
Di depan foto kak Loli yang tersenyum manis itu, Bu Ira menahan tangisnya dia tahu bahwa tak ada yang harus disesali karena ini bukan salahnya, namun rasanya tetap sesak karena dia pergi saat mereka masih belum berbaikan seutuhnya.
"kak Romeo aku ingin bicara" Farel berbisik pelan pada kakaknya
Romeo menoleh pada adiknya namun dia juga tidak mengatakan sepatah kata pun, lalu Farel mengatakan bahwa dia akan menunggu nanti malam saat Romeo sudah memiliki waktu senggang
Romi yang mengangguk karena dia tahu mungkin ini adalah hal yang penting sampai Farel menentukan janji dengan Romeo
Farel lalu pergi dan menghampiri Yuna yang masih duduk termenung di luar gedung
"ini adalah salahku, salah keluargaku adalah salahku" ucap Yuna penuh dengan
"Yuna kamu bukan Tuhan yang bisa menentukan semuanya, kita hanyalah pemain dari panggung dunia ini dan kamu sudah melakukan yang terbaik yang kamu bisa"
Yuna menoleh pada Farel yang mencoba menenangkannya. Sangat terasa bahwa Yuna benar-benar terpukul akan kepergian Kak Loli. Sebenarnya dia juga takut akan apa yang terjadi di masa depan, namun demi untuk membalaskan semua yang ibunya rasakan dan juga demi orang-orang baik yang telah dilukai oleh mereka, Yuna mencoba untuk tetap tegar dan memegang posisinya dengan erat
Dalam tangisnya Yuna masih sempat mengatakan sesuatu pada Farel
"Ayo kita mulai perangnya, aku akan berada di garda terdepan kali ini, kumpulkan semuanya besok, aku mau besok"
"Coba pikirkan dengan matang apa yang akan kamu ambil, sangat beresiko jika mereka tahu sosokmu Yuna" Farel tidak ingin mengambil resiko untuk keselamatan Yuna
Tapi sepertinya keputusan itu telah bulat dan Farel tidak bisa mencegah itu
Saat semuanya selesai Farel menemui kakek Aron dan memintanya untuk menunjuk Yuna supaya tidak muncul ke permukaan
Namun kakek orang ingin membiarkan Yuna mengambil apapun keputusan Yuna dan dia akan mendukung apapun itu, selagi itu tidak merugikan banyak orang dan masih berdampak baik untuk semuanya
...****************...
Malam pun tiba Romeo menghubungi Farel dan mengatakan bahwa dia akan pergi menemui Farel
Farel menunggu Romeo dia juga ditemani oleh Fincent, dia juga sudah mempersiapkan semua bahan untuk pertemuan kali ini
Sesampainya di kediaman Farel mereka semua langsung berbincang dan Farel mengatakan bahwa Yuna akan mulai tampil di acara pesta tahunan perusahaan
__ADS_1
Romeo awalnya juga ragu-ragu seperti Farel saat pertama mengetahui rencana Yuna, namun setelah mereka pikirkan matang-matang, jika itu adalah keputusan Yuna sebagai direktur utama maka tidak ada yang bisa menghalanginya lagi
"kita hanya perlu untuk meningkatkan pengamanan untuk Yuna dan melakukan langkah lebih cepat dari apa yang mereka rencanakan" ucap Romeo dengan tegas
Fincent dan Farel mengganggu setuju karena mereka juga tidak bisa membantah apa yang Yuna inginkan
...****************...
Farel berjalan menuruni anak tangga karena saat ini memang waktunya untuk pulang, di lobby dia melihat Yuna dengan seragam ibu kantin sedang menunggunya
Lalu tiba-tiba seorang karyawan yang ternyata adalah Bu Ella menghampiri Farel
"Pak Farel" tegurnya
"ya ada apa Bu Ella?"
