Persembunyian Pewaris

Persembunyian Pewaris
ep 33


__ADS_3

Pesta perayaan perusahaan akan digelar nanti malam, Yuna sangat gugup namun dia juga tidak akan mundur kali ini


Farel menyiapkan seluruh teman-temannya untuk berjaga di luar gedung mereka juga diberikan seragam yang pantas untuk malam ini


"teman-temanku harap kalian bisa membantuku kali ini, tolong kawal Yuna dari berangkat sampai pulang nanti"tutur Farel dengan serius.


"ya Kak serahkan pada kita"jawab Brian yang merupakan salah seorang sahabat Farel


Farel dahulu sering menolong teman-temannya itu yang membuat dia memiliki teman dan juga persahabatan yang sangat erat saat ini, walaupun Farel tidak pernah meminta balasan namun mereka terus memberikan yang terbaik untuk Farel


saya sedang berbincang dengan kawan-kawannya dia menerima telepon yang ternyata dari Diandra, dia mengatakan bahwa dia memiliki undangan untuk pesta itu dan akan datang ke sana juga


Acara ini sepertinya memang bukan hanya sekedar hari perayaan ulang tahun perusahaan saja mereka banyak hal yang bisa terjadi di sana


...****************...


Farel menjemput Yuna dan betapa kagetnya dia melihat Yuna dengan dandanannya berbeda dengan kepribadian Yuna, lebih tepatnya riasan itu membuat wajah Yuna berbeda sekali dengan wajah aslinya


Rambut pendek dan memakai poni depan, lipstik yang begitu tebal berwarna merah merona, baju yang ia kenakan juga sangat nyentrik


Farel hanya bisa mematung melihat kekasihnya yang seperti orang lain


"apakah Anda mengenal saya"ucap Yuna dengan logat yang begitu aneh


"ya?"faren masih tidak bisa berkata-kata karena dia kaget melihat penampilan Yoona yang begitu spektakuler


Farel langsung mintanya untuk berganti pakaian, namun Yuna menolak dan mengatakan bahwa dia ingin menunjukkan sosoknya seperti ini, dan jika bisa dia tidak ingin wajah aslinya diketahui oleh orang-orang itu


Farel baru mengerti apa yang diinginkan Yuna yaitu menyembunyikan wajah aslinya agar dia bisa bergerak bebas dan menjamin keamanannya juga, walaupun orang-orang terdekat akan langsung mengetahui jika itu Yuna tapi jika orang yang tidak terlalu memperhatikan maka mungkin akan terkecoh

__ADS_1


Itu mereka langsung disambut oleh beberapa wartawan yang sepertinya juga penasaran dengan direktur utama perusahaan J&G


Yuna berjalan dengan percaya diri dikawal oleh Fincent dan Farel di belakangnya


Setelah sampai di dalam dia langsung disambut dan langsung menemui kakeknya untuk memberi salam


"astaga apa-apaan wujudmu itu nak?" tanya kakeknya yang juga sepertinya shock walaupun Awalnya dia sudah diberitahu bahwa Juna akan menggunakan riasan yang sungguh di luar image-nya


"bukan berarti aku akan begitu saja membiarkan wajahku terekspos dengan sejujur-jujurnya" jawabannya Yuna sambil membungkuk dan membisikkan apa yang Yuna inginkan pada sang kakek yang masih tercengang heran


kakek Aron hanya bisa mengganggu karena dia juga tidak memiliki pilihan lain selain menuruti keinginan cucunya


Tapi memang benar ini adalah pilihan terbaik yang bisa dilakukan Yuna untuk bisa masuk ke perusahaan sekaligus menyembunyikan identitas aslinya agar masih bisa berjalan dengan leluasa jika selesai bekerja


saat acara dimulai, kakek Aron segera memperkenalkan CEO barunya atau posisi tertinggi di perusahaan yang dahulunya dipegang oleh kakek Aron


Selesai acara semuanya bubar namun keesokan harinya kakek Aron mendapat undangan sarapan dari anak pertamanya yaitu Pak Ravin yang berlokasi di kediaman kakek Aron itu sendiri


Walaupun acaranya adalah sarapan namun ini tidak jauh berbeda dengan rapat dadakan di pagi hari, oleh sebab itu kakek Aron juga mengundang Yuna untuk datang ke kediamannya,


Saat kakek Aron datang Ravin beserta isinya dan juga Ringgo dengan istrinya sudah ada di ruang makannya, datang bersama dengan Farel di belakangnya


