
Farel sudah pulang dengan sedikit mabuk dan dia baru membuka hpnya lagi, Fincen meletakkan jasnya di sebelah Farel, biasanya Farel akan mengomel dan menyuruh Fincen langsung meletakkan jasnya di tempat yang seharusnya, Fincen melirik Farel dan Farel langsung menoleh mengagetkan Fincen, dia bertanya apa Fincen kepo dengan isi pesannya, Fincen hanya membuang muka lalu Farel mengatakan bahwa besok Yuna akan mengajaknya pergi ke rumah kakeknya,
Fincen lantas kembali dan duduk di sebelah Farel lalu mengatakan bahwa bagus sekali hubungan kalian sampai bisa berkenalan dengan keluarganya, lalu Fincen bertanya apa Yuna tida mengajak Farel untuk menemui orang tuanya, namun Farel berkata lirih dan bilang kalau Yuna punya ibu tapi dia sedang tidak di sini dan sudah agak lama Yuna tidak mengunjunginya, Farel mengangguk dan berkata mungkin hubungannya renggang ya, Farel mengangguk kecil
Hari minggupun tiba Farel bersama Yuna pergi menemui kakek Bagas, dia adalah pribadi yang tenang, pria yang tinggi putih dan tampan, walau sudah keriput dan menua pancaran wibawanya dan kehangatan senyumannya masih sangat tergambar jelas di wajahnya, Farel memberi salam dan duduk bersama.
Mereka berbincang dengan sangat riang hingga sang kakek mengatakan bahwa Farel harus semangat dan jangan pantang mundur dia mendapat restu dari kakek bagas namun kakek Bagas mengatakan Farel mungkin akan mendapat kesulitan untuk minta restu darinya, Farel berfikir pasti ibunya Yuna orang yang menyeramkan, Yuna langsung mengatakan itu tidak benar, jangan percaya kakek lalu mereka bercengkrama lagi hingga kakek mengajaknya memancing, Farel jadi mengerti kenapa Yuna suka memancing itu karena kakeknya suka memancing bahkan dia punya banyak jenis pancingan yang limited edition
Malampun tiba Yuna dan Farel pamit untuk pulang, Yuna tinggal bersama pamannya dan bukan kakeknya, Yuna mengatakan jika rumah pamannya lebih dekat jadi dia tidak perlu terlalu jauh untuk pulang, Farel hanya bisa mengantar sampai gangnya karena pamannya sudah menunggu Yuna seperti biasa.
__ADS_1
Jam 20.30 Farel sampai di apartemen dia mendapati rumah yang kosong dan mungkin Fincen belum pulang juga dari tadi sebelum Farel berangkat karena cemilan yang tadi Farel siapkan untuk Fincen belum juga si jamah. Farel mencoba mengecek Fincen di kamarnya namun kamarnya kosong, tak sengaja Farel melihat ujung foto yang terletak di tengah tengah buku, Farel penasaran akhirnya dia masuk dan membuka buku itu dia melihat ada beberapa orang berdasi dan anak anak yang memakai jas resmi juga, seorang anak sangat mirip dengan fincen namun yang mengejutkan adalah di jajaran orang orang itu ada kakek Aron yang masih agak lebih muda.
Farel kaget mendengar suara pintu di buka, dia lantas mengembalikannya ke tempat semula dan duduk di depan tv, sambil memainkan hp Fincen menegurnya dan Farel pura pura kaget, Fincen lantas berkata kenapa serius sekali, apa kencanmu gagal, Farel langsung pamer jika kencanya sangatlah lancar.
Fincen langsung masuk dan sepertinya dia mandi karena suara kran yang terdengar dari luar. Farel tanpa sengaja melihat Foto Foto yang ada di dekat tv, Foto Fincen kecil juga ada di sana, Farel melihat dengan seksama benar anak ini adalah Fincen. apa Fincen sang pewaris itu atau dia hanya saudara atau keluarga jauhnya kakek Aron.
di kamar Farel frustasi dia jadi jengkel pada kakaknya yang juga tidak bisa memberi informasi apapun soal cucu kakek Aron. malah cuma memberi misi untuk mencari kesalahan para petinggi saja.
Fincen menjemput Farel seperti biasa dan mengajaknya pulang jika masih saja lembur, Fincen sudah seperti mengasuh anak sendiri.
__ADS_1
pada hari sabtu semua team pergi ke acara Launching namun Bu Ira meminta Farel untuk standby di kantor jika nanti ada yang di butuhkan, sebenarnya bu Ira memberi ruang agar Farel bisa memeriksa beberapa data tanpa ada anak anak lain
Farel berhasil masuk ke penyimpanan rahasia perusahaan dan mulai mempelajari semua tentang struktur dan juga identitas masing masing pemegang saham hingga yang menjalankan perusahaan, dan ada satu yang mengejutkan adalah Fincen menjadi pemilik 20% saham di G&J. fincen menggunakan nama aslinya yaitu Fincen Rafaelo Antonio. nama yang hanya beberapa orang yang tau itu, Farel tau karena di pintu kamar Fincen ada tulisan nama itu dan saat di tanya Fincen dengan enteng itu nama untuk urusan bisnis saja, sedangkan saat mendaftar di sini Fincen menggunakan nama Fincen Adinata.
Di rumah Farel duduk di sebelah Fincen yang sedang mengetik hasil pembukaan tadi, Farel bertanya sebenarnya siapa sih nama Fincen, dengan Acuh Fincen memberikan Dompetnya, Farel membuka dan melihat ktp nya yang bernama Fincen adinata lalu Farel bertanya lagi kenapa di pintu namanya jadi lebih bagus, Fincen berhenti mengetik dan memukul Farel lalu berkata bahwa namanya bagus semua, dia lantas menjelaskan seperti dulu dia menjelaskan bahwa nama itu untuk urusan bisnis, lali Farel memancing dengan mengatakan apa Fincen menyembunyikan identitasnya. Fincen sempat kaget namun dia kembali mengerjakan tugasnya dan mengalihkan pembicaraan.
Jam menunjukkan hari semakin larut, Farel pamit untuk tidur dulu, selang beberapa saat Fincen menelfon kakaknya dan berkata bagaimana kalau ada seseorang yang mencurigainya, lalu kakaknya bertanya apa yang mencurigainya adalah Farel. Fincen mengatakan dia tidak bisa menyakiti orang ini lalu beberapa saat lagi dia berkata iya dia Farel. Farel mendengarkan itu lewat earphone yang di taruhnya berdekatan dengan Fincen di ruang tamu sementara satunya iya pakai untuk mendengarkan.
Lalu Fincen mengatakan kata sial dan terdengar suara bising tanda earphone di pegang, Farel pura pura tidur dan benar Fincen membuka kamarnya lalu kembali dan melanjutkan telfonnya, dia berkata aku takut Farel mendengar ini tapi ternyata satu earphone nya ada di meja. dalam hati Farel dia merasa lega, untung dia sudah siap siap jika Fincen menemukan earphone nya
__ADS_1
Farel mencurigai Fincen namun masih belum mendapat titik terang yang pasti dia tak mau merusak pertemanannya karena ceroboh, Farel Fokus pada kenaikan jabatan hingga akhirnya Bu Ira berhasil merekomendasikan Farel untuk jadi manajer bagian produksi. Saat merayakan kenaikan pangkat Fincen bertanya kenapa Farel bekerja lebih dari yang lain, Farel dan Fincen sadar di antara mereka memang ada jalinan persahabatan yang begitu kuat namun di antara mereka juga ada jurang yang mengharuskan keduanya menyembunyikan rahasia masing masing