Persembunyian Pewaris

Persembunyian Pewaris
ep 6


__ADS_3

Farel baru saja bangun dan mendapati dirinya sudah sendirian di kamar Fincen, Farel langsung bergegas mencari Fincen, dia mencium aroma sedap dari dapur dan langsung mengikuti bau itu, di dapur Fincen sudah mandi dan sedang masak, Farel sudah keburu untuk menceritakan apa yang dia lihat semalam namun Fincen langsung memintanya mandi dulu agar tak kesiangan pergi ke kantor, jadi terpaksa Farel langsung bergegas kekamar mandi. Fincen hanya tersenyum sambil berkata lirih bahwa Farel itu sangat penurut dan lucu


Fincen sudah menyiapkan makanannya lalu bergegas pergi kekamarnya dan mengambil dalaman baru serta bajunya untuk di pakai Farel, saat itu Farel keluar dari kamar mandi, dia langsung akan menceritakan kejadian tadi malam, namun lagi lagi Fincen menyuruhnya menyelesaikan persiapannya dulu, lalu meninggalkan Farel.


Setelah memakai baju Farel langsung menuju ruang makan dan hendak langsung bercerita namun seperti yang kalian terka Fincen langsung menyuruhnya sarapan dulu baru bercerita, Farel mengusap wajahnya dan langsung makan, mulutnya sudah sangat ingin bercerita namun ada saja yang Fincen suruh, batinnya mengomel karena Fincen tak mau memberi semenit saja untuk Farel bercerita, sedang Fincen berfikir bahwa Farel pasti akan membahas dirinya yang mabuk tadi malam, pasti Farel akan meledaknya dengan banyak hal konyol.


Sampai berangkat hingga pulang kerjapun Fincen terus saja mencari alasan untuk menghindari pembicaraan dengan Farel. sampai mereka sudah di depan rumah Farel, Farel lantas meminta Fincen untuk tunggu sebentar saja di depan kosannya, dia lalu masuk ke kosannya dan mendapati kamarnya acak acakan, memang tidak ada benda yang berharga, hanya ada baju dan perlengkapan mandi milik Farel yang ada di dalam kamar kosnya , dia mengemasi semuanya dengan tergesa dan keluar dari kamar, Fincen heran dengan tingkah Farel namun dia masih saja diam dan tidak bertanya


Farel memberikan 1 tas pada Fincen lalu kembali ke dalam dan mengambil 2 tas lagi, kemudian sebelum beranjak Farel tampak celingukan dan langsung bergegas ketika dia merasa aman, sampai di depan apartemen Fincen dan Farel masih diam hingga pintu di kunci Farel baru bisa merasa lega, Farel lantas meminta Fincen untuk menemaninya nanti malam pergi ke ATM untuk mengambil semua uang tabungannya dan menyewa apartemen di gedung itu juga, Fincen lantas bertanya ada apa


Farel lalu menceritakan kejadian kemarin malam saat dia melihat 2 orang asing sedang mengintai kosannya, dia jadi teringat tentang kejadian yang menimpa Dodi. Fincen lantas berkata mengapa tidak menceritakannya dari tadi, namun Farel menghela nafas malas karena sedari pagi Fincen sudah bertingkah menyebalkan dan tidak membiarkan Farel bercerita , Fincen yang tau dirinya salah faham hanya diam dan tersenyum aneh.

__ADS_1


Fincen menyarankan Farel untuk tinggal saja dengan Fincen nanti Farel tinggal bayar seperti membayar kosan pada Fincen, sialnya kamar yang ada di apartemen itu ada 3, dua kamar besar dan 1 kamar yang ukurannya sedang, Farel bisa menggunakan kamar yang ukurannya besar itu sekalian untuk menaruh barang barangnya, di kamar itu juga ada toilet dalamnya jadi tak perlu sungkan, Farel merasa tak enak hati namun Fincen meyakinkan Farel bahwa dia suka jika ada teman di apartemen yang luas seperi rumah ini.


Memang sih apartemen Fincen itu sangat besar, sudah di pastikan biaya sewanya mahal namun Fincen menjelaskan bahwa dia tidak membayar karena gedung ini masih milik keluarganya jadi dia tinggal secara gratis.


Malam itu Farel dan Fincen membahas 2 orang asing itu, farel mendeskripsikan keduanya dengan serinci yang dia ingat dan lihat malam itu, keduanya berasumsi mungkin dua orang itu adalah orang yang sama yang mengganggu Dodi, Fincen kebetulan punya nomer hp Dodi dan dia langsung menghubungi Dodi


Awalnya mereka berdua mengatakan bahwa hanya iseng dan tidak ada acara di hari minggu mangkanya ingin mengunjungi Dodi dan karena alasan itu Dodi setuju untuk bertemu di akhir pekan nanti.


Fincen berkata "iya mungkin", lalu percakapan mereka selesai sampai di situ. Fincen menatap Farel namun Farel masih tidak faham dengan situasinya


Fincen bertanya apa ada orang lain yang tau kalau Farel pindah, namun Farel bilang tidak ada, Fincen langsung curiga pada pak Joko. Secara dari mana dia tau soal Farel.

__ADS_1


Keesokan paginya Farel dan Fincen bersiap untuk berangkat ke kantor, Farel sebenarnya ketar ketir namun pekerjaan ini adalah impiannya dan jalan agar kedua orang tuanya bisa bangga padanya, Farel dan Fincen berangkat bersama seperti biasa , mereka memang sangat kompak bahkan beberapa orang mengira mereka saudara walau wajah dan penampilan mereka berbeda.


Saat hendak memasuki kantor Fincen melihat Yuna berlari terburu buru dan tak melihat mereka berdua, Fincen langsung menggoda Farel, dia mengatakan bahwa kekasih Farel baru saja terlambat, Farel hanya tersenyum dan berkata bahwa dia masih belum berani mengutarakan perasaannya pada Yuna.


Sesampainya di ruang kerja mereka langsung di sambut oleh pak Joko, Farel melirik Fincen, setelah itu keduanya langsung menyapa balik pak Joko, tiba tiba Kak Loli datang seperti malaikat yang seolah tau segalanya ,dia mengajak pak Joko duduk di kursinya dan berkata bahwa Fincen dan Farel adalah junior yang berharga jadi bapak jangan aneh aneh ya. Bu Ira tersenyum di kursinya sambil mengangguk, hari itu suasana sedikit berbeda, karena pak Joko jadi tidak secerewet biasanya.


Jam makan siang pun sudah tiba , seperti biasa Fincen dan Farel langsung menuju kantin namun tak di sangka Bu Ira ternyata mengikuti mereka dan duduk bersama keduanya, dia berkata bahwa di kantor semua aman apalagi di ruangan kerja jadi jangan takut, Fincen lantas bertanya memang ada apa.


Bu Ira mengatakan bahwa 3 hari lalu pak Joko di panggil menghadap ke atasan, Bu Ira juga kurang faham siapa yang mengundangnya, yang Bu Ira bisa pastikan adalah jika yang memanggil pak Joko itu adalah seorang petinggi dan pasti mereka sedang mencari identitas para anak baru, karena Fincen dan Farel anak baru yang orang tuanya juga di luar kota jadi mungkin mereka berdua akan jadi sasaran untuk di selidiki.


Hanya sebatas menjaga mereka di kantor yang Bu Ira bisa tapi di luar kantor bu Ira harap keduanya bisa jaga diri karena kalau mereka mencurigai Fincen dan Farel bisa jadi kejadian pada Dodi bisa terulang dan mungkin akan lebih parah

__ADS_1


__ADS_2