Yuna langsung duduk di kursi paling ujung yang berhadapan dengan posisi kakek Aron, sedangkan Farel berdiri di belakangnya karena dia sekarang berperan sebagai pengawal Yuna


"wah siapa ini sepertinya ada tamu tidak diundang"ucap Ringgo


"halo Paman aku Yuna"balesinnya sambil tersenyum


"bukankah kamu sendiri yang meminta agar keponakanmu juga ikut sarapan bersama kita" ucapkan Aron menguatkan posisi Yuna saat ini

__ADS_1


"oh benarkah kakek? aku sungguh tersanjung, terima kasih Paman karena sudah mengharapkan kehadiranku" balas Yuna dengan Anggun


Setelah perbincangan yang dingin itu mereka lalu sarapan pagi, perang itu dimulai lagi saat hidangan penutup dikeluarkan


"aku takkan berbasa-basi Yuna, aku hanya ingin menanyakan apakah kamu cukup kompeten untuk berada di perusahaan, aku khawatir nanti kamu akan buat kesalahan yang fatal karena kamu masih belum bisa melakukan apapun saat ini" ketus Ravin tanpa ramah


"tenang saja paman, aku lulusan terbaik di kampus xxx, kan aku juga banyak pengalaman serta channel yang baik untuk perusahaan kita" memang bersekolah di sekolah yang sangat elit di luar negeri, dan tidak bohong bahwa dia adalah lulusan terbaik di sana, untuk channel yang dia maksud tentu saja hal itu dia dapat berkat bantuan Romeo ,Farel dan juga Fincent, selain dari tiga orang itu dia juga memiliki hubungan yang baik dengan orang-orang penting di luar negeri


"wah kenapa aku tidak bisa mengetahui itu atau itu hanya rumor atau omong kosong" jawab Ravin yang masih tak percaya


"aku sungguh berpengalaman di bidang itu apalagi tentang fashion dan juga entertain" balas Yuna yang juga tak ingin kalah


"untuk apa itu semua bukankah kamu hanya akan berada di bidang properti seperti perusahaan G&J yang sedang kamu kuasai?" Ravin benar-benar sedikit dongkol saat ini


"apa Paman lupa bahwa aku sekarang adalah CEO itu berarti semuanya berada di bawah kepemimpinanku" sepertinya Yuna ingin memperjelas posisinya saat ini


kedua pamannya beserta keluarga merasa benar-benar dengkul pada ucapan Yuna, mereka tak menyangka bahwa Yuna seberani itu untuk benar-benar mengambil posisi sebagai CEO


tak ada pembahasan lain setelahnya karena pembicaraan itu sudah tidak memiliki kelanjutan, hal itu karena Yuna sudah benar-benar mengambil posisinya baik secara formal maupun secara kekeluargaan


saat semuanya sudah kembali dan yang tersisa hanya Yuna, Farel dan kakak Aron di ruangan itu


Sambil menatap ke arah luar jendela Yuna mengatakan isi hatinya pada kakek


"kakek aku tidak memiliki dendam yang sebegitu besar pada mereka, aku hanya ingin mereka kembali di jalan yang benar, karena bagaimanapun mereka adalah paman-pamanku, namun jika mereka melakukan hal ini dengan terus-menerus ampuni aku jika aku benar-benar melawan keluargaku sendiri" ucap Yuna sembari menatap rombongan pamannya yang keluar meninggalkan kediaman kakek Aron


"Yuna kamu berhak membenci mereka, karena mereka yang membuat hidup ibumu semakin buruk, aku juga tidak bisa menyangkal bahwa sebenarnya diriku membenci kedua putraku yang tidak berbakti itu, mereka hanya menunggu warisan dan kematianku tanpa pernah memberikan kehangatan keluarga pada ku, aku tahu itu ada hal yang memang harus aku tanggung namun tentangmu dan ibumu itu adalah hal yang berbeda, karena kalian tidak pernah menyakiti mereka, maka mereka tidak memiliki hak untuk mengganggumu atau ibumu lagi" jelaskan panjang lebar, dia sadar dulu dia menelantarkan anak-anaknya jadi dia bisa menerima semua perlakuan tidak menyenangkan dari anak-anaknya, walaupun semua itu dilakukan untuk memberikan yang terbaik untuk para anak-anaknya. namun walaupun begitu tingkah mereka pada saudara perempuan mereka bukanlah hal yang bisa dimaafkan


Yang menyebabkan ibu Yuna mengalami depresi berat adalah kelakuan kedua saudara laki-lakinya itu

__ADS_1


__ADS_2