
Fincent langsung memasuki gedung itu lalu mereka mendapati beberapa penjaga di sana, Vincent dan orang-orangnya boleh berkelahi dengan para penjaga itu, mungkin karena suara yang sangat gaduh membuat beberapa orang lagi dari dalam gedung keluar ke ruangan tempat keributan itu
Suasana sudah sangat tidak kondusif dan kacau namun pihak Fincent masih bisa mengatasinya, saat di ruangan depan sudah teratasi mereka langsung naik ke lantai 2 di. Sepertinya Kak Loli berada di salah satu lantai di sana, di lantai 2 masih banyak orang-orang yang berjaga tentu saja mereka harus berkelahi lagi dan ada Kak Loli yang diseret masuk lift untuk naik ke lantai selanjutnya,
Setelah sedikit lama beberapa orang keluar dari lift dan ternyata mereka adalah penjaga yang lebih banyak lagi ada juga yang datang dari arah pintu darurat, saat ini gerombolan Fincent sudah mulai kewalahan karena mereka kalah jumlah
gedung Farel bersama kawan-kawannya baru saja tiba, Farel memasuki lantai 1 gedung itu dan melihat banyak orang yang terluka di sana, pada lantas langsung menuju ke lantai kedua dan sepertinya di sana juga mengalami kondisi yang hampir sama dengan lantai 1, dia masuk ke lantai 3 di sana sudah banyak orang-orang Vincent yang berjatuhan
salah satu dari mereka yang mengenal Farel langsung mengatakan apa yang dia tahu sebisanya
"tolong tuan Fincent hanya bertiga naik ke lantai selanjutnya tapi keadaan tuan Fincent sudah sangat memperhatikan"ucap salah seorang pengawal Vincent dengan terbata-bata karena lukanya yang cukup parah
"ya aku akan naik dan anda mohon bersabar sebentar karena bantuan akan segera datang"ucap Farel sambil meninggalkan tempat itu dan naik ke lantai selanjutnya
benar saja di lantai 4 Fincen sudah dikeroyok beberapa orang, untungnya Farel datang tepat waktu walaupun Vincent sudah babak belur
Farel langsung berkelahi dengan mereka walaupun Farel hanya membawa 5 kawan tapi sepertinya 5 kawannya itu adalah orang-orang yang tangguh sama seperti Farel
"sudah cukup kamu harus istirahat di sini, terima kasih sudah sampai sejauh ini, tunggulah karena bantuan akan segera datang"ucap Farel dengan serius
Fincen mengganggu dia percaya bahwa temannya bisa mengatasi hal ini untuk selanjutnya
...****************...
"kalian bilang nyonya ada di sini tapi kenapa situasinya seperti ini"ucap Loli sambil menahan tangis
"mana mungkin nyonya Sudi untuk melihatmu yang sudah gagal Loli" ucap Baron kaki tangan hanya besar
"apa yang kalian mau dariku cepat katakan"
__ADS_1
tanya Loli sambil menatap tajam pada Baron
"kami hanya ingin membereskan sisa informasi yang ada sehingga jejak itu akan hilang dan hanya begitu saja"
"apa kalian ingin menghabisiku?"
"jikalau itu memang harus"
seseorang dari mereka mendekati Baron dan mengatakan bahwa mereka tidak punya bahwa mereka tidak punya banyak waktu karena Farel dan gerombolannya sudah ada di lantai bawah
saat itu juga Baron langsung mengambil pisaunya dan menembak Loli tepat di jantungnya
bersamaan dengan itu Farel tiba di lantai 8 tempat Loli tewas
Farel yang melihat Loli tewas begitu saja, langsung diam dan seketika marahnya memuncak lalu menghajar mereka semua,
saat Farel berhasil membuat mereka terkapar Farel langsung mendekati Loli dan di detik-detik terakhir lalu berkata "Gudang" sambil menarik bagian kancing atasnya seperti hendak menunjukkan sesuatu namun dia sudah kehabisan waktu karena nafasnya telah berhenti
Farel dan Vincent menunduk di dekat jasad Kak Loli, mereka mengingat kebaikan kalau di saat dulu sebelum mereka tahu bahwa Kak Loli adalah mata-mata
...****************...
