Persembunyian Pewaris

Persembunyian Pewaris
titik darah penghabisan


__ADS_3

Hari-hari berganti begitu cepat hingga tiba waktunya untuk rapat bulanan, sore sudah menyiapkan semua data yang diperlukan oleh Yuna mengenai perusahaan maupun tentang Ronald, Yuna yang sudah dibagi sudah mempelajari semua materi yang diberikan oleh Farel merasa senang karena ada banyak celah untuk menjatuhkan Ronald dan orang-orang yang tidak kompeten


Rapat itu dimulai pada pukul 10.00 pagi, dan Yona hanya bisa datang secara daring, itu sebabnya para karyawan dan orang-orang yang ikut dalam rapat itu merasa sedikit lega, mereka belum tahu saja kalau Yuna selalu memantau perusahaan dan tidak pernah berpaling dari tugasnya


semua dewan dan juga yang berkepentingan dalam rapat telah siap di ruang rapat, mereka berdiskusi terlebih dahulu tentang apa yang akan disampaikan kepada Yuna, beberapa orang yang memang sudah berkelompok membicarakan mereka sendiri sedangkan orang-orang yang bekerja sesuai dengan keharusannya tidak mengetahui siasat apapun tentang rencana para orang-orang itu


Bu Ira dan Vincent memperhatikan situasi sebelum rapat dimulai, mereka berdua meyakini bahwa sebenarnya di dalam perusahaan masih banyak orang-orang yang bekerja secara profesional dan tidak melakukan kecurangan, mereka berdua berharap semuanya bisa dikendalikan dengan baik suatu saat nanti walaupun akan ada banyak pekerjaan yang harus mereka bereskan ke depannya


Waktu rapat telah di mulai, mereka duduk dan menunggu layar monitor hidup, saat semua sudah siap begitupun Yuna yang sudah tersambung mereka memulai dengan pembukaan dan penyampaian hasil kerja selama bulan kemarin. dengan percaya diri mereka menjabarkan hasil kerja mereka namun saat Yuna sudah bicara kebanyakan dari mereka jadi menciut karena Yuna menjabarkan apa yang dia temukan dalam hasil kerja bulan kemarin


kebanyakan dari mereka hanya menyampaikan bualan dan bukan kenyataan, itu membuat situasi Raat jadi tegang, di tambah lagi Yuna yang bicara dengan tegas dan serius, dia juga menyinggung tentang orang orang baru yang masih tidak kompeten di bidangnya, dia meminta semua harus di benahi dalam 1 Minggu ke depan atau mereka yang berada di atas jabatan orang orang tidak kompeten itu akan turun pangkat.


Saat rapat selesai semua membuang nafas kasar, hanya beberapa orang yang lolos dari koreksi pedas Yuna. Mereka yang mendapat teguran langsung berunding untuk menyelesaikan semua pekerjaan, mereka juga mulai ragu pada Ravin karena Ravin tidak bisa menjamin mereka terus berada di perusahaan, dan untuk Ronald dia memiliki banyak tugas dan PR yang harus di rampungkan, entah dia bisa bertahan atau tidak dengan tekanan dari Yuna


Setelah rapat itu semua orang di perusahaan sibuk kecuali orang orang yang memang sudah mengerjakan tugas mereka dengan baik sesuai apa yang seharusnya. Bu Ira lantas menginfokan masalah ini pada Yuna

__ADS_1


Di Swiss Yuna dan Farel sibuk memantau semua pekerjaan di satu persatu perusahaan dengan teliti, Yuna juga mulai menyaring orang orang yang bisa dia pilih untuk mendapat tugas penting di setiap cabang perusahaan grup G&J


berkat kerja keras itu perusahaan mulai mengalami peningkatan yang signifikan walau tanpa melakukan hal hal kotor, sempat beberapa kali ada skandal yang menyerat nama perusahaan namun Yuna dapat menyelesaikannya berkat bantuan orang orang kepercayaannya yang kompeten


Ravin dan Ringgo semakin kehilangan kedudukannya di perusahaan karena semakin sedikit orang yang berpihak pada mereka. Yuna telah membuktikan betapa kerasnya usaha yang dia keluarkan untuk memperbaiki sistem di perusahaan sekaligus menyingkirkan para oknum yang bermain di grup G&J


