
Yuna telah mendengar bahwa Yoga menjadi target mereka, dia sungguh berterima kasih pada Farel dan teman-temannya karena sudah melindungi Yoga, walaupun Yoga masih baru saja bergabung dan dulu dia sempat menjadi pemberontak juga, tapi semua informasinya sudah banyak menolong dan menyelamatkan rekan-rekan mereka.
Farel menemui Yuna di kantin dan sepertinya banyak orang yang mengetahui mereka berpacaran, sebenarnya hari ini bagus karena Yuna dan Farel bisa punya alasan untuk bertemu dan memiliki waktu lebih banyak untuk membahas soal rencana kedepannya, namun hal buruknya adalah Yuna bisa saja dalam bahaya karena dekat dengan Farel
Farel bertanya apakah ini akan baik-baik saja dan Yuna menjawab bahwa semua akan baik-baik saja karena dia juga sudah diberi penjagaan oleh Romeo, Yuna bertanya apakah ada sesuatu yang disembunyikan oleh Farel
Farel menatap Yuna dan bertanya kenapa Yuna bertanya seperti itu, Yuna hanya berkata bahwa Farel memiliki banyak rahasia yang sebenarnya dia tidak tahu
"rahasia apa yang kau sembunyikan dari pacarku yang cantik ini" ucap Farel sambil tersenyum
"aku bahkan tidak tahu siapa yang melindungimu aku tidak bertanya karena aku berharap kamu bercerita lebih dulu sebelum aku bertanya" balas Yuna dengan wajah cemas
"sebenarnya aku ingin bercerita lebih awal tapi aku takut kamu pergi dariku, tapi kalau sudah begini aku akan cerita, sebenarnya aku dijaga oleh temanku dan temanku itu adalah seorang mafia, bukan berarti aku juga mafia namun dia memiliki hutang budi padaku dan kami memang memiliki hubungan yang baik"
"bagaimana kamu bisa mengenal mereka dan sejak kapan apakah gara-gara kasus ini kalau memang iya aku akan sangat merasa menyesal karena menyeretmu dalam situasi perusahaan yang seperti ini"ucap Yuna yang mengkhawatirkan Farel
"aku tidak cukup sanggup untuk bercerita soal itu tapi jika kamu ingin tahu kamu bisa bertanya pada kakakku dan mungkin kakekmu juga sudah tahu dari kakakku" balas Farel sambil menunduk
Yuna tahu itu bukan hal mudah untuk diceritakan, jadi dia tidak memaksa dan tidak menanyakan lebih jauh, dia hanya menggenggam tangan kekasihnya dan meyakinkan Farel bahwa dia akan tetap bersama Farel selama Farel masih memiliki cinta untuknya
__ADS_1
Farel tersenyum dan dia berkata bahwa dia bersyukur telah memiliki Yuna, dia bersyukur memiliki teman-teman yang sangat menerima dirinya, dan dia bersyukur karena dulu orang tuanya memberikan dukungan yang luar biasa hingga saat ini Farel bisa berada di sini bersama orang-orang yang hebat
keduanya menghabiskan malam itu dengan berjalan-jalan, hingga jam sudah cukup larut Farel mengantarkan Yuna untuk pulang
Farel mengendarai mobilnya dengan tenang dan menuju ke apartemennya namun di depan apartemen sepertinya ada beberapa orang yang mencurigakan dia lantas mencari handphonenya dan menelpon Fincen
Fincent mengangkat teleponnya dan bertanya kenapa menelpon di jam malam seperti ini apakah Farel tidak tahu jam istirahat, Fincent mengangkat telepon sambil setengah sadar karena dia baru saja bangun dari tidurnya dan kaget karena telepon masuk dari Farel, Farel mengatakan bahwa di bawah ada beberapa orang yang berkumpul dan sepertinya mereka sedang bicara dengan Pak satpam, Pak satpam juga hanya sendiri dan dia sepertinya terintimidasi.
