Persembunyian Pewaris

Persembunyian Pewaris
ep 30


__ADS_3

hari untuk bertemu dengan Mr Robert dan Mas Donita sudah tiba, Bu Ira berdandan see elegan mungkin namun tetap sopan, dia menggunakan sedikit perhiasan agar tidak terlihat mencolok, dan dunia juga menggunakan jas yang serasi dengan pakaian Bu Ira


"apakah kamu sudah siap Sayang?"tanya Romeo dengan lembut


"apakah anda tahu tuan Romeo walaupun ini hanya sandiwara jika anda memanggil saya dengan sebutan sayang tentu saja saya masih merasa benar-benar malu"Bu Ira tertawa untuk menenangkan dirinya sendiri


"anggap saja ini sebagai latihan sebelum kita semakin dekat"sepertinya Romeo sudah mengambil langkah lebih cepat dari perkiraan Bu Ira


Bu Ira hanya tersenyum walaupun dalam hati dia merasa ini benar-benar membuatnya tidak bisa bernafas


Mereka mulai menaiki mobil dan di dalam mobil Romeo mencoba menenangkan Bu Ira yang sepertinya sangat tegang


...****************...


terlihat bahwa restoran kelas atas itu benar-benar istimewa dan estetik, sebenarnya Bu Ira masih ingin melihat-lihat namun untuk menjaga wibawanya dia hanya melewati semua hal yang baru pertama kali ia lihat.


Mereka memasuki sebuah ruangan yang akan menjadi tempat untuk pertemuan dengan MR Robert dan juga nyonya Donita.


tak berselang lama Mr Robert dan nyonya Donita tiba, seperti yang dirumorkan Mr Robert terlihat begitu mengagumkan nyonya Donita.


setelah basa-basi Mr Robert bicara serius dengan Romeo sedangkan nyonya Donita dan Bu Ira mulai berinteraksi


nyonya Donita meminta Bu Ira untuk menemaninya jalan-jalan sembari menunggu suaminya yang sedang berbincang dengan tuan Romeo


tentu saja Bu Ira dengan senang hati menuruti keinginan nyonya Donita, apalagi nyonya Donita adalah orang yang sangat ramah dan baik


Bu Ira yang memang berlatar belakang dari orang berada tentu saja memiliki pengetahuan dan keterampilan yang cukup mumpuni, di beberapa kesempatan saat bersama dengan nyonya Donita, beberapa kali mereka bertemu dengan orang asing yang menggunakan bahasa berbeda dari mereka, namun Bu Ira yang menguasai beberapa bahasa dengan mudah bercakap-cakap dengan para orang asing itu


hal itu membuat nyonya Donita benar-benar kagum pada pasangan tuan Romeo ini


"wah Anda sangat mahir menggunakan bahasa asing"ucapnya Donita dengan wajah yang begitu Anggun dan menawan

__ADS_1


"ini bukan apa-apa dibandingkan dengan anda yang sungguh luar biasa di mata saya"


"Anda terlalu merendah Nona Ira"


Setelah lama berkeliling nyanyian Donita mendapat telepon dari suaminya dan dikatakan bahwa rapatnya telah selesai


mereka berdua lantas langsung menemui Mr Robert dan juga tuan Romeo


"apakah kamu bersenang-senang dengan baik sayang"tanya Mr Robert dengan bahasa asing


"tentu saja apalagi nona Ira sangat memahami apa yang saya katakan dan juga beberapa kali dia berbicara dengan orang asing sehingga kami tidak mengalami masalah apapun saat berjalan-jalan tadi"balasnya Donita


"wah sepertinya kamu menemukan teman baru, bagaimana kalau tuan Romeo dan nona Ira besok ikut kami untuk bermain golf"tanya Mr Robert


"tentu saja dengan senang hati"ucapannya sambil melirik ke arah Bu Ira


tentu saja Bu Ira mengangguk sambil tersenyum lembut pada Romeo


...****************...


