Persembunyian Pewaris

Persembunyian Pewaris
ep 14


__ADS_3

Tiga hari berlalu dan Farel sudah di perbolehkan pulang walau luka di tubuhnya belum pulih semua, tapi setidaknya sudah tidak terlalu nyeri seperti hari pertama di rumah sakit.


Yuna selalu datang seusai selesai kerja namun hari ini karena Farel keluar dari rumah sakit pada jam kerja jadi Yuna tidak ikut menjemput Farel, Farel di jemput oleh kakaknya dan sudah bilang pada Fincen kalau akan membawa kakaknya singgah ke apartemen.


Fincen yang juga harus bekerja mengiyakan permintaan Farel. Di apartemen Romeo lantas mengatakan beberapa hal yang harus di perhatikan Farel, yang pertama utamakan keselamatan, data yang di kirim kemarin sudah di terima oleh kakek, tinggal masuk dalam lingkungan sosial saja, otomatis Farel harus naik jabatan dan itu tidaklah mudah, pertama Farel harus menarik perhatian Bu Ira hingga Farel cukup bisa di percaya untuk naik jabatan. Farel di beberapa dokumen untuk di pelajari dan menyukseskan proyek yang saat ini di garap Bu Ira


Seperti yang sudah di rencanakan, Farel bekerja lebih ekstra dari biasanya, Fincen melihat aneh pada Farel, Farel memang bilang kalau dia ingin naik tingkat tapi Fincen tak menyangka Farel akan bekerja lebih giat seperti ini, memang bisa di akui kalau Farel itu jenius, hanya saja Farel itu lebih sering takut dan gugup seperti saat presentasi hari ini, dia membaca berulang kali materi yang akan dia baca, tangannya dingin dan sedikit bergetar, Fincen menyarankan agar Farel tak terlalu memaksakan diri, namun Farel sudah bertekad jadi dia benar benar mencurahkan seluruh keberanian, dan niatnya

__ADS_1


Rapat hari itu selesai dengan baik, pimpinan pemasaran puas dengan kelompok Bu Ira berkat kerja Farel yang sungguh meyakinkan dan tepat sasaran. di bagian lain Pak Reno sedang mengomel pada pak Joko, dia menyalahkan pak Joko karena memberikan informasi tang salah mengenai ide team Bu Ira, Pak Joko menyangkal memang itu yang di rapatkan kemarin. Yoga yang mendengar itu membatin, dia tau pasti Farel yang melakukan ini, Farel kan sudah tau kalau pak Joko itu penyusup di team Bu Ira


Malamnya seperti biasa Bu Ira mengadakan makan makan sebagai perayaan kesusksesan kali ini. Farel mengabarkan bahwa dia akan bersama teman teman kantor untuk merayakan kesuksesan kali ini, dia mungkin akan sedikit slow respon, Yuna mengatakan dia sedang memancing jadi mungkin akan slow respon.


Bu Ira mengirim pesan pada Farel dan mengajaknya untuk bicara berdua di luar. Farel lantas ijin keluar sebenar untuk mengangkat telfon, sedangkan beberapa saat setelahnya Bu Ira jga pura pura mengangkat telfon, Fincen harus menjaga kak Lola yang sedang mabuk jadi tidak memperhatikan Farel


Jam sudah menunjukkan jam 12, kakek Aron di temani Romeo baru pulang dari tempat pertemuan dengan cucunya. Romeo menanyakan keadaan Kakek Aron karena kakek terlihat cemas, lalu kakek mengatakan bahwa cucunya ingin mencari orang yang bisa di percaya di kantor, kakek tak memiliki pandangan pada siapapun karena semenjak kakek sakit banyak kalangan yang mengkhianatinya. kakek menawarkan agar romeo bisa bekerja di kantor namun Romeo menghawatirkan keselamatan kakek dan juga banyak orang yang mengetahui kalau Romeo adalah asisten pribadi kakek, akan sangat aneh dan mudah untuk di singkirkan. Kakek faham betul akan kecemasan Romeo, dia juga tak bisa membiarkan semua terjadi terlalu mudah bagi mereka. Romero menyarankan untuk mencari para cucu dari orang orang kepercayaan kakek.

__ADS_1


pagi yang cerah di hari minggu, Bu Ira menerima telfon dari Romeo untuk pergi ke xxx untuk masalah pribadi. Bu Ira merasa hari minggunya terganggu namun dia juga senang karena yang mengganggu hari minggunya adalah pria setampan Romeo. Bu Ira datang tepat waktu, dia menuju ruangan yang sudah di tentukan, Bu Ira sudah kePD an mengira makan siang itu hanya berdua tapi ternyata di sana juga ada kakek Aron dan kakeknya juga, Romeo mempersilahkannya masuk dan menutup pintu ruangan itu.


Setelah acara pertemuan itu Bu Ara di antar pulang oleh Romeo, mereka saling bicara dan betapa bahagianya Bu Ira, paras tampan dan tutur kata yang sopan itu seketika menyembuhkan luka hati Bu Ira gara gara mantan pacarnya yang jahat.


Fincen menelfon Bu Ira dan mengajaknya makan bersama, karena kebetulan Fincen dan Farel bertemu dengan kak Loli di rumah makan xxx. Bu Ira sebenarnya sudah kenyang namun karena tidak ada kegiatan lagi akhirnya Bu Ira menyetujuinya dan meminta Romeo untuk mengantarnya ke rumah makan xxx


Fincen dengan kak Loli asik bermain kartu sedan Farel sibuk dengan hpnya. Bu Ira mengetuk meja membuat mereka melihat ke arah Bu Ira, semua menyambut Bu Ira dan bersulang sebelum minum jus mereka, Kak Loli menanyakan hubungan Farel dengan Yuna, Farel mengatakan bahwa mereka belum pacaran tapi mereka adalah teman spesial, lalu Bu Ira menanyakan kenapa akhir akhir ini Loli dan Fincen sering kompak ya, Fincen langsung membantah, di susul dengan Loli yang panik. lalu Farel bertanya apa bu Ira sudah move on dan punya target. Bu Ira menggeleng lalu berkata bahwa dia sekarang sedang tertarik dengan seorang pria yang baik dan halus, semuanya penasaran namun Bu Ira nampak tak mau mengatakan siapa orang itu

__ADS_1


Yuna menelfon kakeknya terdengar mereka sedang mengobrol dengan di selingi tawa bahagia, kakek merasa tak punya siapa siapa dan berharap Yuna tak cepat dewasa agar kakek bisa bermain banyak hal, Dalam benak Yuna dia banyak minta maaf karena Yuna berpacaran untuk yang pertama kalinya


__ADS_2