berselang lama polisi dan juga tim medis datang mereka mulai melakukan tugasnya, dan Vincent hanya duduk di depan gedung sambil melatih orang-orang yang digotong karena terluka
seorang polisi menghampiri mereka lalu berkata "kami akan melakukan yang terbaik dan mencari akar dari semua ini, untuk semuanya kami ucapkan terima kasih dan untuk teman Anda kami mengucapkan turut berbela sungkawa"
Farel hanya mengganggu tanpa mengatakan sesuatu apapun, dia masih memikirkan Kak Loli yang nasibnya sama seperti temannya dulu
"kamu tidak akan lari seperti dulu kan, kamu akan menyelesaikan ini dan kembali hidup normal kan, kita akan bekerja seperti pegawai biasa dan berlibur saat waktu libur tiba, kita akan jadi orang normal yang punya keluarga kecil dan bahagia kan"ucap Fincent sambil menoleh ke arah Farel
__ADS_1
"ya kita sudah melakukan sebisanya dan yang terbaik, kalau memang Tuhan menginginkan kak Loli berada di sisinya mau bagaimana lagi"Farel tersenyum walaupun jelas terlihat senyum itu adalah senyum yang amat rasa menyakitkan
...****************...
di perjalanan pulang saat baru saja sampai di bandara Bu Ira mendapat telepon dari Yuna, dengan antusias dia mengangkatnya dan hendak bercerita semua hal tentang apa yang terjadi di Swiss, namun ada suara Yuna membuatnya diam karena terdengar jelas bahwa Yuna sedang sedih
"Bu...."Yuna menangis namun tetap berusaha untuk tegar
"ada apa kenapa kamu menangis, apa Farel melakukan hal yang aneh" awalnya Bu Ira mengira bahwa itu adalah masalah percintaan Farel dan Yuna
"bukan, Kak Loli sudah tidak ada dia tewas dan tidak bisa terselamatkan"
setelah mendengar itu Bu Ira langsung menghentikan langkah kakinya, tubuhnya terasa mendidih dan air matanya serasa tak bisa terbendung lagi, dia tidak mampu lagi menopang badannya dan terduduk lesu di bandara
Romeo yang melihat Bu Ira sangat syok langsung bertanya "ada masalah apa?"
Bu Isa tidak bisa mengatakan apapun dan hanya bisa menangis di pelukan Romeo, dan Romeo juga tidak bisa menanyakan apapun lagi karena Bu Ira menangis yang sedu-sedu dia hanya bisa memeluknya dan membopohnya untuk pergi ke mobil
di mobil pun Bu Ira masih tetap menangis dia soalnya tak percaya apa yang terjadi
Suaminya tidak mengatakan apapun dan tidak bertanya apapun dia hanya berusaha menjadi tempat yang nyaman untuk Bu Ira menangis
telepon Romeo berbunyi dan itu adalah panggilan dari Farel
Farel mengatakan pada Romeo bahwa Romeo harus menguatkan Bu Ira karena baru saja Bu Ira mendapat kabar bahwa Loli meninggal dari Yuna, Farel juga mengatakan bahwa saat ini dia berada di pemakaman Yuna
Bu lali yang mendengar itu langsung mengatakan bahwa dia juga ingin pergi ke sana untuk memberikan penghormatan terakhir pada sahabatnya
"kau yakin akan pergi ke sana, jangan memaksakan dirimu kita bisa ke sana besok atau nanti"ucap Romeo yang mengkhawatirkan kondisi Bu Ira
__ADS_1
"aku ingin ke sana setidaknya untuk memberikan penghormatan terakhir untuknya"dengan mata sebab Bu Ira mengutarakan keinginannya
"ya kita akan pergi sebentar ke rumah anda untuk berganti pakaian yang lebih pantas dan kita bersama-sama akan berangkat ke sana" setelah mengatakan itu Romeo langsung menelpon seseorang untuk menyiapkan baju untuknya dan Bu Ira