Bu Ira yang awalnya melihat keluar jendela mobil langsung menoleh kepada Romeo


"ya semua berjalan lancar nyonya Donita juga sangat baik"


"mau jalan-jalan sebentar?"ucap Romeo


malam itu mereka berdua menyempatkan untuk jalan-jalan, Romeo juga menelpon Farel dan menyampaikan kabar baik bahwa mereka sudah bisa mendapatkan kepercayaan dari Mr Robert sehingga besok mereka akan bermain golf bersama mereka


...****************...


saat itu Farel sedang berbincang dengan kakek Aron dan juga Yuna, hingga suatu telepon masuk dan ternyata itu adalah Romeo yang menggambarkan bahwa mereka besok akan bermain golf dan sudah mendapatkan kepercayaan dari Mr Robert

__ADS_1


"wah mereka memang pasangan yang serasi, tidak heran Donita menyukai mereka"ucap kakek Aron, setelah itu beliau mengatakan bahwa Farel juga harus menjadi pasangan yang baik untuk Yuna


entah dimulai dari mana kakek Aron mulai memberi banyak arahan pada Farel tentang apa yang harus dipertanggungjawabkan kepada Yuna sebagai seorang kekasih yang baik


Farel merasa tegang karena Awalnya mereka hanya berbicara tentang bisnis dan juga informasi, karet mahir soal itu namun jika soal percintaan dia benar-benar masih sangat awam dia juga memiliki sedikit trauma tentang cinta


setelah berbincang dengan kakek Aron Yuna dan Farel memutuskan untuk berjalan-jalan sebentar di sekitar rumah kakek Aron yang sangat luas itu


Farel mengatakan masa lalunya soal cinta, dulu dia pernah menyukai kakak kelasnya, namun karena banyak hal kakak kelasnya hanya memanfaatkan Farel dan setelah dia bertemu dengan orang yang dia sukai Farel langsung dicampakkan


Yuna mendengarkan dengan baik dia merasa kasihan namun juga bersyukur karena jikalau kakak itu menerima Farel mungkin hubungan mereka akan berlanjut sampai sekarang karena Farel adalah orang yang sudah benar hangat dan juga baik


"bagaimana mungkin kamu pernah dilukai, sepertinya orang itu bukanlah orang yang beruntung, karena jika dia beruntung dia akan menerimamu dan mendapatkan seluruh cinta yang saat ini aku rasakan"ucap Yuna sambil tersenyum manis


"kamu tahu Yuna sebenarnya aku benar-benar merasa bersalah padamu karena setiap melihatmu aku merasa ingin menciummu dan itu bukanlah sesuatu yang sopan dan beretika"ucapkan sambil menundukkan kepalanya dia benar-benar tidak tahu harus bagaimana untuk mengatasinya


sedangkan Yuna, wajahnya sudah memerah karena malu, dia sadar bahwa Farel memang hebat dalam banyak hal namun dia tidak mudah untuk menjaminkan perasaannya apalagi berbohong soal cinta


di tengah suasana merah jambu terdengar suara dering telepon dari handphone Farel yang ternyata adalah telepon dari Fincen


"halo maaf mengganggu namun ini benar-benar urgent, orang yang aku minta mengawasi rumah Kak Loli melihat Kak Loli berjalan tanpa alas kaki dan masuk ke sebuah mobil yang baru saja berhenti di depan rumahnya"


"saat ini orangku itu sedang mengikuti mobil yang membawa Kak Loli dan aku juga akan segera menyusul, kuharap kamu juga meluangkan waktu untuk menyusul karena aku juga tidak tahu apa yang akan terjadi nanti"ucap Fincent yang sepertinya dia sedang mengendarai mobil karena suara angin begitu terasa


Fincent mengirimkan Sherlock live pada Farel, dan Farel langsung berangkat dia juga mengatakan pada Yuna untuk tunggu di rumah dan jangan melakukan apapun sampai Farel memberi kabar


...****************...


Fincent sudah bertemu dengan orang suruhannya dan mulai memelankan laju mobilnya mengikuti mobil yang membawa Kak Loli


Mereka berhenti di depan sebuah rumah yang sepertinya kosong, ada juga beberapa mobil yang sudah terparkir di sana

__ADS_1


Fincent menghubungi Farel dan meminta Farel untuk membawa beberapa orang untuk berjaga-jaga karena sepertinya di dalam rumah itu terdapat lebih dari segerombol orang


__ADS_2