
Farel menunggu Fincen di depan apartemennya sesekali dia juga mengetik apartemennya dan menelponnya, karena tidak ada respon, farel jadi terpaksa masuk apartemen Fincen dan di dalam sudah berantakan, Farel langsung masuk kekamar Fincen berharap ada Fincen di sana tapi ternyata tak ada siapapun di dalam Rumah, Farel langsung keluar dan mencari pak satpam namun tidak ada Fincen keluar dari gedung, mereka lantas memeriksa kamera CCTV dan mendapati hal mengejutkan dimana pada pukul 05.30 terjadi kecelakaan di depan gedung dan semua terfokus pada kecelakaan beruntun itu, lalu ada mobil hitam masuk dan beberapa orang keluar membopong seseorang keluar dari apartemen, tidak salah lagi itu pasti Fincen. Pak Satpam lantas menelfon kak Farah sedangkan Farel melihat sekali dengan seksama rekaman itu lagi, Fincen memakai piyama berkantung, sambil merapalkan doa supaya Fincen masih menggunakan gelang persahabatan mereka yang ada pelacaknya, dulu saat marak terjadi penculikan Fincen membeli 2 gelang couple, yang awalnya dulu Farel menolak karena terkesan seperti pasangan sedangkan mereka berdua kan cowok sama cowok namun saat ini menjadi benda paling di harapkan di pakai, dengan mengkoneksikan dengan Hp farel dia bisa melacak kemana keberadaan gelang yang sedang di pakai Fincen, dia lantas berlari ke mobil yang baru dia beli dan langsung tancap gas ke lokasi gelang itu berada
Fincen menggeleng dengan ketidak berdayaan nya, wajahnya penuh darah, tubuhnya juga lemas dan kedua tangannya terikat ke atas, Fincen bungkam dan dia pasrah akan apa yang bisa terjadi kedepannya, dia hanya mengingat keluarganya yang sering menghubunginya dan mengkhawatirkannya dengan berlebihan, dia juga ingat satu satunya sahabatnya yang mungkin sekarang menggerutu di kantor karena Farel tiba tiba menghilang. Air mata itu mengalir karena mungkin dia tak kan pulang dengan selamat, dia bahkan belum menceritakan apapun pada Farel, di saat itu Fincen di siksa lagi hingga pandangannya mulai buram dan benar benar lemas, rasanya sesak dan takut mati, takut tak bisa minta maaf dan tak bisa mengomeli Farel yang ceroboh, takut sahabatnya akan mencarinya seharian atau sampai nanti nanti. tiba tiba dalam keputusasaan yang berat itu terdengar suara pintu di dobrak dan terlihat samar samar siluet Farel terlihat, Fincen dengan lirih menyuruh Farel pergi namun sepertinya Farel tak mendengar itu dan langsung menghajar mereka.
__ADS_1
Farel sungguh benar benar tidak bisa berfikir dengan jernih dia menghajar semua dengan membabi-buta. Farel melepaskan ikatan ikatan yang menyakitkan itu lalu menggendong Farel seperti membawa bayi, Farel seperti mati rasa akan rasa sakit, walau tubuhnya juga babak belur namun dia tak menghiraukan itu, saat keluar dari gudang penyekapan itu sudah ada Kak Farah yang baru datang bersama orang orangnya dan beberapa polisi, kak Farah menatap Farel dengan perasaan takut dan juga sedih, Dia memberi jalan dan membukakan pintu mobilnya, Farel menaruh Fincen dan masuk di sisi lainnya , sedangkan kak Farah menyetir menuju Rumah sakit, sepanjang jalan kak Farah tak berani tanya karena sepertinya Farel kelewat takut akan keadaan Fincen, dia menangis sambil terus meminta maaf karena tak bisa menjaga Fincen, dia juga meracu seharusnya mereka serumah saja, seharusnya Farel tak pindah.
Sampai di Rumah sakit Farel menunggui Fincen dan tidak memperdulikan lukanya hingga kak Farah memaksanya dan bilang kalau ruangannya akan jadi satu dengan Fincen. Farel tidur sambil melihat ke arah Fincen dia seolah takut Fincen hilang lagi hingga dia ketiduran karena lelah. Saat itu kak Farah dan kedua orang tua Fincen datang namun mereka tak terlalu lama karena takut mengganggu Farel yang sedang tidur, sebelumnya Farah menjelaskan kalau Farel yang menyelamatkan Fincen dan juga Farel adalah sahabat Fincen yang pernah Fincen ceritakan dulu, awalnya orang tua Fincen takut kalau Farel dan Fincen punya hubungan seperti itu namun saat mereka keluar dari ruangan Fincen mereka berpapasan dengan Yuna dan Yuna memberi salam sembari memperkenalkan diri sebagai pacarnya Farel, orang tua Fincen bernafas lega dan mempersilahkan Yuna masuk dengan ramah
__ADS_1
Satu persatu orang kantor mulai berdatangan menjenguk Fincen, sedangkan Farel sudah mulai aktif bekerja, Dia juga menyelidiki siapa yang mengirim orang orang itu untuk melukai Fincen dan ternyata mereka adalah kelompok bayaran yang di kirim oleh tokoh anonim, namun satu hal yang pasti orang itu pasti ada hubungannya dengan perusahaan, 2 minggu setelahnya Fincen sudah mulai masuk kerja namun hal mengejutkan datang dari divisi gudang dimana anak baru yang seangkatan dengan mereka mati karena kecelakaan tunggal, sekarang tinggal 4 orang lagi mereka adalah Farel, Fincen, Yoga, dan Yuna. Mari kita lihat bagaimana nasih Yoga, apakah dia juga target atau sia anak buah mereka. Direktur utama mengirim pesan pada Farel dan berisikan perintah agar mengirim Yoga untuk dinas di laur negri untuk keamanan dirinya, hal ini karena Yoga sudah terlalu banyak membantu dan pasti dia adalah sasaran paling empuk untuk selanjutnya
Farel langsung membuatkan perintah agar Yoga pergi mengurus kantor yang ada di Swiss, Yoga berangkat lusa dan sebelum berangkat Yoga di harap tinggal di apartemen Farel demi keselamatannya, Fincen juga tidur di rumah Farel karena Farel sering mengetuk pintu hanya untuk mengetahui kondisi Fincen
__ADS_1
Farel berusaha mengamankan 2 teman lelakinya namun dia terlalu menganggap ini mudah sehingga membuatnya lengah akan keamanan Yuna. Dan benar saja Yuna di culik tepat saat mereka akan bertemu dan makan bersama di rumah Fincen