Mendengar itu Fincent langsung menelpon beberapa orang untuk datang ke depan apartemennya, dia juga bergegas memakai pakaian yang pantas dan turun ke bawah
memang di apartemen ini ada banyak orang yang tinggal namun di jam segini pasti mereka sedang tertidur dan Pak satpam pasti hanya sendirian atau hanya ada beberapa satpam di bawah, dia menelpon Farel lagi dan gue tanya kondisi di bawah namun kalian mengatakan kondisinya masih sama, Fincent meminta Farel untuk menunggunya sebentar karena dia masih dalam perjalanan turun ke bawah
Saat diberi aba-aba Farel turun dari mobilnya dan menemui beberapa orang itu, orang-orang itu mencari Farel dan Fincent dan sepertinya Pak satpam juga sudah sedikit ketakutan karena beberapa temannya juga sudah terkapar di dalam.
Setelah diinterogasi ternyata mereka hanyalah orang-orang bayaran dari kelompok bela diri xxx, mereka juga tidak tahu siapa yang memberikan misi itu hanya saja mereka mendapatkan imbalan yang cukup besar untuk melakukan teror itu
Di dalam apartemen Farel, mereka berdiskusi dan Farel mengatakan bahwa apa sebaiknya dia benar-benar meminta bantuan Kak Diandra karena ini sudah membuatnya kewalahan
Tentu Fincen bertanya siapa itu Diandra dan Farel menjelaskan bahwa Diandra adalah teman lamanya yang sudah menganggapnya keponakan sendiri, Diandra adalah Om yang mengurus sebuah organisasi mafia
__ADS_1
Fincen yang mendengar itu sedikit kaget dan merasa bahwa ini berlebihan kalau sampai ada mafia atau permainan mafia di dalamnya, namun Farel menjelaskan bahwa saat Yoga disekap, yang melakukan penyekapan itu adalah anggota mafia dari grup pesaing Diandra, jadi tidak ada yang berlebihan kalau begini, bukankah kita hanya orang-orang biasa jadi tidak mungkin kita melawan mereka tanpa bantuan dari orang-orang yang sama seperti mereka
Fincen memegangi kepalanya dia merasa semua semakin rumit namun dia jadi kepikiran apa yang ibunya katakan sebelum Fincent diutus untuk bekerja di perusahaan G&J
"sayang di sana bukan tempat orang-orang baik berkumpul, di sana mungkin juga ada orang-orang yang jahat, kalau kamu merasa tidak mengatasinya kamu hanya perlu melihat orang jahat lainnya membalas perbuatan mereka, jangan jadikan ini alasan untuk kamu menjadi orang lain atau orang yang tidak baik lagi"ucap ibu Fincent sebelum dia masuk perusahaan G&J
...****************...
Farel hari ini pulang lebih larut dari biasanya namun yang berbeda adalah kali ini dia ditemani oleh Fincen dan Yuna
"seharusnya kamu lebih sering mengajak kami dan tidak mengerjakannya sendirian apalagi di kantor yang sangat sepi seperti ini" ucap Fincent yang mengkhawatirkan Farel
Farel menghentikan pekerjaannya lalu menoleh ke arah Fincent, dia mulai menggoda Vincent dengan beberapa kata
"wah aku baru sadar kalau selama ini kamu sangat perhatian padaku, kamu selalu berlaga ingin di depan orang tapi kamu selalu memperhatikan apakah aku sudah makan, ataukah aku sedang tidak enak badan, ataukah aku sedang memiliki mood yang buruk"
"kalau benar begitu aku jadi merasa tidak berguna, sepertinya ada yang lebih perhatian padamu lebih dari perhatianku padamu"timpa Yuna
"hai apa kalian berkomplot untuk menggodaku, tapi jujur saja karena Farel adalah teman pertamaku dan dia sudah banyak membantu, membuat naluriku bergerak dan ingin menjadikan dia adikku yang tercinta" balas Fincen sambil melangkah pergi hendak membuat kopi
__ADS_1
Hanya sedikit candaan yang terjadi malam itu sisanya adalah pemburuan informasi yang menegangkan, sepertinya Farel menemukan sesuatu dan mereka harus bekerja sama untuk merekapnya dan memahaminya untuk bahan pembahasan besok
Sambil tetap memandang layar komputer Yuna mengatakan "ini adalah penemuan yang luar biasa walaupun aku kesal tapi aku juga senang, karena ini bisa jadi senjata untuk menjinakkan mereka walau hanya sebentar"