lokasi keduanya malah di kepung oleh orang orang tak di kenap. Romeo mencari celah dan berlari bersama Bu Ira, Di tengah pelarian Romeo meminta Bu Ira untuk lari dan Romeo akan menghadang sementara. Anak buah yang menjaga Romeo juga sepertinya kehilangan kontak dengan Romeo dan mereka juga di hajar oleh orang orang tak di kenal, 2 dari orang Romeo bisa kembali ke hotel dan membawa hasil lelangan lalu bersembunyi
Romeo bertahan sekitar 3p 0 menit dan dia sudah merasa sangat lelah lalu akhirnya melarikan diri menyusul Bu Ira. Sementara Bu Ira sendiri di kejar sekitar 5 orang. Entah berapa kali Bu Ira bersembunyi dan lari lagi hingga dia harus terjatuh dan menyeret tubuhnya untuk bersembunyi, dia menahan suaranya hingga suara langkah kaki yang lemah mendekati tempatnya, suara itu melewati tempat persembunyiannya, dia mengintip dan ternyata itu Romeo yang sudah berlumur darah, terdengar suara beberapa orang berlari, Bu Ira langsung melihat sekeliling dan melihat beberapa minyak kemasan, dia langsung mengambil dan mengguntingnya lalu menyiramkannya di lantai, dia berjalan tertatih dan menarik Romeo, keduanya masuk ke dalam gang kecil dan bersembunyi di sebuah sela sempit antar Toko, Bu Ira menarik beberapa kotak bekas sayur lalu keduanya bersembunyi di situ sampai ada seseorang yang mendekat dan membongkar tumpukan kotak itu, Bu Ira sudah ketakutan, Romeo yang sudah setengah sadar menarik Bu Ira dan membiarkannya berada di belakangnya, dia siap menyerang walau sudah penuh luka. Bu Ira menangis, dia tau Romeo sudah berkelahi dengan orang orang yang menang fisik tadi, mereka juga menang jumlah, dan saat seperti inipun Romeo masih bertahan dan melindunginya, dia memeluk Romeo dan berkata ayo menyerah, kita akan bersama sama, jangan sendirian lagi, saat semua kotak sudah di singkirkan, terlulihat beberapa orang yang tinggi besar, namun saat Romeo sudah akan menyerang terdengar suara wanita dengan nada panik dan menjulurkan Hpnya, di Vidio Call itu terlihat Fincen dengan wajah paniknya mengoceh
" kak Romeo, Bu Ira , kalian tidak papa, ikut kakakku ya, kak ini q Fincen sahabatnya Farel......" ( masih mengoceh) Romeo ambruk dan mereka berdua langsung di bawa ke Rumah sakit terdekat dengan perlindungan ekstra
__ADS_1
Tiga hari berlalu dan Romeo baru saja bangun dari tidur lamanya, orang yang pertama dia lihat adalah Bu Ira yang sedang mengenakan baju pasien dan membaca buku. Romeo sengaja tak menegurnya dia masih menikmati apa yang dia lihat lalu Bu Ira menoleh sedikit dan langsung bangun dari duduknya, dia bertanya apa ada yang sakit, apa pak Romeo mengenalnya, atau seperti apa rasanya, Romeo hanya tersenyum dan mengatakan Terimakasih
Kak Farah datang untuk menjenguk keduanya dan mendapati Romeo yang sudah sadar, dia memperkenalkan diri, di sini dia di minta oleh adiknya lewat paksaan ayahnya untuk membantu Romeo dan Bu Ira, dia juga sudah mengurus sisanya, orang orang yang menyerang mereka kemarin adalah orang orang bayaran dan karena Farah mengenal bosnya jadi dia bisa tau siapa yang mengirim mereka, yang mengirim mereka adalah Pak Jo dan menurut Farel dan Fincen Pak Jo adalah tangan kanan pak Ravin putra kakek Aron yang pertama. Kemungkinan di antara geng kalian ada seorang penyusup dari pak Ravin juga. Siapa tanya Bu Ira, namun kak Farah juga tidak tau sedangkan Romeo tidak bisa sembarangan bicara sebelum punya bukti