"apa rumor bapak pacaran dengan petugas kantin itu benar?" tanya Ella dengan pertanyaan yang sedikit kurang etis
"ya dia pacar saya"ucap Farel mengakuinya
setelah mengatakan itu Farel langsung meninggalkan Ella dan pergi bersama Yuna
"biasalah fans orang tampan"
Yuna lantas mencubit Farel karena sebel
Sore itu Yuna mengajak Farel untuk berbelanja pakaian yang akan dia kenakan pada acara pesta tahunan perusahaan
Farel mengiyakan sekalian dia juga ingin mencari baju yang cocok untuk dipasangkan dengan model baju Yuna
Farel lantas mengantarkan Yuna pergi ke kediamannya lalu dia juga langsung pulang sebelum nanti malam menjemput Yuna untuk berjalan-jalan
...****************...
Farel sudah bersiap di depan kediaman Yuna
__ADS_1
"hai" sapa Yuna sambil mengetuk jendela mobil Farel
Farel langsung keluar dari mobil dan bukan pintu untuk Yuna
"kita akan langsung ke mana yank?" tanya Yuna dengan ceria
"beli baju dulu lalu setelahnya kita kencan bagaimana?"ucap Farel dengan riang
keduanya menikmati malam itu dengan baik setelah memilih-milih baju dan membayarnya mereka langsung bergegas untuk pergi ke sebuah tempat wisata malam
"wah di sini banyak wahananya, aku mau naik bianglala seperti dulu"ucap Yuna dengan sangat imut
"sebenarnya aku tidak ingin naik bianglala karena ada tempat yang ingin aku kunjungi bersamamu"
Dina menatap Farel dengan penasaran namun setelahnya Farel menggandeng Yoona dan mengajaknya untuk berkeliling dulu membeli beberapa jajanan yang ada di sana
lapas berkeliling padahal langsung mengajak Yuna ke tempat yang dia ucapkan tadi
dari tempat itu mereka bisa melihat seluruh pemandangan yang ada di tempat wisata itu
"di sini sepi ya?" tanya Yuna pada Farel
"tentu ada alasannya kenapa di sini sepi" Farel tersenyum soalnya dia sudah melakukan sesuatu di sana
"pasti kamu menutup akses jalan ke sini atau menyuruh beberapa orang untuk mengosongkan tempat ini, iya kan?"
Farel tersenyum namun saat Yuna tertawa Farel pun ikut tertawa
Mereka berdua duduk di sana sambil menunggu kembang api yang diperkirakan ditampilkan pada tengah malam
"Farel bisakah kita hidup dengan tenang suatu hari nanti, tanpa memikirkan apapun yang terjadi hari ini, aku hanya ingin perusahaan berjalan dengan baik, aku hidup dengan tenang dan memiliki rumah yang minimalis, aku tidak ingin memiliki persaingan apapun dengan keluarga yang lain, aku ingin mereka mengerti bahwa jika mereka melakukannya dengan benar aku pasti akan membagi dengan adil untuk masalah perusahaan" ucap Yuna yang seolah sedih memiliki keluarga seperti saat ini
"Yuna bersyukurlah karena kamu memiliki dua kakek yang luar biasa hebat, mereka dulunya bukanlah orang-orang yang seperti saat ini, Kakek Aron berkata bahwa dulu dia mengabaikan anak-anak dan istrinya namun seiring berjalannya waktu dia berusaha untuk membayar lunas apa yang dulu dia sia-siakan" Farel panjang lebar untuk menyemangati sekaligus memotivasi Yuna
"Terima kasih Farel karena kamu sudah berada di sampingku dan menjadi kekasihku , walaupun dengan begitu kamu harus berada dalam bahaya sekaligus melindungiku"
__ADS_1
"dengarkan aku Yuna, aku jatuh cinta pada sosok wanita ceria yang lebih memilih posisi di kantin dibandingkan di dalam perusahaan, saat aku benar-benar mencintainya aku bahkan tidak bisa meninggalkannya karena alasan apapun juga, harap kamu percaya aku dan menjaga kesetiaan cinta kita"
mereka berdua saling menatap dan saat kembang api muncul mereka berciuman di bawah sinar percikan kembang api