
Fincen berkali kali menelfon Farel namun tak di angkat, jadi Fincen mencoba menelfon kak Loli untuk bertanya soal farel, kak Loli mengangkat telfon itu dan mengatakan kalau Farel sudah keluar kantor 1 jam lalu, Fincen lantas terkejut dan keluar dari apartemennya,
Dia menoleh ke kanan dan ke kiri namun Farel juga tidak kelihatan, dia menatap jalanan sudah mulai sepi, hanya ada mobil yang berlalu lalang, dia lantas menyusuri jalan menuju kantor, jantungnya berdebar kencang karena khawatir, saat melewati gang sempit sesudah kosan lama Farel dia berhenti, dia seperti baru saja mendengar suara suara dari gang kecil itu, Fincen memutuskan untuk mengecek ada apa di gang itu walau dia juga merasa sedikit ngeri karena gelap
Saat di telusuri lebih dalam ada secercah cahaya dan suara suara itu semakin jelas, itu suara perkelahian, Fincen berlari dengan pikiran yang semakin kalut, dia berharap itu bukan Farel.
Diterangi lampu yang minim dia melihat beberapa orang terkapar di sana, suasana menghening sebelum Fincen datang, pertarungan itu telah selesai kini tersisa hanya satu orang yang penuh darah dan luka, dia yang berdiri menjadi pemenang dari pertarungan yang tak adil,
Farel berkata dengan lirih bahwa Fincen terlambat namun dia tak apa, dia hanya butuh bantuan untuk berjalan pulang. Fincen membopongnya pulang, sampai di depan gedung apartemen pak satpam langsung menghampiri Fincen, Fincen lantas meminta beberapa orang untuk berjaga. Sampai di kamar Fincen mengobati luka luka Farel dan berkata sebentar lagi kak Farah datang dan mereka bisa berangkat ke rumah sakit, Farel hanya mengangguk sambil mengatakan bahwa Fincen tak perlu terlalu khawatir.
__ADS_1
Fincen menawarkan apakah Farel ingin berhenti kerja dan mau bekerja di tempat lain saja. Farel menggeleng dia berkata ada banyak hal yang harus dia kerjakan saat ini. sudah bukan waktunya lagi mundur kan. Fincen menatap Farel dia tau ada yang di sembunyikan oleh Farel darinya, namun dia tak berani bertanya lebih jauh karena di tau jika Farel pasti punya alasan yang kuat yang tidak harus di ketahui olehnya
Fincen mendapat banyak pertanyaan dari kak Loli karena hari ini Farel tidak masuk, sesuai permintaan Farel bahwa untuk tidak menceritakan kejadian semalam jadi Fincen mengarang cerita dan mengatakan bahwa Farel kecapean dan keserempet mobil saat perjalanan pulang, Apartemen mereka kan di sebrang jalan kalau dari arah kantor, karena kondisi mengantuk Farel jadi tidak memperhatikan lampu jalan namun kondisinya tidak terlalu buruk hanya perlu sedikit perawatan, kak Loli terus mengoceh tak percaya sedangkan Bu Ira menurunkan pandangannya seolah sedang khawatir pada Farel.
Jam istirahat Bu Ira menelfon pak Romeo, Bu Ira memperkenalkan dirinya lalu mengatakan apa tak bisa tugas itu di alihkan pada orang lain saja, Farel sudah seperti adik sendiri baginya, dia tak mau Farel kenapa kenap, pagi ini Fincen bercerita kalau Farel keserempet mobil namun dia yakin kalau itu bukan kecelakaan biasa karena dia tau saat pulang Farel masih dalam keadaan yang baik. Romeo mengatakan dengan tegas bahwa misi itu sudah jadi tanggung jawab Farel di harap Bu Ira tidak terlalu khawatir.
Setelah mengucapkan kata kata tak berempati itu Romeo mematikan telfonnya tanpa mengatakan sepatah katapun lagi
Kakek Aron tiba tiba muncul dan bertanya ada apa. Romeo hanya diam enggan untuk bercerita, lalu kakek aron berkata bahwa dia sama saja dengan si Farel yang suka memendam masalah sendiri
__ADS_1
Yuna mendapat telfon dari kak Loli, maklum saja kak Loli adalah wanita periang yang suka bergosip sana sini tentu dia juga sering mengobrol di kantin, Yuna menghela nafas mendapat telfon dari kak Loli, karena biasanya kak Loli hanya akan membahas soal gosip dan Yuna sedang malas bergosip. namun kalau tidak di angkat nanti ada hal penting yang terlewatkan jadi Yuna mengangkatnya, kak Loli langsung menyampaikan bahwa Farel sedang di rawat di rumah sakit karena kecelakaan, Yuna langsung bersiap setelah tau Farel kecelakaan
Kak Loli mengabari bahwa Yuna dan dirinya akan datang ke rumah sakit, Fincen yang mendengar itu langsung turun dan menunggu mereka di luar rumah sakit sambil membeli beberapa cemilan. Kak Loli datang dengan mobilnya lali Fincen bertanya dimana Yuna tapi kak Loli bilang mereka berangkat sendiri sendiri, tak berselang lama ada mobil mewah berhenti tepat di depan rumah sakit dan yang turun adalah Yuna.
Fincen dan Loli saling menatap tanpa mengeluarkan statemen apapun, Yuna langsung menghampiri keduanya, kak Loli bertanya Yuna diantar siapa, Yuna menoleh pada mobil yang baru saja dia naiki, dia berkata kalau dia pakai gocar, Fincen dan Loli mengatakan oh secara bersamaan, Yuna tersenyum lalu mengajak keduanya untuk segera masuk, kak Loli menggoda Yuna karena sangat gercep dan cemas mendengar kabar itu, Yuna yang di goda hanya malu malu kucing dan menunduk malu
Di kamar Farel menerima telfon dari kakaknya, Romeo bertanya kabar Farel dan Farel mengatakan dia baik baik saja, alhasil Romeo mengomel dan mengatakan tau semuanya jadi jangan bohong, Farel hanya tersenyum dan berkata dia tidak mau kakaknya terlalu khawatir atau bahkan sampai memberi tahu ibu, mendengar kata ibu keduanya terdiam, Romeo meminta maaf sudah membuat adiknya dalam kondisi ini, Farel mengatakan bahwa itu bukan kesalahan Romeo, dia sendiri yang mau bekerja disini dan situasi ini tidak lebih buruk di banding saat Farel SMK dulu.
Pembicaraan itu harus berhenti saat Fincen mengetuk pintu dan masuk bersama kak Loli dan Yuna. Farel kaget karena dia tak mengabari yang lain tapi yang lain bisa hadir di sini, Fincen memalingkan wajah dan berlagak seolah bukan dia yang mengabari namun siapa lagi kalau bukan Fincen orangnya, tak berselang lama Bu Ira juga datang, dia membawa beberapa makanan karena tau Loli dan Yuna juga datang,
__ADS_1
Mereka lantas berbincang mengenai apa yang terjadi, di sini karena Fincen yang mengarang cerita jadi dia juga yang akhirnya menjelaskan dan merangkai kata agar semua tampak meyakinkan, sementara Farel hanya menahan tawa karena kebohongan yang begitu lucu keluar dari mulut Fincen
Kakek Aron menutup telfonnya dan berkata semua sudah bersiap berperang, aku sedih karena lawannya adalah anak anakku sendiri namun mereka harus di hentikan agar tak ada keserakahan yang berjalan seenaknya, kakek Aron meminta Romeo menelfon cucunya untuk datang menemuinya