
Farel dan Fincen segera menuju lokasi pemancingan seusai bekerja, malam itu yang mungkin akan jadi malam yang panjang. di sana sudah ada Bu Ira, Yuna dan juga Yoga. Mereka sudah di siapkan beberapa santapan enak oleh kakek Bagas
Bu ira mengatakan mengapa Farel melarang Bu Ira mengajak Loli, Farel balik bertanya apakah Loli punya peran atau kepentingan saat ini. Bu Ira terdiam dan Fincen melanjutkan bahwa yang akan menjadi anggota kali ini hanya orang orang yang berkepentingan dan bisa di percaya, sebaiknya mulai sekarang mereka harus hati hati
Pertama mereka membahas kekuatan yang mereka punya, Fincen memiliki 20%saham.di perusahaan itu, semua tercengang karena selisih sedikit dari miliki milik yuna yang 35% dan paman Ravin 20% serta paman Ringgo 15%. Farel bertanya mengapa Fincen bisa punya saham sebesar itu lalu Fincen mengatakan jika itu pemberian kakeknya sebelum meninggal, asal usulnya dari pailit perusahaan saat kakek masih muda dulu, kakek Aron menjualnya ke luar lingkaran keluarga, Yoga berkata bisa di simpulkan 2 kakek ini bersahabat begitu lalu Yuna menggeleng dan mengatakan itu tidak mungkin karena kakek kemarin cerita kalau dia sangat tidak suka dengan kakeknya Fincen, Fincen mengiyakan kalau mereka tidak terlalu akur namun ada kalanya untuk mengamankan harta maka lebih baik memberikan kuncinya pada orang yang jauh dari keluarga, Farel penasaran dari kata kunci, kakek berpesan bahwa tidak akan ada yang bisa di ambil dari saham sebesar itu karena saham itu hanya perjanjian untuk memecah saham kakek Aron dan aman dari incaran anak anaknya yang rakus kekuasaan. Yoga mengatakan apa maksudnya walau punya saham kamu tidak mendapat keuntungan materi? . Fincen terdiam dan berkata memang kakek tidak mendapat materi dari pembagian keuntungan karena saham namun kakek punya hutang budi jadi itu yang menyebabkan kakek mau menyimpankan saham itu. lalu aliran dana itu kemana tanya Farel. Pada orang yang membantu kita dari belakang dan menjaga kita, apa kau ingat saat aku dan kamu kencan dengan Yuna dan aku pergi ke tempat lain. saat itu kakak mengatakan bahwa q di buntuti dan kamu juga namun kakak mengatakan aku tak perlu khawatir karna kamu juga di kawal
__ADS_1
Yoga tiba tiba terdiam dan merenung lalu Farel bertanya ada apa. Yoga lantas menceritakan teror yang dia alami, dia pikir itu Farel namun sepertinya bukan, Farel bertanya teror apa. Yoga mulai cerita, itu berawal saat dia mencoba menjebak Farel dengan mengajaknya bertemu di cafe namun Yoga pulangnya malah di teror dan membuat dia mempertimbangkan apa yang seharusnya dia pilih
Bu Ira bertanya apa Yuna tidak tau soal pihak keamanan, dia lalu berkata yang paling bertugas soal itu adalah Romeo, Farel mengangguk dia tau kakaknya memang menjadi orang paling dekat dengan kakek dan dia bisa mengirimkan uang yang cukup untuk ayah dan ibu, pasti gajinya besar. bu Ira lantas berkata apa yang meneror adalah Romeo atau anak buah Romeo, apa sebaiknya kita bertanya padanya. Farel berkata dia akan bertanya nanti, semua mengangguk setuju
Sekarang mari kita bahas soal sejauh apa mereka mengeruk keuntungan, Farel menjelaskan ada dana yang tidak di gunakan untuk kepentingan kantor, beberapa sudah iya catat dan mohon untuk mencari informasi kegiatan mereka di sana, Farel membagikan penemuannya dan meminta semua untuk berpartisipasi. Fincen berkata bahwa dia akan menggunakan orang orangnya juga, Fincen meminta aliran dana sahamnya untuk di alirkan padanya untuk pembiayaannya, Fincen berkata jika itu bisa di kabulkan maka dia akan benar benar masuk G&J lalu mengabari pihak keluarganya, Yuna berkata dia akan merundingkan dengan kakeknya
__ADS_1
Romeo menatap Farel seolah menghawatirkan akan apa yang bisa saja terjadi pada adiknya itu.
Romeo menemui Farel dan mereka bicara berdua, Romeo mengatakan bahwa dulu Farel sangat lucu dan ringan itu sebabnya dia suka menggendong adiknya untuk pulang ke rumah, dia bilang ingin hidup dengan baik saat semua sudah bisa berjalan dengan baik juga, dia ingin bertemu ayah dan ibu tanpa rasa was was, dia selalu ketakutan jika ada yang sampai tau soal keluarganya. Farel bisa memahami itu karena pekerjaan Romeo memang sangat berbahaya. Romeo berkata untuk jangan terlalu memaksakan siri karena perjalanan perusahaan ini masih panjang
setelah bertemu dengan Farel kembali bertemu dengan Yuna di pantai dekat rumah kakek Bagas. Dia menggandeng tangan Yuna dan bertanya apa Yuna sudah memikirkan tentang permintaannya waktu itu soal pacaran, Yuna berkata kedepannya akan sulit tapi mari kita coba, Farel tersenyum dan memeluk Yuna. Yuna berkata semua akan baik baik saja, ayo kali ini bersungguh sungguh dan ambil apa yang seharusnya milik kita. Mari kita mulai dari saling mengenal Yuna, siapa kamu dan siapa keluargamu, Yuna menjelaskannya dan dia berkata dia punya 2 kakek dan 1 ibu. Yuna menceritakan banyak hal, terutama mengapa dia sekolah di luar negri hingga perjalanannya sampai saat ini, ibunya adalah wanita yang malang
__ADS_1
Di tempat lain Romero sedang duduk bersama Kakek Aron. Kakek Aron ingin bicara sebagai rekan kerja saat ini dan dia meminta agar Romero bisa membantu anak anak itu juga. Romeo berkata tidak ada alasan lagi dia membantu mereka karena sekarang mereka bukan lagi bayangan namun bentuk nyata dari perlawanan yang selama ini kakek dan Romeo siapkan. kakek mengangguk dan berkata selesaikan sebelum kau tua dan menyesal, jangan lupa kau harus menikah dan bahagia juga Romeo, Romeo menatap kakek lalu berkata bahwa dia juga sudah memikirkan itu bahkan ada seseorang yang dia dambakan juga. Kakek Aron tertawa keras