Persembunyian Pewaris

Persembunyian Pewaris
Masalalu


__ADS_3

Brian perlahan mulai menceritakan mengenai kehidupannya di masa lalu bersama Camelia


"Camelia adalah gadis lumpuh dengan paras yang begitu cantik, dia adalah gadis yang pendiam dan tatapannya selalu sayu, aku bertemu dengannya di rumah sakit dan saat itu dia sedang terkena maag akut


Aku menjadi salah satu dokter yang sering bicara dengannya karena tidak ada dokter yang sanggup menghadapinya saat dia mengamuk


kakek Aron adalah pria yang sangat ramah namun dia pernah bercerita bahwa dia telah menelantarkan anak dan istrinya dalam sebuah kemewahan tanpa sedikitpun perhatian


Dua putra beliau menjadi orang-orang yang acuh dan juga egois, sedangkan satu anak putrinya harus mengalami kecelakaan yang tragis hingga membuat kedua kakinya lumpuh


kelumpuhan itu menjadi awal depresi untuk anak perempuannya, ditambah lagi sikap kedua saudara laki-lakinya yang terus menggunjing dan mengerjainya di manapun Camelia berada


pernah suatu ketika saat mereka sudah sedikit dewasa Camelia dilecehkan oleh saudara-saudaranya, Untung saja ibu mereka tiba di rumah tepat waktu


Setelah kejadian itu Camelia menjadi sangat benci pada kedua saudaranya, dan ibunya menjadi sangat protektif terhadap Camelia, cinta sang ibu sepenuhnya diberikan pada Camelia dan kebenciannya semakin tumbuh kepada kedua anak laki-lakinya


Konflik seserius itu masih dianggap sepele oleh Pak Aron hingga suatu malam saat Camelia sudah beranjak dewasa dia harus menerima penganiayaan dari kedua saudaranya yang cemburu akan perhatian ibunya


ibu yang tertidur di kamar dan tidak mengetahui apa yang terjadi di luar, sedangkan Pak Aron yang baru saja tiba dari kantornya langsung terkejut melihat kondisi putrinya yang penuh luka sayatan


dia tidak menyangka bahwa kedua anak laki-lakinya bisa berbuat sejahat itu pada saudarinya sendiri. sejak saat itu pak Aron mulai memindahkan dua putranya ke kediamannya yang lain


kembali pada saat aku bertemu dengan Camelia, dia begitu kikuk udah takut melihat pria lain selain ayahnya. Aku menaruh perhatian lebih pada Camelia hingga aku menyarankan dia untuk mendapatkan perawatan dari psikiater juga

__ADS_1


psikiater itu adalah temanku sendiri dia adalah wanita yang sangat pintar dalam hal ini, perlahan kondisi Camelia semakin membaik dan mencoba untuk berbicara denganku


hari-hari kami berjalan dengan baik di rumah sakit itu, dia nyaman bicara denganku dan aku juga senang berada di dekatnya. kami mulai jatuh cinta, ya walaupun perasaanku lah yang paling besar untukmu


awalnya cintaku bertepuk sebelah tangan tapi dia juga tidak pernah menolak apa yang kau berikan, hingga titik di mana kedua kakaknya kembali meneror hidupnya dan dia menangis sejadi-jadinya di depanku


dia kecewa pada semua hal dalam hidupnya termasuk pada ayahnya yang tidak pernah mengerti bagaimana untuk bisa menjaganya, dia juga kecewa pada ibunya karena tidak bisa menjadi penengah yang baik dan malah membuat semuanya semakin buruk untuk Camelia


Camelia tahu bahwa ibunya sangat kecewa pada putranya dan sangat takut putrinya terluka, namun itu malah menjadi bumerang untuk Camelia karena kedua saudaranya amat sangat cemburu dengan hal yang dilakukan ibunya