Kakek Aron sangatlah bangga pada cucunya ini, dan Ronald juga sepertinya sedikit berpaling dari ayahnya dan mulai bekerja dengan baik di perusahaan, hal itu juga di dukung oleh istri Ravin walaupun semua itu di lakukan di belakang Ravin tentunya


Saat ini Yuna dan Farel berada di Belanda, mereka sedang melakukan perjalanan bisnis sekaligus liburan bersama, namun sayang karena liburan mereka harus dikacaukan oleh Ravin yang kali ini bisa menemukan Yuna dan Farel.


malam itu setelah bertemu dengan klien Yuna dan Farel memutuskan untuk berjalan-jalan di salah satu kota yang sedang mengadakan event, Farel merasa bahwa mereka berdua telah ditutupi sedari pagi, karena ada beberapa orang yang terasa tidak asing terus mengikuti mereka, Farel bisa menghafal wajah beberapa orang itu karena memang sering terlihat olehnya sedari pagi itu.


Farel tidak mengatakan kekhawatirannya itu kepada Yuna, dia hanya menelpon beberapa orang perusahaan untuk menjemput mereka, namun sebelum jemputan itu tiba orang-orang yang dicurigai orang itu mengejar Farel dan Yuna saat berada di tempat yang lumayan sepi


Farel langsung mengajak Yuna untuk masuk ke salah satu restoran yang cukup ramai di sana, Yuna sudah panik sedangkan parah terus berpikir bagaimana cara agar mereka bisa lepas dari orang-orang itu, Farel tidak memiliki kenalan di Belanda dia juga tidak menyewa keamanan karena mengira bahwa bisnis kali ini akan lancar seperti biasanya.

__ADS_1


Untung saja Yuna tiba-tiba ingat bahwa Ayahnya tinggal di Belanda dan mungkin saja ayahnya bisa membantu, Farel langsung menelpon Brian untuk meminta bantuan dan mengatakan situasi mereka saat ini


Rumah makan itu akan tutup sementara mereka masih belum dijemput oleh orang-orang Brian, keduanya terpaksa menaiki mobil dan mencari tempat yang aman, Farel dan Yuna tidak bisa pulang ke rumah saat ini karena mereka telah dibuntuti beberapa orang misterius itu


Hingga di jalan yang sepi mobil itu langsung menerbitkan mobil Farel, namun Farel tidak menghentikan mobilnya dan malah menabrak mobil yang memepetnya itu, mereka bisa lolos walaupun mobilnya sudah rusak parah


Tapi hal itu tidak berlangsung lama karena dari arah depan terdapat beberapa mobil yang sudah memblokir jalan, terpaksa mereka harus turun dan menyerahkan diri


"apa yang kalian mau? "tanya Farel


Mereka tidak mengatakan apapun dan hanya membawa Farel dan Yuna masuk ke dalam mobil mereka dan pergi


Farel dan Yuna dibawa ke sebuah rumah yang sepertinya markas mereka, di situ keduanya diikat dan hendak dieksekusi mati, Farel masih mencoba untuk negosiasi, namun sepertinya mereka tidak mau untuk bernegosiasi


Sebenarnya Farel tahu bahwa mereka tidak mungkin melepaskan Farel dan Yuna begitu saja, negosiasi itu hanya untuk mengulur waktu agar bala bantuan dari Brian bisa sampai tepat waktu.

__ADS_1


Yuna sudah menangis sejadi-jadinya karena dia takut dan juga panik, sedangkan Farel terus mengulur waktu dengan memancing amarah mereka, alih alih langsung menembak mereka malah melepas ikatan Farel dan melakukan pertarungan satu lawan satu, Farel berhasil menumbangkan beberapa orang namun terlihat jelas bahwa kalian mulai kelelahan dan tidak bisa bertarung lagi. di situ Yuna sudah memohon untuk berhenti namun karena masih terus berdiri dan tetap percaya bahwa semuanya bisa terselamatkan jika dia bertahan sedikit lagi


__ADS_2