Camelia kembali depresi saat itu, dan aku mulai belajar banyak dari temanku yang psikiater itu, aku mencoba mempraktekkan semua yang dia sarankan hingga membuat Camelia benar-benar percaya bahwa aku bisa menjaganya


kakek Aron benar-benar mempercayakan Camelia padaku, dia menerimaku dan ingin menjadikanku sebagai menantunya, namun hal itu berbanding terbalik dengan keluargaku yang tidak bisa menerima Camelia dengan segala kekurangannya


tapi mau bagaimana lagi cintaku sangat besar untuk Camelia, Camelia mendapat tekanan dari keluargaku juga, tentu saja tanpa sepengetahuanku, aku mengetahui semua kejadian itu dari psikiater yang menjaga Camelia, Camelia bisa bercerita dengan bebas pada psikiater itu. sebagai teman dia memberitahu semua yang diceritakan Camelia padaku


Aku mulai gelisah dan takut kehilangan Camelia, aku terlanjur mencintainya dan ingin terus bisa menjaganya. semakin hari aku semakin gelisah hingga membuatku terobsesi pada Camelia


kakek arang yang mulai kewalahan dengan sikap kedua anak laki-lakinya mencoba untuk menanyakan kejelasan hubunganku dengan Camelia, sepertinya beliau berharap bahwa aku bisa menikahi karena dia dan membawanya jauh dari kedua saudaranya


tentu saja aku sangat ingin menikahi Camelia namun aku juga mengatakan bahwa kedua orang tuaku tidak merestui kami berdua, pakai Aron mengatakan bahwa beliau ingin bertemu dengan kedua orang tuaku, dan benar saja pakai Aron langsung menemui kedua orang tuaku dan mengatakan bahwa beliau ingin aku menikahi sama dia


awalnya orang tuaku menolak tapi akhirnya dengan negosiasi kakek Aron berhasil meminta persetujuan pernikahan itu

__ADS_1


aku amat sangat senang tapi sebelum hari pernikahan ayah dan ibuku memanggilku untuk membicarakan sesuatu yang sangat penting


mereka berdua ingin aku pergi dari rumah, mereka berdua juga tidak akan mengganggu kehidupanku lagi, Awalnya aku bingung dengan pernyataan mereka tapi aku mulai bisa menerima hal itu karena itu adalah pilihan yang orang tuaku buat untukku


setelah pernikahan berlangsung dan aku sudah resmi menjadi suami Camelia pakai Aron mulai membuka pembicaraan denganku, dia mengatakan bahwa sebenarnya beliau memberikan sejumlah uang kepada orang tuaku agar mereka bisa memberikan Restu kepadaku untuk menikahi Camelia


di situ aku benar-benar terkejut di mana kedua orang tuaku lebih merelakan diriku menikah dengan Camelia dan yang membuatku sangat amat sedih adalah kenapa mereka harus mengusirku dari kehidupan mereka


tapi itu bukanlah masalah yang amat besar bagiku karena aku memang ingin menikahi Camelia hanya saja rasa kecewa itu selalu datang menghantuiku karena orang tuaku tidak mencintaiku seperti aku mencintai mereka"


Brian terhenti sejenak dari cerita yang panjang itu, dia menatap intens pada Farel yang sedari tadi dia mendengarkan ceritanya


"ada, apa kenapa berhenti?" sebenarnya Farel enggan untuk menanyakan kelanjutannya karena merasa takut menyinggung atau menguak luka lama yang Brian miliki


Brian tersenyum tipis lalu meneruskan ceritanya


"setelah aku menikah aku membawanya pergi dari lingkungan keluargaku ataupun keluarga pakai Aron, aku benar-benar membawanya ke luar negeri tanpa pikir panjang.


Di negara yang baru dan kota yang baru itu aku benar-benar tidak memiliki apapun selain tabungan yang selama ini aku simpan baik-baik


sebenarnya Pak Aron masih terus mengirimiku uang tapi aku merasa tidak bertanggung jawab jika terus seperti ini, kemari tapi tidak ada yang menerima aku hingga akhirnya aku bertemu dengan seorang pria yang menawariku kerjasama yaitu membuka apotek kecil-kecilan, Awalnya kami mengalami kerugian namun saat aku memfokuskan usahaku putus saja hasilnya tidak akan mengecewakan, semua yang kudapatkan itu tentu saja memiliki imbas yang cukup besar dalam hidupku di mana aku jarang memperhatikan Camelia lagi dan menyerahkan semua urusan rumah kepada suster yang menjaganya


di sini aku mulai keliru dan mengikuti jejak pak Aron juga"

__ADS_1


__ADS_2